Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Economic and Market Outlook Capital 2023: Ekonomi Dunia Sedang Tidak Baik-baik Saja

Iwan Supriyatna

Senin, 12 Desember 2022 | 06:57 WIB
Economic and Market Outlook Capital 2023: Ekonomi Dunia Sedang Tidak Baik-baik Saja
Seminar Economic and Market Outlook Capital 2023.

Suara.com - Tahun depan, para ekonom global memprediksikan perekonomian dunia terancam alami krisis, bahkan dapat menuju resesi. Kebijakan suku bunga tinggi di bebagai negara maju, khususnya Amerika Serikat, angka pengangguran yang akan naik, pertumbuhan ekonomi yang minim, krisis pangan, energi dan perang, akan menjadi pemicu semua itu.

“Ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja,” sindir Prof Bambang Brojonegoro saat memberikan kata sambutan pada acara CSA Awards 2022.

Menyikapi kondisi demikian, Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) dan CSA Community didukung Perkumpulan Profesional Pasar Modal Indonesia (PROPAMI) mencoba mengajak para stakeholder dan pelaku pasar modal yang terdiri dari, professional, investor, expert, para manajerial perusahaan publik dan komunitas yang peduli pasar modal untuk mengulas dan mencari solusi atas kondisi perekonomian global dan lokal pada tahun 2023.

Maka dibentuklah panitia pelaksanaan seminar Economic and Market Outlook Capital 2023.

Haryajid Ramelan, Ketua Pelaksana Economic and Market Outlook Capital 2023, menyatakan bahwa potensi resesi global akan menjadi ancaman bagi ekonomi dan pasar modal Indonesia.

Karenanya seminar ini dilaksanakan dalam upaya mencari solusi dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan dunia pasar modal nasional, Diharapkan dalam seminar ini dapat diperoleh rangkuman, analisa, gambaran kondisi industri, perekonomian dan pasar modal global serta dampaknya terhadap ekonomi dan pasar modal nasional di tahun 2023.

Seminar kali ini, rencananya akan dihadiri Menteri Kordinator Perekonomian RI, Airlangga Hartarto yang akan memberikan Keynote Speech berupa oleh-oleh G20 di Bali.

Juga menghadirkan pembicara ekonom, analis, direksi perusahaan publik dan praktisi pasar modal. Antara lain, Prof Bambang Brodjonegoro, Prof Roy Sembel, Hans Kwee, Alfatih, Faisal Rachman, S.E., M.PP., M.Sc. Senior Vice President PT Bank Mandiri, dan M. Agus Setiawan, Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga Tbk.

Dalam materi paparannya Faisal Rachman, Senior Econom PT Bank Mandiri Tbk mengingakan akan adanya risiko dari ekonomi global dan domestic. Faktor dominan global selain tingkat bunga federal reserve yang masih akan tinggi, juga resesi di beberapa negara, termasuk di CIna yag akan alami perlambatan ekonomi serta perang dan juga harga komiditi yang tinggi.

baca juga

Sementara itu, M. Agus Setiawan, Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga Tbk dalam paparannya yang bertema Prospek Investasi Sektor Infrastruktur, khususnya Jalan Tol menyatakan bahwa PT Jasa Marga hingga kini masih menguasai 50% pangsa pasar jalan tol yang ada di Indonesia.

Menurutnya, investasi jalan tol merupakan investasi jangka panjang dengan masa payback period sekitar 15-35 tahun. Sementara pada awal investasi dan beroperasi sudah dipastikan akan terjadi deficit cash flow hingga lebih dari 10 tahun.

Dengan pengalaman mengelola jalan tol selama 40 tahun, Jasa Marga berencana menjadi Perusahaan Jalan Tol Nasional Terbesar, Terpercaya dan Berkesinambungan.

Hingga kini PT Jasa Marga memiliki 35 konsesi jalan tol dengan total panjang jalan 1.809 km. Sejak masuk bursa pada tahun 2007, emiten berkode JSMR yang sahamnya 70% dimiliki Pemerintah Indonesia, termasuk saham yang sangat aktif dan kerap diburu investor. Dan hingga 31 Agustus 2022, nilai kapitalisasi pasar sahamnya telah mencapai angka Rp23.5 triliun .

