Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.495.000
IHSG 5.744,556
LQ45 565,493
Srikehati 279,472
JII 338,217
USD/IDR 17.989

Piala Dunia: Jerman Terancam Kehilangan Sponsor Usai Protes Larangan Ban 'One Love'

M Nurhadi

Kamis, 24 November 2022 | 08:37 WIB
Piala Dunia: Jerman Terancam Kehilangan Sponsor Usai Protes Larangan Ban 'One Love'
Kiper Jerman Manuel Neuer (kanan) kebobolan saat pertandingan sepak bola Grup E Piala Dunia 2022 antara Jerman dan Jepang di Stadion Internasional Khalifa di Doha, Qatar, Rabu (23/11/2022). [ADRIAN DENNIS / AFP]

Suara.com - Timnas Jerman terancam kehilangan salah satu sponsor mereka usai dianggap bereaksi berlebih terhadap larangan ban lengan one love di Piala Dunia 2022 Qatar.

Jaringan bisnis retail REWE kabarnya memutuskan untuk membatalkan kerja sama mereka dengan federasi sepak bola Jerman, DFB pasca kritik tajam terhadap Jerman yang dituduh terlalu politis. Selain itu, kekalahan dengan Jepang juga semakin memperburuk situasi tersebut.

Belakangan, reputasi Jerman menurun drastis dengan empat presiden sebelumnya mengundurkan diri di tengah tuduhan korupsi dan beberapa skandal yang menjerat mereka.

Untuk diketahui, DFB saat ini merespon larangan penggunaan ban one love yang merujuk pada pembelaan kaum homoseksual atau LGBT dengan tuntutan hukum terhadap FIFA.

DFB mengatakan kepada Reuters bahwa mereka sekarang sedang mengupayakan tuntutan hukum menyusul keputusan FIFA.

"DFB berada dalam oposisi mendasar di dalam FIFA," ujar Juru bicara pemerintah Jerman, Steffen Hebestreit.

Menurut dia, larangan memakai ban kapten One Love sangat berlawanan dengan HAM karena dianggap berpihak pada LGBTQ yang sangat dilarang di Qatar.

"Hak orang LGBTQ tidak dapat dinegosiasikan," kata Hebestreit, dikutip dari Daily Mail UK, pada Kamis(24/11/2022).

Jerman kini juga mempertimbangkan untuk mengambil tindakan hukum terhadap FIFA agar tidak melarang penggunaan ban pelangi.

baca juga

Sementara, Qatar menegaskan pahwa homoseksualitas, lesbian, queer dan semacamnya adalah ilegal di negara mereka.

Direktur media DFB Steffen Simon dalam penuturannya kepada radio German Deutschlandfunk berharap, Inggris segera bertindak hal serupa usai pelarangan penggunaan ban tersebut saat melawan Iran dalam lanjutan Piala Dunia.

"Direktur turnamen [mendatangi] tim Inggris dan berbicara tentang pelanggaran peraturan dan mengancam sanksi olahraga besar-besaran tanpa merinci apa yang akan terjadi," kata dia.

Sayangnya, Simon sama sekali tidak menjelaskan aturan dari FIFA dan penyelenggara Piala Dunia. Ia mengklaim, enam negara lainnya kemudian memutuskan untuk 'menunjukkan solidaritas' dan tidak memakainya.

"Kami kehilangan ban kapten dan itu sangat menyakitkan, tapi kami adalah orang yang sama seperti sebelumnya dengan nilai yang sama. Kami bukan penipu yang mengaku punya nilai dan kemudian mengkhianatinya," kata dia.

"Kami berada dalam situasi yang ekstrim, dalam pemerasan yang ekstrim dan kami pikir kami harus mengambil keputusan itu tanpa ingin melakukannya," sambungnya.

Sementara, Denmark menegaskan, mereka berencana menarik diri dari FIFA dan mengajak anggota UEFA lainnya. Kepala eksekutif FA Denmark Jakob Jensen mengatakan, pihaknya akan membawa masalah ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rahang Retak Hingga Tulang Wajah Patah, Bek Arab Saudi Yasser al-Shahrani Akan Dirawat di Jerman

Rahang Retak Hingga Tulang Wajah Patah, Bek Arab Saudi Yasser al-Shahrani Akan Dirawat di Jerman

Bola | Kamis, 24 November 2022 | 08:30 WIB

Dua Tim Besar Keok di Laga Perdana Piala Dunia 2022, Kontroversi Ronaldo Jadi Beban Portugal Jelang Hadapi Ghana?

Dua Tim Besar Keok di Laga Perdana Piala Dunia 2022, Kontroversi Ronaldo Jadi Beban Portugal Jelang Hadapi Ghana?

Jawa Tengah | Kamis, 24 November 2022 | 08:26 WIB

Top Skor Piala Dunia 2022: Ferran Torres Menggila

Top Skor Piala Dunia 2022: Ferran Torres Menggila

Gol | Kamis, 24 November 2022 | 08:25 WIB

Penonton Piala Dunia 2022 Mengeluhkan Kondisi Stadion Pertandingan, Suasana Stadion Terlalu...

Penonton Piala Dunia 2022 Mengeluhkan Kondisi Stadion Pertandingan, Suasana Stadion Terlalu...

Your Say | Kamis, 24 November 2022 | 08:25 WIB

Belgia Menang 1-0, Roberto Martinez Akui Kanada Bermain Lebih Baik

Belgia Menang 1-0, Roberto Martinez Akui Kanada Bermain Lebih Baik

Bola | Kamis, 24 November 2022 | 08:22 WIB

Raffi Ahmad Kaget Ketemu 'Denny Sumargo' Nonton Piala Dunia 2022 di Qatar

Raffi Ahmad Kaget Ketemu 'Denny Sumargo' Nonton Piala Dunia 2022 di Qatar

Banten | Kamis, 24 November 2022 | 08:21 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×