Rupiah Jinakkan Lagi Dolar AS, Ditutup Menguat ke Rp15.583

Jum'at, 09 Desember 2022 | 19:50 WIB
Rupiah Jinakkan Lagi Dolar AS, Ditutup Menguat ke Rp15.583
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Nilai tukar rupiah di pasar spot mempertahankan keunggulan hingga akhir perdagangan pekan ini, Jumat (9/12/2022) dengan menguat di level Rp15.583 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah spot menguat 0,24 persen dibanding penutupan hari sebelumnya di Rp15.621 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan mata uang di Asia.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS kembali melemah karena investor bersiap terhadap pembacaan inflasi AS yang akan datang.

Selain itu, sentimen juga datang dari optimisme China atas pembukaan kembali ekonomi di negara tersebut.

"Indeks harga produsen AS, yang akan dirilis pada hari Jumat, diharapkan menunjukkan bahwa inflasi yang dihadapi oleh sektor manufaktur menurun lebih jauh di bulan November," kata Ibrahim dalam analisanya.

Angka tersebut juga diperkirakan akan menunjukkan tren serupa dalam indeks harga konsumen yang diawasi lebih ketat, yang akan dirilis minggu depan.

Pasar khawatir bahwa inflasi yang lebih kuat dari perkiraan dapat mengundang lebih banyak kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve, mengingat bahwa bank tersebut telah memberi sinyal bahwa sikapnya terhadap kebijakan moneter sebagian besar akan didorong oleh jalur inflasi.

Selain itu, China mengurangi beberapa pembatasan gerakan anti-Covid-19 dan tindakan pengujian minggu ini, di tengah meningkatnya kemarahan publik terhadap kebijakan nol-Covid yang ketat.

"Langkah tersebut meningkatkan taruhan bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia itu akan pulih dengan tajam di tengah berkurangnya gangguan akibat Covid," katanya.

Baca Juga: Bom Bunuh Diri di Bandung Berdampak Pada Nilai Tukar Rupiah?

Tetapi analis memperingatkan lonjakan tajam infeksi Covid setelah pembalikan. Pembacaan ekonomi yang lemah untuk bulan November juga menunjukkan bahwa perekonomian memiliki jalan panjang menuju pemulihan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI