Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Cara Komunitas Petani Muda Keren Gairahkan Kembali Pertanian

Iwan Supriyatna | Suara.com

Selasa, 29 November 2022 | 12:59 WIB
Cara Komunitas Petani Muda Keren Gairahkan Kembali Pertanian
Ilustrasi petani (Canva)

Suara.com - Dunia pertanian tidak selalu identik dengan kotor, melelahkan, dan tidak efisien. Komunitas Petani Muda Keren punya resep untuk mengubah citra dunia pertanian yang demikian muram itu.

Anak Agung Gde Agung Wedhatama mengajak para petani di Bali baik tua maupun muda untuk mengembangkan pertanian organik dengan sistem smart farming, irigasi sprinkle, bahkan penggunaan artificial intelligent.

"Jadi, tidak ada lagi petani itu capek, panas, dan kotor. Dengan smart farming, efisiensi jadi tinggi dan cost bisa ditekan sampai 70%," kata pria asal Singaraja, Bali, pendiri Komunitas Petani Muda Keren ini.

Dia tidak memungkiri ada citra kuat dunia pertanian itu tidak baik. Segala aktivitas yang berbau pertanian, kata dia, dinilai melelahkan, tidak nyaman, dan kotor.

"Mengapa pertanian kita ditinggalkan? Karena cost-nya tinggi, dan efisiensi rendah," ungkap Gung Wedha ini.

Menurut Gung Wedha, pertanian selama ini dinilai ekonomi biaya tinggi. Baik dari saat pratanam, masa tanam, dan panen. Selain itu, sistem pemasaran masih tradisional, sehingga tak bisa menjangkau tempat jauh.

Lewat komunitas yang dia bangun, Gung Wedha mengubah citra buruk tersebut. Untuk pemasaran misalnya, Gung Wedha mengajak para petani di Komunitas Petani Muda Keren Bali untuk memasarkan produk hasil pertanian melalui aplikasi khusus, yaitu Bali Organik Subak (BOS).

Dengan aplikasi ini, para petani yang tergabung dalam komunitas yang dia bangun bisa menjual produknya hingga ke manca negara.

"Kami ada ekspor buah-buahan seperti manggis dan mangga ke China, Rusia, dan Timur Tengah," kata dia.

Di Pulau Dewata, komunitas yang berdiri sejak 2018 ini menghimpun sekitar 1.000 petani. Mereka tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Bali. Mereka selain menanam palawija juga produk hortikultura.

Ada yang menanam padi, jagung, aneka umbi, sorgum, palawija, manggis, mangga, jeruk.

"Menanam macam-macam. Kalau ditotal kurang lebih kami mengelola sekitar 500 hektare lahan pertanian," jelas Gung Wedha.

Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong pemuda dan generasi milenial untuk terjun ke sektor pertanian. Kementerian Pertanian punya program satu juta petani milenial.

"Petani milenial harus kreatif dan aktif. Jangan mau kalah sama petani kolonial. Yang namanya petani milenial itu punya pergaulan dan bergaulan dengan orang-orang baik. Yang saya senang dari petani milenial itu tidak mau kalah," kata Syahrul Yasin Limpo dalam salah satu kesempatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Campur Tangan Pemerintah Perlu Agar Milenial Akrab Pangan Lokal

Campur Tangan Pemerintah Perlu Agar Milenial Akrab Pangan Lokal

Bisnis | Selasa, 29 November 2022 | 07:13 WIB

Menteri Pertanian Tegaskan Tidak Akan Impor Beras: Saya Bela Petani!

Menteri Pertanian Tegaskan Tidak Akan Impor Beras: Saya Bela Petani!

Bisnis | Selasa, 29 November 2022 | 06:46 WIB

Mentan Bantah Stok Beras Menipis: Data BPS, Tahun Ini Produksi Kita Terbesar!

Mentan Bantah Stok Beras Menipis: Data BPS, Tahun Ini Produksi Kita Terbesar!

Bisnis | Senin, 28 November 2022 | 19:03 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB