Kampanye Anti Bullying di Hari Anak Nasional 2022, Ganjar: Sekolah Bukan Tempat untuk Menindas

Iwan Supriyatna
Kampanye Anti Bullying di Hari Anak Nasional 2022, Ganjar: Sekolah Bukan Tempat untuk Menindas
Puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2022 Kota Magelang dilaksanakan di Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang.

Puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2022 Kota Magelang dilaksanakan di Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang.

Suara.com - Puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2022 Kota Magelang dilaksanakan di Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang. Kegiatan ini diikuti 13 ribu pelajar tingkat SD dan SMP dari seluruh sekolah se-Kota Magelang.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menghadiri langsung kegiatan ini. Ganjar yang baru saja melepas pelari Borobudur Marathon 2022, langsung bergegas menuju Stadion Moch Soebroto dengan bersepeda. Kehadirannya pun disambut dengan penuh antusias oleh 13 ribu pelajar yang telah memenuhi stadion.

Dalam sambutannya, Ganjar menekankan dua nilai pentingnya kasih sayang dan rasa saling menghormati yang harus ditanamkan pada anak-anak. Hal itu yang terus didorong Ganjar kepada para orang tua dan guru di sekolah agar anak memiliki jiwa sosial yang tinggi.

"Luar biasa ya mereka sangat menyayangi teman-temannya, guru-gurunya, mereka semua senang dan tentu saja inilah yang perlu ditemani oleh para orang tua, guru dan masyarakat sehingga anak-anak ini akan mendapatkan ruang ekspresi yang menarik dan menggembirakan," ujar Ganjar di Stadion Moch Subroto, Sabtu (12/11/2022).

Baca Juga: CEK FAKTA: Megawati Resmi Pecat Ganjar Pranowo dari PDIP! Benarkah?

Menurut Ganjar, dua nilai penting yang harus diajarkan kepada anak-anak itu agar anak mampu menangkap sikap-sikap yang menjunjung tinggi keadilan dan kemanusiaan.

Hal itu juga, lanjut Ganjar, agar tidak terjadi tindak perundungan (bullying) yang belakangan banyak terjadi di kalangan pendidikan sekolah formal maupun non formal. Ganjar tak ingin ada anak yang menjadi korban maupun pelaku bullying agar iklim pendidikan di sekolah bisa berjalan dengan sehat.

Ganjar juga mendorong contoh yang baik kepada para pelajar agar dapat menumbuhkan rasa kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama.

"Maka seperti inilah pentingnya peran pendidikan, pentingnya sekolah yang menyenangkan, sehingga sekolah bukan menjadi tempat penindasan agar anak-anak memiliki kesan yang selalu baik pasti mereka rindu untuk datang ke sekolahnya," kata Ganjar.

"Seperti apa ekspresi mereka, lihat mereka itu. Kalau kita ajari, kita dampingi dan kita beri contoh yang baik maka anak-anak akan mengikuti," lanjut Ganjar.

Baca Juga: Temui Komunitas Penyandang Disabilitas, Ganjar Siapkan Pelatihan Usaha dan Perbaikan Fasilitas Umum

Pada kesempatan itu Ganjar juga melaunching aplikasi Si Bomba (Bocah Magelang Bahagia). Aplikasi tersebut merupakan wadah untuk pelaporan kekerasan anak di Kota Magelang. Dengan Si Bomba, anak-anak bisa melapor melalui aplikasi dengan jaminan cepat, mudah dan rahasia terjamin.