Selain seminar, juga diadakan acara Investor and Profesional Gathering. Yaitu acara yang mempertemukan para praktisi, profesional dan masyarakat yang peduli pasar modal Indonesia. Antara lain, investor pemula, influencer, expert, emiten, trainer pasar saham berpengalaman, komunitas serta professional perusahaan publik.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 700 orang ini, diharapkan, dapat menambah wawasan mengenai perekonomian global dan nasional yang sedang terjadi saat ini dan dampaknya pada tahun mendatang. Selain juga dapat dijadikan ajang membangun relasi bisnis sesama pelaku pasar modal Indonesia.

Haryajid Ramelan, menambahkan, kegiatan penutup tahun ini diharapkan dapat membawa optimisme baru bagi investor pasar modal di tengah isu perekonomian dan pasar modal yang akan lesu di tahun 2023.

“Dengan adanya acara ini kami berharap pasar modal Indonesia akan tetap tumbuh di tengah tekanan resesi dunia,” ungkap Haryajid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menko Airlangga Sebut Ketahanan Pangan Negara Dunia Bergantung RI

Menko Airlangga Sebut Ketahanan Pangan Negara Dunia Bergantung RI

Bisnis | Jum'at, 09 Desember 2022 | 19:45 WIB

BDx Indonesia Tunjuk Agus Hartono Wijaya sebagai Presiden Direktur dan CEO

BDx Indonesia Tunjuk Agus Hartono Wijaya sebagai Presiden Direktur dan CEO

Bisnis | Kamis, 08 Desember 2022 | 10:00 WIB

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional, LTI Gaungkan Sinergi dan Kolaborasi Teknologi

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional, LTI Gaungkan Sinergi dan Kolaborasi Teknologi

Bisnis | Rabu, 07 Desember 2022 | 08:07 WIB

Terkini

Tak Mau Disalahkan, Bahlil Serahkan Urusan Mati Lampu ke PLN

Tak Mau Disalahkan, Bahlil Serahkan Urusan Mati Lampu ke PLN

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:13 WIB

Listrik Byar Pet, Pengamat UGM: PLN Jangan Jadi 'Perusahaan Lilin Negara'

Listrik Byar Pet, Pengamat UGM: PLN Jangan Jadi 'Perusahaan Lilin Negara'

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:09 WIB

IHSG Loyo Nyaris ke Level 5.900, 501 Saham Kebakaran

IHSG Loyo Nyaris ke Level 5.900, 501 Saham Kebakaran

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 12:54 WIB

Harga Minyakita Naik? Pengamat Ungkap Penyebabnya Hingga Langka di Pasaran

Harga Minyakita Naik? Pengamat Ungkap Penyebabnya Hingga Langka di Pasaran

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 12:36 WIB

PLN Tegaskan Listrik Jawa Sudah Pulih, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

PLN Tegaskan Listrik Jawa Sudah Pulih, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 12:03 WIB

Kejar Penerimaan Pajak, DJP Akui Coretax Bisa Pantau Transaksi Bank hingga Konsumsi Listrik Warga

Kejar Penerimaan Pajak, DJP Akui Coretax Bisa Pantau Transaksi Bank hingga Konsumsi Listrik Warga

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 11:54 WIB

Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!

Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 11:40 WIB

YLKI Desak PLN Tanggung Jawab Pemadaman Listrik Berulang, Soroti Kompensasi Konsumen

YLKI Desak PLN Tanggung Jawab Pemadaman Listrik Berulang, Soroti Kompensasi Konsumen

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 11:11 WIB

Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Dapat Perlindungan Hukum Khusus dari Danantara

Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Dapat Perlindungan Hukum Khusus dari Danantara

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 10:49 WIB

Rupiah Kembali Melemah Meski BI-Rate Naik 100 bps, Pakar Ungkap Penyebabnya

Rupiah Kembali Melemah Meski BI-Rate Naik 100 bps, Pakar Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 10:12 WIB