Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Penyebab Negara Berpotensi Rugi Rp4,5 Triliun Gara-Gara Proyek Tol Era Jokowi

M Nurhadi

Jum'at, 10 Maret 2023 | 16:13 WIB
Penyebab Negara Berpotensi Rugi Rp4,5 Triliun Gara-Gara Proyek Tol Era Jokowi
Pekerja berada di lokasi pembangunan proyek Jalan Tol Trans Sumatra Zona 1 di Desa Palem Raya Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatra Selatan. Foto diabadikan di jalan tol ruas Indralaya – Prabumulih sepanjang 64,8 kilometer yang merupakan rangkaian JTTS koridor Palembang – Bengkulu, Rabu (17/3/2021). (matakamera/fornews.co/mushaful imam

Suara.com - Cuitan KPK seputar potensi kerugian negara akibat pengelolaan proyek tol di era pemerintahan Presiden Jokowi kembali mengemuka. Pembahasan singkat yang ada pada cuitan tersebut kemudian memicu pertanyaan, kira-kira apa penyebab negara berpotensi rugi Rp4,5 triliun gara-gara proyek tol ini?

KPK menyampaikan sedikitnya ada enam permasalahan utama dalam penyelenggaraan jalan tol yang perlu segera ditangani bersama oleh pemangku kepentingan.

Apa Penyebab Potensi Kerugian Negara?

Salah satu penyebab yang banyak disoroti adalah seputar kewajiban BUJT dalam membayarkan dana bergulir dari pengadaan tanah jalan ke pemerintah. Lemahnya pengawasan dalam memastikan pelaksanaan kewajiban BUJT ini kemudian jadi akar permasalahan.

Sedikitnya terdapat 12 BUJT yang belum mampu mengembalikan dana BLU senilai Rp4,2 triliun, dan delapan diantaranya belum dapat menyelesaikan pembayaran pada 2024 mendatang. Pendapatan negara sendiri seharusnya masih akan bertambah dari nilai tambah bunga dana bergulir, sebesar Rp394 miliar.

Jadi jika di total, sedikitnya terdapat potensi kerugian keuangan negara sebesar Rp4,5 triliun. Dana ini digunakan dalam rangka pembebasan lahan yang diperlukan dalam pembangunan jalan tol, yang dikeluarkan oleh negara.

BUJT, pada masa itu, menjanjikan pengembalian dana pada periode yang disepakati. Namun KPK menilai tidak ada pengawasan dan kesepakatan jelas mengenai kewajiban pembayaran dari BUJT, sehingga muncul risiko kerugian yang diderita negara.

Ditelusuri oleh PUPR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dalam konteks ini Badan pengatur Jalan Tol, telah menerima data dari KPK tersebut. Pihak kementerian kemudian akan mendalami laporan KPK ini, dan menjalankan rekomendasi KPK untuk menyusun regulasi tentang benturan kepentingan, dan peraturan turunan terkait teknis pengembalian konsesi dan  pengusahaan jalan tol.

baca juga

Langkah proaktif ditunjukkan oleh Kementerian PUPR dalam menyikapi masalah tersebut. Hal ini dilakukan untuk segera menemukan kejelasan dari kewajiban pengembalian dana yang digunakan oleh pemerintah, dalam menalangi pengeluaran yang dibutuhkan pada pembangunan jalan tol.

Jika mengacu pada data yang dikumpulkan sejak 2016 oleh KPK, total pembangunan jalan tol sejak era Presiden Jokowi naik mencapai 2.923 kilometer, dengan nilai investasi mencapai Rp593,2 triliun.

Namun dalam proyek ini, ditemukan ada risiko kerugian negara, dan KPK juga dinilai cermat sehingga dapat mengetahui potensi ini.

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Zainuddin Amali Serahkan Surat Pengunduran Diri dari Kursi Menpora, Tapi Tetap Wajib Ketemu Presiden Jokowi Buat Pamit

Zainuddin Amali Serahkan Surat Pengunduran Diri dari Kursi Menpora, Tapi Tetap Wajib Ketemu Presiden Jokowi Buat Pamit

Cianjur | Jum'at, 10 Maret 2023 | 16:03 WIB

Menghilang Saat Presiden Jokowi Sidak Kantor Pajak Solo, Gibran Ternyata Pilih Bertemu Tamu Lain

Menghilang Saat Presiden Jokowi Sidak Kantor Pajak Solo, Gibran Ternyata Pilih Bertemu Tamu Lain

Surakarta | Jum'at, 10 Maret 2023 | 16:00 WIB

Jokowi Jalan Bareng Prabowo-Ganjar di Kebumen, Surya Paloh: Bagus lah, Dipromosi Presiden Masa Nggak Bagus

Jokowi Jalan Bareng Prabowo-Ganjar di Kebumen, Surya Paloh: Bagus lah, Dipromosi Presiden Masa Nggak Bagus

Kotak Suara | Jum'at, 10 Maret 2023 | 15:53 WIB

Jokowi 'Jalan Bareng' Prabowo dan Ganjar di Kebumen, PKB: Panen Padi Nggak Ada Hubungan dengan Pilpres

Jokowi 'Jalan Bareng' Prabowo dan Ganjar di Kebumen, PKB: Panen Padi Nggak Ada Hubungan dengan Pilpres

Kotak Suara | Jum'at, 10 Maret 2023 | 15:37 WIB

Kemenkeu Panggil Kepala Bea Cukai se-Indonesia, Tiru Aksi Jokowi dengan Polri?

Kemenkeu Panggil Kepala Bea Cukai se-Indonesia, Tiru Aksi Jokowi dengan Polri?

News | Jum'at, 10 Maret 2023 | 15:33 WIB

Balas Cuitan Presiden Jokowi Perihal Rumah Sakit di Indonesia, Twitter Kiky Saputri Digruduk Netizen, Ada Apa?

Balas Cuitan Presiden Jokowi Perihal Rumah Sakit di Indonesia, Twitter Kiky Saputri Digruduk Netizen, Ada Apa?

Denpasar | Jum'at, 10 Maret 2023 | 15:20 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×