Perang Bikin Industri Pertahanan Cuan, BUMN Ikut Kebagian?

Achmad Fauzi

Rabu, 11 Oktober 2023 | 10:00 WIB
Perang Bikin Industri Pertahanan Cuan, BUMN Ikut Kebagian?
Pengunjung mencoba senjata api Jenis Sniper Rifle CSR 338 dalam perhelatan pameran industri pertahanan Indo Defence 2022 Expo & Forum di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Perang yang terjadi belakangan ini di sejumlah negara justru memberikan cuan untuk industri pertahanan. Beberapa saham perusahan industri pertahanan ikut meroket, setelah perang terus memanas.

Direktur Utama Holding BUMN Pertahanan atau Defend ID, Bobby Rasyidin menjelaskan, naiknya harga saham itu terjadi ketika pecahnya perang Rusia-Ukraina beberapa tahun lalu.

"Ketika Rusia melakukan invasi ke Ukraina itu hampir semua saham industri pertahanan itu terbang," ujar Bobby dalam konferensi pers di Jakarta, yang dikutip Rabu (11/10/2023).

Selain itu, ketika konflik terus memanas, justru permiyaan alat sistem persenjataan (alutsista) juga mengalami kenaikan. Bahkan, para industri juga akhirnya tidak bisa memenuhi permintaan yang memingkat atau backlog.

"Contohnya roket martin yang tadinya backlog buat pesawat dua tahun, sekarang tujuh sampai delapan tahun, jadi order hari ini delapan tahun baru pesawatnya ada," jelas dia.

Meski momen cari cuan, Bobby menegaskan Indonesia, Defend ID tidak mau mengambil untung di balik konflik tengah memanas, walaupun pasar ekspor tetap fokus utama perusahaan.

Dia menjelaskan, sistem persenjataan yang dibuat oleh Defend ID dan anggota holding bukan bertujuan untuk membunuh manusia.

Untuk diketahui, anak usaha Defend ID diantaranya PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI, PT PAL Indonesia (Persero), PT Pindad (Persero), dan PT Dahana (Persero). Sementara, induk usaha dipegang oleh PT Len Industri (Persero).

"Senjata kita tidak digunakan untuk bunuh manusia, itu yang paling penting, itu positifnya. Alhamdulillah dari buah-buahnya konflik-konflik ini, gak ada yang mampir di industri pertahanan kita, jadi ekspor kita tidak terpengaruh sama sekali," pungkas dia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Israel vs Palestina Memanas, BUMN Ikut Suplai Senjata?

Perang Israel vs Palestina Memanas, BUMN Ikut Suplai Senjata?

Bisnis | Rabu, 11 Oktober 2023 | 09:24 WIB

Korupsi Gula Anak Usaha BUMN Tahun 2020-2021, Negara Rugi Rp571 Miliar

Korupsi Gula Anak Usaha BUMN Tahun 2020-2021, Negara Rugi Rp571 Miliar

Bisnis | Senin, 09 Oktober 2023 | 18:40 WIB

Erick Thohir Cari Mahasiswa Luar Negeri Buat Kerja di BUMN

Erick Thohir Cari Mahasiswa Luar Negeri Buat Kerja di BUMN

Bisnis | Senin, 09 Oktober 2023 | 15:00 WIB

Terkini

Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG

Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG

Jogja | Jum'at, 18 September 2026 | 15:00 WIB

Isu Black September Merebak, Boni Hargens Ungkap Modus Destabilisasi Politik

Isu Black September Merebak, Boni Hargens Ungkap Modus Destabilisasi Politik

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:00 WIB

iQOO Pad Ultra Segera Rilis 29 September: BawaLayar OLED 8,8 Inci, Snapdragon Generasi Baru

iQOO Pad Ultra Segera Rilis 29 September: BawaLayar OLED 8,8 Inci, Snapdragon Generasi Baru

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 15:00 WIB

Usia 41 Tahun, Kapal Induk Garibaldi Bakal Diretrofit Agar Bisa Beroperasi 2 Dekade Lagi

Usia 41 Tahun, Kapal Induk Garibaldi Bakal Diretrofit Agar Bisa Beroperasi 2 Dekade Lagi

News | Jum'at, 18 September 2026 | 14:58 WIB

Pria Viral Tendang Wanita di Senayan City Ditangkap

Pria Viral Tendang Wanita di Senayan City Ditangkap

Sumut | Jum'at, 18 September 2026 | 14:58 WIB

Bagaimana Cara Memilih Cleansing Balm yang Cocok untuk Kulit Sensitif? Perhatikan 6 Hal Ini

Bagaimana Cara Memilih Cleansing Balm yang Cocok untuk Kulit Sensitif? Perhatikan 6 Hal Ini

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 14:55 WIB

Dua Sesar Aktif Membelah Surabaya, Ancaman yang Tak Bisa Diprediksi

Dua Sesar Aktif Membelah Surabaya, Ancaman yang Tak Bisa Diprediksi

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 14:52 WIB

Kasus SGD Palsu Rp4,7 Miliar Masuk Kejahatan Berat! Polisi Didesak Bongkar Pemasoknya

Kasus SGD Palsu Rp4,7 Miliar Masuk Kejahatan Berat! Polisi Didesak Bongkar Pemasoknya

News | Jum'at, 18 September 2026 | 14:45 WIB

Bawa Bukti Akta 2013, Febrie Adriansyah Protes Tanah Disita Sebelum Tempus Perkara TPPU

Bawa Bukti Akta 2013, Febrie Adriansyah Protes Tanah Disita Sebelum Tempus Perkara TPPU

News | Jum'at, 18 September 2026 | 14:44 WIB

Ada Selisih 2 Tahun, Kuasa Hukum Febrie Persoalkan Rentang Waktu Perkara TPPU

Ada Selisih 2 Tahun, Kuasa Hukum Febrie Persoalkan Rentang Waktu Perkara TPPU

News | Jum'at, 18 September 2026 | 14:44 WIB

×