Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Professor Asal Korsel Berharap PresUniv Jadi Kampus yang Memimpin Penerapan Artificial Intellegence

Iwan Supriyatna

Kamis, 17 November 2022 | 06:39 WIB
Professor Asal Korsel Berharap PresUniv Jadi Kampus yang Memimpin Penerapan Artificial Intellegence
Prof. Ki-Chan Kim di ruang kerjanya di lantai 4 di Gedung A, Kampus President University (Presuniv), Jababeka Education Park, di kawasan industri Jababeka, Cikarang

Selama menjadi visiting professor, Kim mencermati betul strategisnya lokasi kampus Presuniv yang berada di tengah-tengah kawasan industri Jababeka, yang tercatat sebagai kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara. Di kawasan ini ada sekitar 1.750 perusahaan dengan skala kecil, menengah dan besar. Dan, ada pula perusahaan berskala nasional dan multinasional. Di antaranya adalah chaebol asal Korea Selatan, seperti Hyundai, Samsung atau LG.

Di sisi lain, seiring dengan perkembangan teknologi, terutama teknologi digital, yang berperan penting dalam Revolusi Industri 4.0, Kim menilai kawasan industri Jababeka layak untuk menjadi Silicon Valley-nya Indonesia. Kim juga melihat Presuniv dapat memainkan peran penting untuk mendukung hadirnya Silicon Valley-nya Indonesia tersebut di Jababeka.

“Presuniv dapat memberikan dukungan dalam bentuk riset dan memasok talenta-talenta yang sejalan dengan kebutuhan Revolusi Industri 4.0.” kata Kim.

Langkah itu sudah dilakukan Presuniv. Untuk merealisasikan gagasan tersebut, Presuniv dan Jababeka berkolaborasi dengan mendirikan Fabrication Laboratory atau FabLab. Kelak, FabLab akan berperan membantu perusahaan-perusahaan yang ingin migrasi dari Revolusi Industri 3.0 ke Revolusi Industri 4.0. Selain itu, FabLab juga menjadi tempat bagi civitas academica di lingkungan Presuniv untuk belajar dan mengembangkan ide-ide inovasi yang selaras dengan Revolusi Industri 4.0.

“Sebagai visiting professor, saya berharap bisa ikut mengambil peran untuk menjadikan Presuniv sebagai kampus yang dapat memimpin dalam penerapan Artificial Intelligence (AI).” kata Kim.

AI adalah salah satu teknologi yang berperan penting dalam Revolusi Industri 4.0.
Dalam suatu kesempatan, Kim memaparkan dalam kuliah tamunya bahwa untuk menguasai AI Data Analitycs hanya membutuhkan waktu lima jam. Menggunakan aplikasi Orange Data Mining, Kim menjelaskan tentang proses data mining dan data analitycs melalui konsep visual programming.

“Dengan aplikasi Orange Data Mining, seseorang tidak lagi harus belajar coding untuk melakukan AI Data Analytics,” urainya.

Selain itu, Kim juga ingin ikut bisa berperan untuk semakin memperkuat internasionalisasi Presuniv. Apalagi selama ini Presuniv sudah banyak merekrut dosen asing dan menyelenggarakan sistem perkuliahannya dengan menggunakan bahasa Inggris.

“Saya akan mendorong Presuniv untuk aktif melakukan kerja sama pada tingkat global baik dengan sesama universitas di luar negeri maupun dengan perusahaan-perusahaan asing,” papar Kim.

baca juga

Bicara soal Humane Entrepreneurship, Kim menekankan tentang pentingnya peran Chief Executive Officer atau CEO.

“Dalam bisnis, CEO memiliki peran lebih dari 80%. Jadi, sangat penting bagi seorang CEO untuk memahami konsep dan penerapan dari Humane Entrepreneurship.” Kata Kim, jika CEO bisa menerapkan konsep Humane Entrepeneurship, karyawan akan mampu mengeluarkan ide-ide terbaiknya dan meningkatkan keterlibatan di perusahaan. Jika karyawan mampu memberikan ide dan kinerja terbaiknya, perusahaan tentu akan mendapatkan hasil yang terbaik pula.”

