Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Gas Elpiji 3 Kg Langka, DPR Klaim Distribusi Sudah Sesuai Aturan Pemerintah

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 25 Juli 2023 | 09:19 WIB
Gas Elpiji 3 Kg Langka, DPR Klaim Distribusi Sudah Sesuai Aturan Pemerintah
Tabung gas elpiji 3 kilogram. [Istimewa]

Suara.com - Anggota Komisi VII DPR, Mukhtarudin mengklaim distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, gas 3 kg yang dilakukan oleh Pertamina saat ini dinilai sudah tepat karena sesuai dengan kuota yang ditetapkan oleh pemerintah.

Menurut dia, elpiji 3 kg merupakan salah satu produk subsidi atau public service obligation (PSO), sehingga distribusi yang dilakukan harus mengikuti kuota yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

"Gas elpiji 3 kg ini merupakan produk PSO, yaitu produk subsidi. Kuotanya sudah ditetapkan sejak awal. Penyaluran yang dilakukan oleh Pertamina sudah tepat sesuai dengan kuota tersebut," ujar Mukhtarudin pada Selasa (25/7/2023)

Namun demikian, Mukhtarudin juga menyatakan bahwa pada pola distribusi terbuka seperti saat ini, kemungkinan terjadi penyaluran gas bersubsidi yang tidak tepat sasaran, terutama pada tingkat pengguna akhir.

Menurutnya, hal ini dapat menyebabkan orang-orang yang seharusnya tidak berhak memperoleh subsidi tersebut justru ikut membeli gas bersubsidi, seperti contohnya orang kaya yang membeli LPG 3 kg dengan menggunakan mobil.

"Walaupun sudah jelas bahwa gas elpiji ini hanya diperuntukkan bagi orang miskin dan usaha mikro, namun faktanya banyak juga orang mampu dan restoran besar yang menggunakan BBM bersubsidi ini," katanya melalui sambungan telepon.

Mukhtarudin menegaskan bahwa kondisi tidak tepat sasaran ini seringkali menyebabkan kelangkaan gas 3 kg karena jatah yang semestinya untuk orang miskin justru dibeli oleh orang kaya.

"Orang kaya bisa membeli sekaligus 2-3 tabung, tapi orang miskin tidak bisa," tandasnya.

Dia juga menambahkan bahwa biasanya kelangkaan ini terjadi pada bulan-bulan tertentu seperti bulan Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, atau Tahun Baru karena permintaan terhadap gas 3 kg meningkat.

Mukhtarudin menyatakan bahwa kondisi yang tidak tepat sasaran ini saat ini sedang terus diperbaiki, termasuk dari segi pengawasan, dan yang tak kalah penting adalah penerapan budaya malu di masyarakat.

"Orang kaya seharusnya merasa malu membeli gas elpiji ini, apalagi sudah tertulis pada tabung bahwa produk ini memang hanya diperuntukkan bagi orang miskin," sambung dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Incar Rp20 Triliun, Pertamina Hulu Energi Kapan IPO?

Incar Rp20 Triliun, Pertamina Hulu Energi Kapan IPO?

Bisnis | Selasa, 25 Juli 2023 | 01:20 WIB

BBM Jenis Baru Pertamax Green 95 Resmi Diluncurkan, Dijual Rp 13.500 per Liter

BBM Jenis Baru Pertamax Green 95 Resmi Diluncurkan, Dijual Rp 13.500 per Liter

News | Senin, 24 Juli 2023 | 19:42 WIB

Peringati HAN 2023, Puan Ingatkan Urgensi Ciptakan Lingkungan Aman

Peringati HAN 2023, Puan Ingatkan Urgensi Ciptakan Lingkungan Aman

DPR | Senin, 24 Juli 2023 | 18:06 WIB

BBM Pertamina Jenis Baru Pertamax Green 95 Resmi Dijual, Apa Saja Kelebihannya?

BBM Pertamina Jenis Baru Pertamax Green 95 Resmi Dijual, Apa Saja Kelebihannya?

Bisnis | Senin, 24 Juli 2023 | 17:48 WIB

Sales Penipu Regulator Gas Elpiji Berkeliaran di Kabupaten Bone, Cari Korban Ibu Rumah Tangga

Sales Penipu Regulator Gas Elpiji Berkeliaran di Kabupaten Bone, Cari Korban Ibu Rumah Tangga

Sulsel | Senin, 24 Juli 2023 | 15:54 WIB

Pertamax Turbo Dongkrak Performa Pembalap Grasstrack dan Motorcross di Kejurnas KASAL Cup Supertrack Putaran Salatiga

Pertamax Turbo Dongkrak Performa Pembalap Grasstrack dan Motorcross di Kejurnas KASAL Cup Supertrack Putaran Salatiga

Jawa Tengah | Senin, 24 Juli 2023 | 15:08 WIB

Terkini

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:31 WIB

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:19 WIB

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:00 WIB

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:54 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:35 WIB

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom

Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:18 WIB

Ada Apa? Prabowo Paparkan APBN 2027 Besok Pagi, Bukan 16 Agustus

Ada Apa? Prabowo Paparkan APBN 2027 Besok Pagi, Bukan 16 Agustus

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:06 WIB

BUMN RI Mulai Ekspor Keahlian Energi Terbarukan ke Luar Negeri

BUMN RI Mulai Ekspor Keahlian Energi Terbarukan ke Luar Negeri

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:03 WIB