Suara.com - Nama investor legendaris Lo Kheng Hong (LKH) tidak lagi tercantum di daftar pemegang saham di atas 5 persen emiten produsen ban PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL).
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per 7 November 2022, namanya sudah menghilang dari salah satu pemegang saham GJTL. Padahal per September 2022 dirinya memiliki 180 juta lembar saham atau setara dengan 5,17 persen saham.
Sehingga, saat ini para pemegang saham GJTL Compagnie Financiere Michelin sebesar 10 persen, Denham Pte Ltd 49,5 persen dan sisanya 40,5 persen pemegang saham lainnya.
Belum ada keterangan resmi mengenai mengapa nama Lo Kheng Hong menghilang dari daftar pemegang 5 persen atau lebih saham GJTL.
Sebelumnya, Lo Kheng Hong mulai muncul sebagai pemegang saham di atas 5 persen GJTL lewat keterbukaan informasi pada Januari tahun lalu.
Pada 25 Januari 2021, Lo Kheng Hong menjelaskan dalam keterbukaan informasi GJTL, dia membeli saham GJTL dua kali pada 30 Desember 2020 dan kembali membeli sebanyak 6 kali pada 4 Januari 2021.
Pasca-transaksi 4 Januari tersebut, kepemilikan dia di GJTL sebesar 5,06 persen dari sebelumnya 4.27 persen.
Meskipun demikian, Lo Kheng Hong masih tercatat memiliki saham di beberapa emiten di Bursa dengan kepemilikan lebih dari 5 persen diantaranya saham PT Intiland Development Tbk (DILD) yaitu sebanyak 651,4 juta saham atau sebesar 6,28 persen , PT Clipan Finance Tbk (CFIN) yaitu sebanyak 203,94 juta saham atau 5,12 persen, dan PT Global Mediacom Tbk (BMTR) sebesar 1,05 miliar, atau setara dengan 6,38 persen kepemilikan.