Kementerian PUPR Siapkan SPAM, Warga Jakarta Dilarang Pakai Air Sumur dan Artesis?

M Nurhadi Suara.Com
Kamis, 19 Januari 2023 | 18:30 WIB
Kementerian PUPR Siapkan SPAM, Warga Jakarta Dilarang Pakai Air Sumur dan Artesis?
Warga memandikan anaknya menggunakan air tanah di kawasan Petamburan, Jakarta, Rabu (6/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Warga Jakarta akan diminta tidak lagi memanfaatkan air tanah untuk memenuhi keperluan mereka. Hal ini dikonfirmasi usai Kementerian PUPR menyiapkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) air permukaan guna meminimalisir penggunaan air tanah secara berlebihan.

"Apa yang kita dorong sekarang adalah kita akan suplai tambahan air permukaan untuk Jakarta," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah pada Kamis (19/1/2023).

Untuk informasi, merujuk pada laman resmi Institut Teknologi Surabaya, ada dua jenis air tanah yang sering dimanfaatkan masyarakat, yakni air tanah dangkal yang diamnfaatkan melalui air sumur dan air tanah dalam atau artesis.

Namun demikian, belum dapat dipastikan apakah air tanah yang dimaksud termasuk air dari sumur dan artesis.

Kementerian PUPR Siapkan 2 SPAM

Dijelaskan oleh Zainal, saat ini Kementerian PUPR tengah menyiapkan dua SPAM, yakni SPAM Jatiluhur dan SPAM Djuanda.

Saat dua SPAM itu siap digunakan, harapannya, sekitar 10.000 liter/detik pasokan air permukaan dapat disalurkan ke Jakarta dari SPAM Jatiluhur dan SPAM Djuanda.

Air dari SPAM dengan memanfaatkan air permukaan itu nantinya masuk ke Jakarta dan warga akan

dilarang menggunakan air tanah agar tanah Jakarta tidak terus mengalami penurunan akibat penggunaan air tanah secara berlebihan.

Baca Juga: Acara '2023 Song Kang Asia Fanmeeting Tour-Moment' di Jakarta Resmi Dibatalkan Tanpa Alasan Spesifik

"Untuk air permukaan yang diambil dari Jatiluhur kita punya West Tarum Canal atau dikenal sebagai Kalimalang yang merupakan water conveyor dari Jatiluhur ke Jakarta. Sedangkan untuk air yang diambil dari Bendungan Jatiluhur ke SPAM Jatiluhur atau Djuanda juga akan dibangun jaringan perpipaan," kata Zainal Fatah, dikutip dari Antara.

Sementara, pasokan air permukaan dari SPAM Karian - Serpong menuju Jakarta hanya berperan sebagai suplesi, mengingat pasokan air permukaan dari SPAM tersebut mayoritas akan terdistribusi untuk wilayah Banten.

"Untuk progres pembangunan SPAM Karian - Serpong saat ini sedang disiapkan water conveyor sistem atau pembawa air dari waduk Karian ke tempat air tersebut diolah kemudian didistribusikan," kata Zainal Fatah.

Sebelumnya, Kementerian PUPR memang sudah memulai pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur I.

SPAM ini memanfaatkan air baku dari Bendungan Jatiluhur di Provinsi Jawa Barat yang disalurkan melalui Saluran Tarum Barat.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan SPAM Regional Jatiluhur I merupakan upaya Pemerintah untuk memperbaiki kondisi lingkungan (environmental improvement) Jakarta dengan cara mengurangi penggunaan air tanah untuk mengatasi penurunan permukaan tanah di Ibu Kota Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI