Ada Ancaman Resesi, Bisnis Industri Pembiayaan Diyakini Masih Kuat

Jum'at, 02 Desember 2022 | 12:59 WIB
Ada Ancaman Resesi, Bisnis Industri Pembiayaan Diyakini Masih Kuat
Paparan publik PT Mizuho Leasing Indonesia Tbk (VRNA). (Suara.com/Achmad Fauzi).

Suara.com - PT Mizuho Leasing Indonesia Tbk (VRNA) optimis bisnis sektor pembiayaan kendaraan akan meningkat di tahun 2023. Meski, pada tahun 2023 ada ancaman resesi yang berdampak pada sektor usaha.

Direktur VRNA, Andi Harjono menyebut, perseroan telah memiliki strategi untuk hadapi ancaman resesi itu. Salah satunya, dengan membuat produk-produk untuk menarik nasabah.

Perseroan juga tidak akan menaikkan suku bunga pembiayaan, meski suku bunga acuan terus mengalami kenaikan.

"Kita tidak hanya dengan mudah menaikan suku bunga pembiayaan, karena itu akan membebani konsumen kita, tapi kita juga mempertimbangkan ada income yang bisa kita dapatkan dengan memberikan nilai tambah ke konsumen, melalui produk baru dan layanan lebih baik dengan teknologi lebih advance," ujarnya dalam paparan publik di Menara Astra, Jakarta, Jumat (2/12/2022).

Selain itu, Andi menyebut, perseroan juga mengandalkan teknologi untuk operasional layanan. Hal ini dilakukan agar operasional lebih efisien. Misalnya, menghadirkan sarana pembayaran kredit pembiayaan nasabah lewat e-commerce atau minimarket.

"Jadi strategi tahun depan kita tidak melakukan pembiayaan secara agresif, tetapi kita konservatif melihat situasi, kita lebih ke pruden, kita melihat kondisi ini kalau kita rem ya rem kalau gas ya gas," ucap dia.

Pada tahun depan, Andi menuturkan, perseroan juga berencana untuk membuka setidaknya lima kantor cabang baru dengan masuk ke pasar Sumatera dan Kalimantan.

"Kebutuhan dana untuk pembukaan cabang, ini sudah bisa tekan paling Rp1 milar, jadi kita akan buka 3-6 cabang mungkin Rp3-6 miliar, dan ini memang dengan strategi yang berbeda dan penggunaan teknologi," imbuh dia.

Di sisi lain, Andi menyatakan, kinerja keuangan hingga kuartal III tahun 2022 juga cukup baik di mana mencatatkan laba bersih Rp66 miliar atau naik drastis dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp24 miliar.

Baca Juga: Resesi Mengancam, Emiten Buah dan Sayuran Optimis Raih Pendapatan 40% Tahun Ini

"Laba kenapa naik pandemi 2020, saat itu kita rem, karena kondisi belum kondusif, kemudian 2021 kita masih wait and see apa yang terjadi, kemudian 2022 kita mulai yakin dengan kebijakan pemerintah yang dinamis dan mendukung industri, kita mulai melihat pasar, sehingga hasilnya di tahun 2022 ini, profit perusahaan meningkat cukup baik," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI