Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kampanye Anti Bullying di Hari Anak Nasional 2022, Ganjar: Sekolah Bukan Tempat untuk Menindas

Iwan Supriyatna

Minggu, 13 November 2022 | 15:53 WIB
Kampanye Anti Bullying di Hari Anak Nasional 2022, Ganjar: Sekolah Bukan Tempat untuk Menindas
Puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2022 Kota Magelang dilaksanakan di Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang.

Suara.com - Puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2022 Kota Magelang dilaksanakan di Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang. Kegiatan ini diikuti 13 ribu pelajar tingkat SD dan SMP dari seluruh sekolah se-Kota Magelang.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menghadiri langsung kegiatan ini. Ganjar yang baru saja melepas pelari Borobudur Marathon 2022, langsung bergegas menuju Stadion Moch Soebroto dengan bersepeda. Kehadirannya pun disambut dengan penuh antusias oleh 13 ribu pelajar yang telah memenuhi stadion.

Dalam sambutannya, Ganjar menekankan dua nilai pentingnya kasih sayang dan rasa saling menghormati yang harus ditanamkan pada anak-anak. Hal itu yang terus didorong Ganjar kepada para orang tua dan guru di sekolah agar anak memiliki jiwa sosial yang tinggi.

"Luar biasa ya mereka sangat menyayangi teman-temannya, guru-gurunya, mereka semua senang dan tentu saja inilah yang perlu ditemani oleh para orang tua, guru dan masyarakat sehingga anak-anak ini akan mendapatkan ruang ekspresi yang menarik dan menggembirakan," ujar Ganjar di Stadion Moch Subroto, Sabtu (12/11/2022).

Menurut Ganjar, dua nilai penting yang harus diajarkan kepada anak-anak itu agar anak mampu menangkap sikap-sikap yang menjunjung tinggi keadilan dan kemanusiaan.

Hal itu juga, lanjut Ganjar, agar tidak terjadi tindak perundungan (bullying) yang belakangan banyak terjadi di kalangan pendidikan sekolah formal maupun non formal. Ganjar tak ingin ada anak yang menjadi korban maupun pelaku bullying agar iklim pendidikan di sekolah bisa berjalan dengan sehat.

Ganjar juga mendorong contoh yang baik kepada para pelajar agar dapat menumbuhkan rasa kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama.

"Maka seperti inilah pentingnya peran pendidikan, pentingnya sekolah yang menyenangkan, sehingga sekolah bukan menjadi tempat penindasan agar anak-anak memiliki kesan yang selalu baik pasti mereka rindu untuk datang ke sekolahnya," kata Ganjar.

"Seperti apa ekspresi mereka, lihat mereka itu. Kalau kita ajari, kita dampingi dan kita beri contoh yang baik maka anak-anak akan mengikuti," lanjut Ganjar.

baca juga

Pada kesempatan itu Ganjar juga melaunching aplikasi Si Bomba (Bocah Magelang Bahagia). Aplikasi tersebut merupakan wadah untuk pelaporan kekerasan anak di Kota Magelang. Dengan Si Bomba, anak-anak bisa melapor melalui aplikasi dengan jaminan cepat, mudah dan rahasia terjamin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketum GP Mania Ngaku Kaget Jokowi 'Nempel' ke Prabowo: Bak Perintah ke Relawan untuk Dukung Prabowo

Ketum GP Mania Ngaku Kaget Jokowi 'Nempel' ke Prabowo: Bak Perintah ke Relawan untuk Dukung Prabowo

News | Minggu, 13 November 2022 | 15:23 WIB

Partai NasDem Galau Level Tinggi, Pencapresan Anies Baswedan Bukan Harga Mati, Sinyal Apa?

Partai NasDem Galau Level Tinggi, Pencapresan Anies Baswedan Bukan Harga Mati, Sinyal Apa?

News | Minggu, 13 November 2022 | 15:26 WIB

'Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng' Bikin Ibu-ibu Dukung Ganjar Jadi Presiden 2024

'Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng' Bikin Ibu-ibu Dukung Ganjar Jadi Presiden 2024

News | Minggu, 13 November 2022 | 14:14 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB