Wasdapa, Penipuan Tebus Murah Barang Pegadaian, Begini Modusnya

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 08 Agustus 2023 | 11:58 WIB
Wasdapa, Penipuan Tebus Murah Barang Pegadaian, Begini Modusnya
Ilustrasi Penipuan (Pexels/EKATERINA_BOLOVTSOVA)

Suara.com - Modus penipuan dengan sniffing memang marak terjadi di masyarakat. Penipuan ini, di mana kejahatan penyadapan oleh hacker lewat jaringan internet.

Salah satu modusnya yaitu, penipu mengirimkan pesan di media sosial maupu aplikasi pesan singkat tebus murah produk mengatasnamakan Pegadaian.

Penipu juga akan mengirim link tebus murah, yang mana jika penerima pesan meng-klik, maka penipu akan mencuri data-data pribadi perbankan.

Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian Yudi Sadono menegaskan, bahwa sampai dengan saat ini Pegadaian tidak pernah melakukan lelang ataupun menawarkan program tebus murah barang ke masyarakat secara online.

"Pegadaian selalu melakukan lelang barang jaminan jatuh tempo secara offline di Kantor Cabang Pegadaian, bazar maupun pameran. Jadi, masyarakat bisa melihat langsung kondisi fisik barang yang akan dibeli, jika berminat dan cocok, maka dapat langsung menyepakati harga, untuk selanjutnya melakukan pembayaran," ujar Yudi di Jakarta, Selasa (8/8/2023).

Modus Penipuan Tebus Murah Atas nama Pegadaian/Dok Pegadaian
Modus Penipuan Tebus Murah Atas nama Pegadaian/Dok Pegadaian

Lebih lanjut Yudi menjelaskan, bahwa saat ini banyak beredar akun-akun di media sosial yang menawarkan berbagai barang seperti emas dan barang elektronik lainnya dengan harga murah atau dibawah pasar.

Bahkan, tak sedikit akun yang mengatasnamakan Pegadaian agar menarik perhatian dan dipercaya oleh masyarakat.

Berikut tips agar terhindar dari penipuan tersebut:

1. Masyarakat diminta datang langsung ke outlet Pegadaian terdekat untuk mendapatkan informasi lelang

2. Masyarakat diminta untuk cermat dan tidak mudah percaya dengan barang yang dijual dibawah harga pasar secara online

3. Apabila mendapatkan informasi mengenai lelang online maupun tebus murah barang yang mengatasnamakan Pegadaian, masyarakat dapat langsung melakukan konfirmasi melalui Call Center Pegadaian di nomor : 1500-569, whatsapp: 0811 1500 569.

4. Masyarakat diminta agar tidak mentransfer uang ke rekening yang tidak dikenal

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pegadaian Raih Penghargaan Corporate Reputation Awards 2023

Pegadaian Raih Penghargaan Corporate Reputation Awards 2023

Bisnis | Senin, 07 Agustus 2023 | 08:53 WIB

Begini Tips Menghindari Modus Penipuan Kurir Paket

Begini Tips Menghindari Modus Penipuan Kurir Paket

Bisnis | Kamis, 03 Agustus 2023 | 15:03 WIB

Ini Hal yang Harus Dilakukan Ketika Jadi Korban Modus Penipuan Salah Transfer

Ini Hal yang Harus Dilakukan Ketika Jadi Korban Modus Penipuan Salah Transfer

Bisnis | Kamis, 03 Agustus 2023 | 12:15 WIB

Terkini

Trump akan Lanjutkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas 100 Dolar AS

Trump akan Lanjutkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas 100 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 11:27 WIB

Ribuan PPPK Terancam Diberhentikan, Regulasi Alokasi APBD Jadi Penyebab?

Ribuan PPPK Terancam Diberhentikan, Regulasi Alokasi APBD Jadi Penyebab?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 11:01 WIB

Harga Tembaga dan Emas Terkoreksi, Tekan Kinerja Ekspor Tambang Awal April 2026

Harga Tembaga dan Emas Terkoreksi, Tekan Kinerja Ekspor Tambang Awal April 2026

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 10:07 WIB

Pasar Semen Lesu, Laba Indocement Justru Melompat 12 Persen di 2025

Pasar Semen Lesu, Laba Indocement Justru Melompat 12 Persen di 2025

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 09:29 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Level Rp16.983

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Level Rp16.983

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 09:29 WIB

Update Harga Pangan, Cabai Rawit 'Gila-gilaan', Beras dan Minyak Ikut Kompak Naik

Update Harga Pangan, Cabai Rawit 'Gila-gilaan', Beras dan Minyak Ikut Kompak Naik

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 09:23 WIB

Warga Belanja di Korsel Bisa Bayar lewat QRIS

Warga Belanja di Korsel Bisa Bayar lewat QRIS

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 09:15 WIB

Indonesia Siap Beli Pesawat Tempur KAAN Turki dengan Pinjaman Luar Negeri

Indonesia Siap Beli Pesawat Tempur KAAN Turki dengan Pinjaman Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 08:51 WIB

Laba Bersih Jamkrindo Syariah Meroket 160 Persen, Tembus Rp141,03 Miliar pada 2025

Laba Bersih Jamkrindo Syariah Meroket 160 Persen, Tembus Rp141,03 Miliar pada 2025

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 08:27 WIB

Emiten DVLA dan Astra Garap Pasar Alkes Berbasis AI

Emiten DVLA dan Astra Garap Pasar Alkes Berbasis AI

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 08:04 WIB