Ubah Minyak Jelantah Jadi Keuntungan Melimpah Lewat Workshop Lilin Aroma Terapi di Yogyakarta

Iwan Supriyatna

Minggu, 15 Oktober 2023 | 07:58 WIB
Ubah Minyak Jelantah Jadi Keuntungan Melimpah Lewat Workshop Lilin Aroma Terapi di Yogyakarta
Minyak bekas atau minyak jelantah bisa mendatangkan keuntungan yang melimpah apabila diolah menjadi produk bernilai jual tinggi, salah satunya dibuat lilin aroma terapi.

Suara.com - Minyak bekas atau minyak jelantah bisa mendatangkan keuntungan yang melimpah apabila diolah menjadi produk bernilai jual tinggi, salah satunya dibuat lilin aroma terapi.

Potensi ekonomis itu mendorong para sukarelawan Srikandi Ganjar untuk menyelenggarakan workshop membuat lilin aroma terapi berbahan dasar limbah minyak jelantah di Yogyakarta.

"Tujuan dari kegiatan ini, kami ingin mengajak perempuan milenial untuk selalu melakukan kegiatan yang produktif salah satunya dengan membuat lilin aroma terapi ini," kata Koordinator Wilayah Srikandi Ganjar Yogyakarta, Herawati ditulis Minggu (15/10/2023).

Selain aromanya yang wangi, lilin yang dibuat dalam kegiatan itu juga memiliki tampilan warna-warni yang menarik sehingga cocok dijadikan hadiah untuk orang-orang terkasih, khususnya generasi muda.

Tak heran, produk tersebut ditaksir memiliki nilai jual tinggi di pasaran tapi hanya membutuhkan modal yang relatif murah. Sehingga, keuntungan yang diperoleh bisa berlipat ganda.

"Kegiatan ini juga nantinya diharapkan untuk peserta sendiri bisa melakukan bisnis dari (ilmu yang didapatkan dari) kegiatan ini," ujar Herawati menilai cara membuat lilin aroma terapi sangat mudah sehingga bisa dipraktekkan kalangan muda.

Selain itu, bahan-bahannya pun diakui cukup murah dan mudah didapatkan karena cukup memanfaatkan minyak bekas atau jelantah ditambah stearin, pewarna dari krayon dan essential oil sebagai pewanginya.

"Bisa dilihat bahwasanya ini (menggunakan) bahan-bahan yang bisa ditemukan di mana saja. Bahan-bahan yang mudah didapat dan tentunya bisa menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan lebih besar lagi," katanya menegaskan.

Sementara itu, salah seorang peserta workshop bernama Sita mengaku sangat antusias mengikuti seluruh tahapan pembuatan lilin aroma terapi yang disampaikan oleh sang pemateri.

baca juga

Menurutnya, pengolahan minyak jelantah menjadi produk bernilai jual adalah kegiatan yang sangat positif untuk mencegah pencemaran lingkungan akibat limbah minyak jelantah.

"Kegiatan ini sangat menarik terus juga pembuatannya ini memanfaatkan minyak jelantah jadi sangat berguna untuk kami. Apalagi, minyak jelantah biasanya sering dibuang jadi bisa dimanfaatkan dengan (dibuat) lilin aroma terapi," ujar Sita.

Setelah memperhatikan penjelasan dari pelatih, dia dan para peserta lainnya pun mengaku tertarik untuk mempraktekkannya di rumah masing-masing bahkan berencana menjual hasilnya secara daring.

"Tertarik (untuk membuatnya) karena bahannya itu mudah dijangkau jadi mudah untuk dibuat di rumah. Kalau mau dibuat mungkin masih mau dicoba dulu. Ada juga niatan (lilin buatan sendiri) mau dijual. Boleh juga (keuntungannya) kalau dijual," tuturnya.

Dalam kegiatan kali ini, para sukarelawan Srikandi Ganjar juga turut mengenalkan sosok Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden 2024-2029 kepada para peserta.

Mereka menilai mantan Gubernur Jawa Tengah itu memiliki kepedulian tinggi untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia khususnya generasi muda melalui berbagai program pelatihan seperti yang dilakukan para sukarelawan Srikandi Ganjar.

"Harapannya buat Pak Ganjar itu bisa terpilih menjadi Presiden di 2024 terus juga bisa memotivasi kami sebagai perempuan milenial dalam menghadapi masa depan," ujar Sita berharap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Bahaya Menggunakan Minyak Jelantah, Bisa Sebabkan Kanker!

4 Bahaya Menggunakan Minyak Jelantah, Bisa Sebabkan Kanker!

Your Say | Kamis, 27 April 2023 | 16:21 WIB

Jangan Dibuang, Minyak Jelantah Menghasilkan Cuan, Begini Caranya

Jangan Dibuang, Minyak Jelantah Menghasilkan Cuan, Begini Caranya

Bisnis | Kamis, 02 Maret 2023 | 13:35 WIB

Sering Diabaikan, Ini 4 Dampak Buruk Penggunaan Minyak Jelantah bagi Kesehatan

Sering Diabaikan, Ini 4 Dampak Buruk Penggunaan Minyak Jelantah bagi Kesehatan

Your Say | Kamis, 16 Februari 2023 | 19:59 WIB

Terkini

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:51 WIB

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

Sulsel | Minggu, 20 September 2026 | 20:48 WIB

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

Jatim | Minggu, 20 September 2026 | 20:33 WIB

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:32 WIB

×