Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Arsjad Rasjid Akselerasi Target Transisi Energi Jika Dampingi Ganjar

Iwan Supriyatna

Senin, 18 September 2023 | 14:08 WIB
Arsjad Rasjid Akselerasi Target Transisi Energi Jika Dampingi Ganjar
Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid.

Suara.com - Indonesia membutuhkan pemimpin yang punya pengalaman, berkomitmen, dan mampu mampu mengawal proses transisi energi yang sedang berjalan hingga mencapai hasil optimal.

Sosok Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid dinilai pantas jadi salah satu pemimpin di Indonesia mendampingi Ganjar Pranowo, calon presiden yang diusung PDI Perjuangan.

"Dengan pengalaman dan komitmen di sektor swasta bersama PT Indika Energy Tbk, jika kelak Arsjad Rasjid menjadi salah satu pemimpin negeri ini, rasanya tidak sulit bagi beliau untuk menjadi motor perubahan di sektor tersebut untuk mencapai target transisi energi Indonesia," ujar Ali Ahmudi Achyak, Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS) di Jakarta, Senin (18/09/2023).

Menurut Ali, Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi efek Gas Rumah Kaca (GRK) dengan menurunkan emisi sebesar 29 bila secara mandiri dan sanggup sebesar 41 dengan bantuan internasional. Target tercapai Net Zero Emision (NZE) pada 2060.

"Itu semua bukan pekerjaan mudah, perlu ketegasan pemerintah yang didukung seluruh masyarakat dan semua sektor terkait, termasuk dunia industri," katanya.

Perusahaan-perusahaan baik yang dikelola oleh BUMN maupun swasta harus terlibat aktif dan berkomitmen penuh terhadap target nasional, regional dan global terkait permasalahan lingkungan (khususnya perubahan iklim dan pemanasan global) yang dipicu oleh emisi GRK.

Karena itu, lanjut Ali, Indonesia membutuhkan pemimpin yang memahami tentang isu-isu lingkungan tersebut dan mampu menjadi motor perubahan, serta bisa mengawal sektor industri dan transportasi (BUMN dan swasta) agar berkomitmen dan terlibat aktif dalam mencapai NZE.

"Dengan pengalaman cukup memadai, jika Arsyad Rasyid terpilih menjadi salah satu pemimpin negeri kedepan, insya Alloh beliau memahami hal tersebut dan pastinya mampu menjadi penggerak tercapainya NZE sesuai target Indonesia kedepan," katanya.

Ali menjelaskan, sebagai bagian dari komunitas dunia, Indonesia merupakan negara besar (penduduk dan luas wilayah) tentu harus terlibat aktif dalam isu-isu transisi energi.

Optimalisasi pemanfaatan EBT (Renewable Energy) dan transformasi moda transportasi dari kendaraan berbasis energi fossil (BBM) menjadi kendaraan berbasis listrik (Electric Vehicles) menjadi sangat penting dan mendesak.

Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan pemimpin yang punya pengalaman, berkomitmen dan mampu mampu mengawal proses transisi energi yang sedang berjalan hingga mencapai hasil optimal.

"Dengan pengalaman dan komitmen di sektor swasta bersama Indika Energy, jika kelak Arsjad menjadi salah satu pemimpin negeri ini, rasanya tidak sulit bagi beliau untuk menjadi motor perubahan di sektor tersebut untuk mencapai target transisi energi Indonesia," katanya.

Menurut Ali, transisi energi merupakan isi global. Perubahan iklim dan pemanasan global merupakan masalah internasional. Demikian juga dengan pengurangan emisi (GRK) merupakan target seluruh dunia. Apalagi Indonesia telah berkomitmen menurunkan emisi sebesar 29 dengan kemampuan sendiri dan sanggup mencapai 41 jika berkolaborasi dengan dunia internasional.

Dengan dmeikian, optimalisasi pencapaian target ini tidak bisa sendirian. Di dalam negeri, lanjut Ali, semua pihak harus aktif terlibat. Pun secara internasional, harus ada kerjasama yang adil antara negara industri maju sebagai penyumbang emisi terbesar dengan negara berkembang.

Skema "carbon credit" dan "interregional carbon trading" menjadi salah satu skema untuk mewujudkan itu. Intinya negara maju harus bertanggungjawab dan berkomitmen untuk menurunkan emisi dan memberikan kompensasi kepada negara berkembang.

Dalam konteks ini, Indonesia memiliki peran penting sebagai salah satu pemimpin ASEAN dan anggota G20, serta dekat dengan negara-negara BRICS. Oleh karena itu kita butuh pemimpin yang memahami isu tersebut dan mampu merealisasikannya.

"Pengalaman sebagai pengusaha, Ketua U MK um KADIN dan lainnya, tentu membuat Arsjad memiliki kapasitas untuk mengawal isu ini. Rasanya kedepan jika beliau menjadi salah satu pemimpin negeri ini, akan lebih mudah bagi Indonesia untuk terus bergerak mewujudkan trandisi energi," katanya.

Dia menjelaskan, Indonesia harus berjuang keras memperjuangkan kepentingan nasional, termasuk berani bernegosiasi dengan negara lain. Salah satu yang perlu diperjuangkan adalah mendesak negara-negara besar dan maju (Amerika Serikat, China, dll) agar lebih adil dalam pemberian subsidi hijau bagi mineral untuk kendaraan listrik (EV).

Negara ini perlu pemimpin yang menguasai masalah dan pandai bernegosiasi dengan negara lain dalam prinsip keadilan dan kesetaraan.

Orang seperti Arsjad cukup piawai, tambah Ali jika suatu saat akan menjadi salah satu pemimpin di negeri ini, Arsjad akan mampu mejalankannya dengan baik.

"Arsjad dengan segenap potensi, pengalaman dan jaringan yang dimilikinya, merupakan aset bangsa yang berharga. Jika suatu saat beliau berkesempatan menjadi salah satu pemimpin di negeri ini, semua semua yang dimilikinya akan digunakan secara optimal untuk membangun bangsa yang maju dan mandiri," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arsjad Rasjid Ditunjuk Sebagai Ketua TPN Ganjar Pranowo, Ini Respon Kadin Jateng

Arsjad Rasjid Ditunjuk Sebagai Ketua TPN Ganjar Pranowo, Ini Respon Kadin Jateng

Jawa Tengah | Senin, 18 September 2023 | 13:07 WIB

Setelah Ditunjuk Jadi Ketua, PDIP Sebut Arsjad Rasjid Segera Lengkapi Kepengurusan TPN Ganjar

Setelah Ditunjuk Jadi Ketua, PDIP Sebut Arsjad Rasjid Segera Lengkapi Kepengurusan TPN Ganjar

News | Kamis, 14 September 2023 | 20:46 WIB

Sebelum Aktif Jadi Ketua TPN Ganjar di Pilpres 2024, Arsjad Rasjid Bakal Penuhi Dulu Ketentuan Organisasi KADIN

Sebelum Aktif Jadi Ketua TPN Ganjar di Pilpres 2024, Arsjad Rasjid Bakal Penuhi Dulu Ketentuan Organisasi KADIN

News | Rabu, 13 September 2023 | 20:20 WIB

Terkini

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:49 WIB

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:24 WIB

Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia

Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:15 WIB

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:00 WIB

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB