Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Alasan Produksi Beras Indonesia Tidak Mampu Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 20 September 2023 | 08:10 WIB
Alasan Produksi Beras Indonesia Tidak Mampu Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri
Gudang penyimpanan di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Selasa (20/2).

Suara.com - Isu impor beras kembali mengemuka setelah harga kebutuhan pokok tersebut melambung tinggi. Catatan terbaru pada akhir Agustus 2023 lalu harga beras mencapai level tertinggi di Rp14.000 per kg.

Kebijakan impor beras selalu menuai pro dan kontra. Impor juga berarti Indonesia tak bisa produksi beras secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Alasannya pun beragam, namun biasanya adalah gangguan cuaca seperti kekeringan yang menyebabkan pasokan beras dalam negeri yang seret. 

Kemudian, wacana impor biasanya muncul di tengah harga beras yang tidak stabil. Alasan inilah yang dipakai pemerintah saat merencanakan impor 250.000 ton beras pada awal September 2023 lalu. Presiden Joko Widodo menyebut pihaknya telah bertemu dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet.

"Saya mengapresiasi sambutan Kamboja terkait keinginan Indonesia untuk mengimpor beras dari Kamboja sekitar 250 ribu ton beras per tahun," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (4/9/2023).

Jokowi memastikan Indonesia akan membalas hal tersebut. Salah satunya dengan membantu sektor ketahanan pangan Kamboja. "Indonesia juga siap untuk mendukung Infrastruktur ketahanan pangan Kamboja melalui pasokan pupuk," ujarnya.

Indonesia menjajaki rencana impor beras dari Kamboja sejak batal mengimpor beras 1 juta ton dari India. India menutup keran ekspor beras demi mengamankan stok beras dalam negeri.

Pemerintah sebelumnya juga meneken kebijakan impor 2 juta ton beras di tengah panen raya musim tanam pertama pada April 2023. Keputusan ini ditentang banyak pihak.

Menanggapi hal ini, Pemerhati Pertanian, Syaiful Bahari menyebut sebenarnya pemerintah di akhir 2022 sudah impor beras sebanyak 500.000 ton untuk menutupi defisit Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang hanya tersisa 250.000 ton, sedangkan menurut ketentuan batas minimal CBP di gudang Bulog harus ada 1 juta ton.

"Anehnya hampir setiap tahun pemerintah mengumumkan adanya surplus beras nasional sekitar 1,3 juta ton, bahkan Bapanas menyebutkan cadangan beras nasional mencapai 6 juta ton jika diproyeksikan produksi beras 31,68 juta ton," ujar Syaiful seperti dikutip, Selasa (11/4/2023).

Selanjutnya, kata Syaiful, jika angka di atas itu benar, maka seharusnya Indonesia tidak perlu mengimpor beras karena cadangan beras nasional termasuk CBP sudah cukup untuk menutupi konsumsi nasional.

"Tetapi kenapa mendadak impor dan menyatakan CBP tinggal 250.000 ton di akhir tahun 2022? Kemana menghilangnya cadangan beras nasional yang selalu disampaikan pemerintah itu? Di sini mulai terlihat ada yang tidak sinkron antara ekspos data pemerintah yang disampaikan ke publik dengan kenyataan. Keberadaan cadangan beras nasional ini sangat penting sebagai instrumen pemerintah dalam menghadapi gagal panen, krisis pangan, dan kenaikan harga beras di konsumen," jelas dia.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Beras Ugal-ugalan, Ombudsman Wanti-wanti Bapanas Soal HET

Harga Beras Ugal-ugalan, Ombudsman Wanti-wanti Bapanas Soal HET

Bisnis | Selasa, 19 September 2023 | 12:10 WIB

Deretan Harga Bahan Pokok yang Naik Hari Ini, Beras Masih Tinggi

Deretan Harga Bahan Pokok yang Naik Hari Ini, Beras Masih Tinggi

Bisnis | Selasa, 19 September 2023 | 10:07 WIB

Usut Dugaan Korupsi Beras Bansos, KPK Kembali Periksa Eks Dirut PT BGR Kuncoro Wibowo

Usut Dugaan Korupsi Beras Bansos, KPK Kembali Periksa Eks Dirut PT BGR Kuncoro Wibowo

News | Senin, 18 September 2023 | 16:54 WIB

Ditanya Soal Harga Beras Naik, Menteri Pertanian SYL: Bukan Kepentingan Saya

Ditanya Soal Harga Beras Naik, Menteri Pertanian SYL: Bukan Kepentingan Saya

Sulsel | Senin, 18 September 2023 | 11:32 WIB

Stok Melimpah, Mendag Zulhas Sebut Harga Beras Mulai Turun Perlahan

Stok Melimpah, Mendag Zulhas Sebut Harga Beras Mulai Turun Perlahan

Jogja | Senin, 18 September 2023 | 09:30 WIB

Keluhkan Harga Beras Mahal, Faizal Fiqri Gandeng Sahabat SandiUno Hadirkan Ratusan Paket Beras Murah

Keluhkan Harga Beras Mahal, Faizal Fiqri Gandeng Sahabat SandiUno Hadirkan Ratusan Paket Beras Murah

Bisnis | Minggu, 17 September 2023 | 10:35 WIB

Terkini

TPIA, BREN, DSSA Biang Kerok, IHSG Ditutup Nyaman Berada di Zona Merah

TPIA, BREN, DSSA Biang Kerok, IHSG Ditutup Nyaman Berada di Zona Merah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:19 WIB

Strategi Investasi Usai Rebalancing MSCI: Saatnya Wait and See atau Borong Blue Chip?

Strategi Investasi Usai Rebalancing MSCI: Saatnya Wait and See atau Borong Blue Chip?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:01 WIB

Baru IPO! 95,82 Persen Saham WBSA Ternyata Dikuasai Beberapa Pihak, Bakal Jadi Sorotan MSCI?

Baru IPO! 95,82 Persen Saham WBSA Ternyata Dikuasai Beberapa Pihak, Bakal Jadi Sorotan MSCI?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:38 WIB

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jelang Long Weekend, Ini Penyebabnya

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jelang Long Weekend, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:21 WIB

Purbaya Temui Bahlil Siapkan Swasembada Energi dan Listrik Desa

Purbaya Temui Bahlil Siapkan Swasembada Energi dan Listrik Desa

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:13 WIB

Krisis LPG di NTT, Sejumlah SPPG Hentikan Operasi Sementara

Krisis LPG di NTT, Sejumlah SPPG Hentikan Operasi Sementara

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:27 WIB

Kemendag Bakal Wajibkan Marketplace Transparan soal Biaya Admin Seller

Kemendag Bakal Wajibkan Marketplace Transparan soal Biaya Admin Seller

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:19 WIB

Sejumlah SPBU Vivo di Jabodetabek Tutup, Netizen Heboh Keluhkan Isu Pembatasan Kuota

Sejumlah SPBU Vivo di Jabodetabek Tutup, Netizen Heboh Keluhkan Isu Pembatasan Kuota

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:33 WIB

Cara Membersihkan Nama di SLIK OJK, Ini Panduannya agar Pengajuan Pinjaman Disetujui

Cara Membersihkan Nama di SLIK OJK, Ini Panduannya agar Pengajuan Pinjaman Disetujui

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:01 WIB

BI Buka Suara Menkeu Purbaya Mau Turun Tangan Stabilkan Rupiah

BI Buka Suara Menkeu Purbaya Mau Turun Tangan Stabilkan Rupiah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:52 WIB