Parahnya Bullying di Pendidikan Kedokteran, Senior Palak Junior Hingga Ratusan Juta

M Nurhadi

Minggu, 23 Juli 2023 | 09:26 WIB
Parahnya Bullying di Pendidikan Kedokteran, Senior Palak Junior Hingga Ratusan Juta
Ilustrasi Dokter (Freepik/Senivpetro)

Suara.com - Menkes Budi Gunadi Sadikin belum lama ini mengungkapkan kebiasaan bullying atau perundungan yang dilakukan senior ke junior yang terjadi di pendidikan kedokteran spesialis.

Salah satu kasus perundungan yang sangat membuat Budi prihatin adalah ketika para junior dijadikan 'ATM berjalan' oleh para senior untuk memenuhi kebutuhan pribadi di luar pendidikan.

"Yang membuat saya terkejut adalah terkait masalah uang. Ternyata cukup banyak junior yang disuruh mengumpulkan uang, ada yang dalam jumlah jutaan, puluhan juta, bahkan sampai ratusan juta," ungkap Budi dalam konferensi pers di Jakarta pada hari Kamis (20/7/2023).\ lalu.

Bahkan, uang yang dikumpulkan oleh dokter senior pada juniornya itu digunakan berbagai hal kebutuhan pribadi mulai dari menyewa rumah, makan malam, bahkan menyewa lapangan dan sepatu olahraga setiap minggunya.

"Dengan uang tersebut, mereka bisa menyewa rumah untuk tempat berkumpul para senior. Kontraknya bisa mencapai Rp50 juta per tahun, dan jumlah tersebut dibagi rata dengan juniornya," lanjut Budi.

"Atau kadang saat praktek, mereka sering bekerja hingga malam dan rumah sakit hanya memberikan makanan malam yang tidak enak. Mereka ingin makanan Jepang, jadi setiap malam harus mengeluarkan uang sebesar Rp5 juta hingga Rp10 juta untuk membeli makanan Jepang bagi semua anggota senior," imbuh dia.

Menkes mengungkapkan, para enior secara terang-terangan meminta para junior untuk membelikan ponsel atau iPad baru untuk mereka. Diperkirakan dalam setahun, ratusan juta uang junior dipalak oleh senior.

Budi menyatakan bahwa tindakan perundungan dalam dunia pendidikan kedokteran ini merupakan 'tradisi' yang telah berlangsung selama puluhan tahun. 'Tradisi' semacam ini sering terjadi dalam pendidikan dokter umum, masa internship, dan dokter spesialis.

Korban perundungan umumnya enggan melaporkan kasus yang mereka alami. Sebagai bentuk 'balas dendam', ketika para korban menjadi senior, mereka melakukan hal serupa terhadap juniornya.

baca juga

"Itulah sebabnya (kasus perundungan) tidak pernah dilaporkan oleh para junior. Akibatnya, saat para korban tersebut menjadi senior, mereka melakukan hal yang sama terhadap junior-junior baru," ucap Budi.

Dalam upaya untuk menghapus tradisi perundungan di lingkungan pendidikan kedokteran, Kementerian Kesehatan saat ini sudah meluncurkan situs web dan saluran siaga (hotline) bagi para korban perundungan di rumah sakit vertikal Kemenkes.

Sistem pelaporan perundungan di rumah sakit vertikal Kemenkes dapat diakses melalui perundungan.kemkes.go.id dan hotline 0812-9979-9777. Semua laporan yang masuk akan langsung diterima oleh Inspektorat Jenderal Kemenkes.

Budi menjelaskan bahwa ada dua opsi untuk pelaporan, yaitu berani menyebutkan nama dan nomor identitas (NIK), di mana laporan akan disampaikan langsung ke Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan, tanpa terlihat oleh pihak lain seperti senior atau direktur rumah sakit.

Kemenkes berkomitmen untuk memberikan hukuman kepada pelaku perundungan dan melindungi korban perundungan selama pendidikan berlangsung, termasuk memberikan perlindungan hukum dan dukungan psikologis jika diperlukan.

Sebelumnya, isu perundungan oleh senior kepada junior di dunia kedokteran telah dimasukkan ke dalam Undang-Undang (UU) Kesehatan yang disahkan oleh DPR pada 11 Juli 2023, yaitu melalui Pasal 217 dan 219 yang menegaskan bahwa peserta didik pada program spesialis/subspesialis memiliki hak perlindungan dari kekerasan fisik, mental, dan perundungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua Dokter Junior Ngaku Bullying Meningkat, Tapi Minta Kemenkes Jelaskan Definisinya

Ketua Dokter Junior Ngaku Bullying Meningkat, Tapi Minta Kemenkes Jelaskan Definisinya

Health | Minggu, 23 Juli 2023 | 07:26 WIB

5 Fakta Bullying Dokter, Tradisi Mendarah Daging Bikin Kemenkes Turun Tangan

5 Fakta Bullying Dokter, Tradisi Mendarah Daging Bikin Kemenkes Turun Tangan

News | Jum'at, 21 Juli 2023 | 18:30 WIB

Viral Bullying Dokter Senior ke Junior: Dari Ngurus Baju Kotor Sampai Patungan Ratusan Juta

Viral Bullying Dokter Senior ke Junior: Dari Ngurus Baju Kotor Sampai Patungan Ratusan Juta

Health | Jum'at, 21 Juli 2023 | 16:27 WIB

3 Film China yang Dibintangi Ren Min, Ada Tentang Bullying

3 Film China yang Dibintangi Ren Min, Ada Tentang Bullying

Your Say | Jum'at, 21 Juli 2023 | 12:47 WIB

5 Jenis Bullying Pada Dokter Residen Dibongkar Menkes: Disuruh Laundry sampai Antar Anak

5 Jenis Bullying Pada Dokter Residen Dibongkar Menkes: Disuruh Laundry sampai Antar Anak

News | Jum'at, 21 Juli 2023 | 12:35 WIB

Menkes Budi Gunadi Sadikin Buka Situs Laporan Bullying Dokter, Apakah Identitas Korban Bakal Terlindungi?

Menkes Budi Gunadi Sadikin Buka Situs Laporan Bullying Dokter, Apakah Identitas Korban Bakal Terlindungi?

Health | Kamis, 20 Juli 2023 | 18:45 WIB

Terkini

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:40 WIB

Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot

Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot

Bogor | Sabtu, 26 September 2026 | 20:18 WIB

Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai

Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:15 WIB

Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi

Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:10 WIB

Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh

Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:00 WIB

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:35 WIB

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Surakarta | Sabtu, 26 September 2026 | 19:34 WIB

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 19:13 WIB

×