Menteri LHK Ungkap Upaya Modifikasi Cuaca untuk Penanganan Polusi Jabodetabek

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 29 Agustus 2023 | 11:13 WIB
Menteri LHK Ungkap Upaya Modifikasi Cuaca untuk Penanganan Polusi Jabodetabek
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar. [Suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana]

Suara.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan, polusi di Jabodetabek belakangan ini disebabkan emisi asap dari kendaraan bermotor dan PLTU. Ditambah pula dengan yang dihasilkan dari rumah tangga.

Ia menjelaskan, berdasarkan data terbaru, 44 persen polusi di Jabodetabek berasal dari kendaraan, 34 persen dari PLTU, dan sisanya dari berbagai faktor, termasuk rumah tangga dan pembakaran lainnya.

Hal ini disampaikan saat rapat terbatas (ratas) tentang polusi udara yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada tanggal 28 Agustus 2023.

Mengingat hal tersebut, Presiden Jokowi meminta kementerian dan lembaga terkait untuk fokus pada upaya pengendalian polusi udara di Jabodetabek, dengan prioritas kesehatan sebagai landasan utama.

Dalam kesempatan tersebut, menurut dia, Presiden juga meminta semua kementerian dan lembaga bertindak tegas dalam membuat kebijakan dan melaksanakan operasi lapangan untuk mengatasi masalah polusi udara.

Siti menambahkan bahwa Presiden Jokowi juga menginstruksikan agar semua Bagi Kementerian LHK, ini mencakup penegakan hukum terhadap sumber-sumber pencemaran, terutama dari sektor pembangkit listrik dan sektor lainnya, serta pengawasan yang ketat terhadap emisi kendaraan.

Dalam rapat terbatas tersebut, Siti juga mengungkapkan bahwa dibahas kemungkinan penggunaan teknik modifikasi cuaca untuk mengurangi dampak polusi udara di Jabodetabek.

Namun, ia menekankan bahwa teknik ini harus memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh klimatologi dan perlu disesuaikan dengan kondisi saat ini.

Ini adalah rapat terbatas kedua yang dipimpin oleh Presiden Jokowi dalam rangka mengatasi polusi udara di Jabodetabek. Pada tanggal 14 Agustus 2023, Presiden juga memimpin rapat terbatas yang membahas masalah polusi udara.

Presiden menjelaskan bahwa faktor-faktor seperti kemarau panjang selama tiga bulan terakhir dan emisi dari sektor transportasi dan industri di wilayah Jabodetabek merupakan penyebab utama kondisi polusi udara saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bakal Ada Pajak Pencemaran Lingkungan, Polusi Udara Bakal Beres?

Bakal Ada Pajak Pencemaran Lingkungan, Polusi Udara Bakal Beres?

Bisnis | Selasa, 29 Agustus 2023 | 08:18 WIB

Kasus ISPA Tembus 100 Ribu per Bulan Gegara Polusi Udara Tinggi, Kemenkes Sarankan Begini

Kasus ISPA Tembus 100 Ribu per Bulan Gegara Polusi Udara Tinggi, Kemenkes Sarankan Begini

Health | Selasa, 29 Agustus 2023 | 08:15 WIB

5 Dampak Polusi Udara bagi Ibu Hamil, Risiko Keguguran hingga Autisme

5 Dampak Polusi Udara bagi Ibu Hamil, Risiko Keguguran hingga Autisme

Your Say | Selasa, 29 Agustus 2023 | 07:09 WIB

Pemprov DKI Wajibkan 14 Industri Pasang Scrubber Tekan Polusi Udara, Sanksi Menanti Jika Melanggar

Pemprov DKI Wajibkan 14 Industri Pasang Scrubber Tekan Polusi Udara, Sanksi Menanti Jika Melanggar

Jakarta | Selasa, 29 Agustus 2023 | 07:00 WIB

Meski Tuai kritik, Pemprov DKI Tetap Lanjutkan Penyemprotan Jalan Guna Atasi Polusi Udara

Meski Tuai kritik, Pemprov DKI Tetap Lanjutkan Penyemprotan Jalan Guna Atasi Polusi Udara

Video | Selasa, 29 Agustus 2023 | 09:00 WIB

5 Tujuan Membuat Hujan Buatan, Atasi Polusi Hingga Kekeringan

5 Tujuan Membuat Hujan Buatan, Atasi Polusi Hingga Kekeringan

Tekno | Senin, 28 Agustus 2023 | 20:57 WIB

Terkini

Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi

Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:45 WIB

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:39 WIB

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:32 WIB

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:21 WIB

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:05 WIB

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 21:33 WIB

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:38 WIB

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:32 WIB

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:19 WIB