Agar tak salah jalan dalam menerapkan konsep Humane Entrepreneurship, seorang CEO perlu memiliki “bintang timur”. Dengan panduan “bintang timur”, seorang CEO yang berjalan di tengah gelapnya malam pun sekalipun akan menemukan arah yang benar. Lalu, apa sejatinya “bintang timur” bagi seorang CEO? Kim menjawab tegas, “Kemanusiaan atau humanity!”

Kim menguraikan, “Bisnis haruslah mengerjakan sesuatu yang baru dan ditujukan untuk menyenangkan banyak orang. Agar bisa melakukan itu, bisnis harus dikerjakan dengan hati, dengan kemanusiaan. Jika tanpa hati, tidak ada rasa kemanusiaan, bisnis ibarat senjata.” Bisnis semacam ini bisa merugikan banyak orang.

Contohnya adalah Adolf Hitler yang oleh Kim disebut sebagai salah seorang marketer terbaik di dunia. Katanya menjelaskan, “Hitler adalah orang yang sukses dalam melakukan persuasi dengan memperkenalkan neraka sebagai surga. Hitler juga orator yang sangat persuasif.” Lewat propagandanya, urai Kim, Hitler mampu meyakinkan banyak orang bahwa dunia yang sedang dibangunnya adalah surga.

“Apa yang Hitler lakukan itu sangat cerdas. Tapi, dia tak punya hati dan rasa kemanusiaan. Akibatnya 52 juta orang meninggal karena ulah Hitler,” cetus Kim.

Jadi, bisnis tidak boleh menjadi senjata. Itu sebabnya, tegas Kim, sekarang ini dunia sangat membutuhkan entrepreneurship yang mempunyai hati dan humanity. Entrepreneurship yang hanya mengandalkan teknologi, tetapi tanpa hati dan kemanusiaan, itu bisa membuat bisnis menjadi senjata yang membahayakan.

Entrepreneurship dan Marketing 5.0. Konsep ini, urai Kim, mencoba menyintesiskan antara kemanusiaan, bisnis, dan pemasaran. Ia menegaskan, pemasaran menjadi arah dan tujuan dari bisnis. Jika tanpa arah, kata Kim, sebuah perusahaan akan terombang ambing ke sana ke mari.

Jadi, perusahaan harus mempunyai tujuan yang jelas. Kalau tidak, tegas Kim, itu sama saja dengan membuang-buang sumber daya. Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, pemasaran harus berjalan beriringan dengan teknologi.

“Pada era sekarang, penggunaan teknologi harus untuk high-touch marketing,” kata Kim.

Menggagas soal peran teknologi dalam Marketing 5.0, Kim menyebut salah satu buku terbaik yang membahas mengenai hal tersebut, yakni Marketing 5.0: Technology for Humanity karya Philip Kotler. Menurut Kim, buku ini memberikan arah baru pemasaran di era teknologi. Hanya Kim menegaskan bahwa pada Marketing 5.0, pemasaran tetap harus diarahkan menuju kemanusiaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gandeng PIM, President University Sediakan 400 Beasiswa S1

Gandeng PIM, President University Sediakan 400 Beasiswa S1

Bisnis | Kamis, 17 November 2022 | 06:08 WIB

Duh, Jessica Iskandar Diduga Bohong Soal Ditipu Rp 9,8 Miliar, Pengacara Lawan Beberkan Faktanya

Duh, Jessica Iskandar Diduga Bohong Soal Ditipu Rp 9,8 Miliar, Pengacara Lawan Beberkan Faktanya

Bisnis | Rabu, 16 November 2022 | 18:12 WIB

Dampak Positif Negatif TIK untuk Dunia Bisnis

Dampak Positif Negatif TIK untuk Dunia Bisnis

Bisnis | Rabu, 16 November 2022 | 17:25 WIB

Terkini

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:42 WIB

Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau

Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:33 WIB

Penggunaan AI untuk Promosi Jualan Online Diperketat, Begini Ketentuan Barunya

Penggunaan AI untuk Promosi Jualan Online Diperketat, Begini Ketentuan Barunya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:27 WIB

Kelakar Bahlil Jadi 'One Man Show' Urusi Pemadaman Listrik

Kelakar Bahlil Jadi 'One Man Show' Urusi Pemadaman Listrik

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:03 WIB