Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.620.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Pemerintah Perkuat BUMN Pangan untuk Stabilkan Pangan

Iwan Supriyatna

Selasa, 24 Oktober 2023 | 13:13 WIB
Pemerintah Perkuat BUMN Pangan untuk Stabilkan Pangan
Peran ID FOOD dalam penyelenggaraan CPP tidak berhenti pada pemenuhan pasokannya, tetapi juga pelaksanaan hilirisasinya.

Suara.com - Upaya mentransformasi sektor pangan nasional terus didorong pemerintah melalui serangkaian kebijakan. Diantaranya, dengan memperkuat BUMN Pangan yang ditugaskan untuk memenuhi pasokan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) serta menjalankan berbagai aksi korporasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Holding BUMN Pangan ID FOOD Frans Marganda Tambunan di Jakarta.

Menurutnya, saat ini ID FOOD sebagai Holding BUMN Pangan dipercaya pemerintah untuk menjalankan sejumlah penugasan strategis terkait pangan. Hal itu guna mendukung pemenuhan pangan dan pertanian untuk memperkuat ketahanan ekonomi sesuai Agenda Pembangunan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2020-2024.

“Penugasan yang dijalankan diantaranya dalam penyelenggaraan CPP. ID FOOD mendapat penugasan menjaga stok CPP 9 komoditas, yaitu minyak goreng, gula konsumsi, daging unggas, daging ruminansia, telur unggas, cabai, bawang merah, bawang putih, dan ikan. Sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 125 Tahun 2022, tentang Penyelenggaraan CPP, totalnya ada 12 komoditas, 3 komoditas lagi yaitu padi, jagung, dan kedelai dikelola oleh Perum Bulog,” ujarnya ditulis Selasa (24/10/2023).

Untuk memastikan penyelenggaraan CPP berjalan secara berkelanjutan, Frans mengatakan, ID FOOD telah menandatangani kesepakatan pendanaan sebesar Rp1,5 triliun dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

"Bersama Himbara, pada awal Oktober 2023 ini, kami sudah menandatangani kesepakatan pendanaan bunga murah yang lebih kecil dari pendanaan skema komersial. Ini dapat membantu kami dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan dengan melakukan penyerapan hasil panen petani, peternak, nelayan, untuk stok CPP sembilan komoditas ini,” ungkapnya.

Frans menambahkan, disepakatinya pendanaan tersebut dapat mendorong percepatan pemenuhan stok CPP dalam rangka persiapan Ramadhan dan Lebaran tahun depan.

“Pendanaan ini dapat membantu perusahaan dalam meng-offtake komoditas pangan strategis dari para produsen utamanya UMKM. Ini penting untuk stabilisasi akhir tahun dan mulai persiapan lebaran 2024 yang lebih maju setiap tahunnya," ucapnya.

Peran ID FOOD dalam penyelenggaraan CPP tidak berhenti pada pemenuhan pasokannya, tetapi juga pelaksanaan hilirisasinya.

baca juga

Frans menjelaskan, tahapan hilirisasi atau penyaluran tersebut saat ini telah dijalankan melalui penyaluran bantuan pangan penanganan stunting, berupa paket telur dan daging ayam bagi 1,4 juta Keluarga Risiko Stunting (KRS) di 7 provinsi.

“Kita sudah selesai menjalankan penugasan penyaluran bantuan pangan stunting tahap I yang terbagi dalam 3 batch. Saat ini sedang berjalan penyaluran tahap ke II,” ucapnya.

Adapun, jumlah dan jenis bantuan penanganan stunting tahap II yang disalurkan sama seperti tahap I, sehingga dalam 3 bulan ke depan keluarga yang terdata sebagai KRS akan menerima bantuan pangan daging ayam dan telur.

“Tugas ini sangat penting, karena selain untuk menurunkan angka stunting nasional, juga berdampak menjaga stabilitas harga daging ayam dan telur di tingkat peternak mandiri kecil yang menjadi supplyer perusahaan. Sehingga dapat dikatakan, program ini bukan sekedar penugasan, tetapi sebagai close loop terintegrasi untuk memperkuat ekosistem pangan nasional dari hulu hingga hilir,” tuturnya.

Lebih lanjut, Frans meyakini, dipercayanya ID FOOD sebagai off taker atau pemasok komoditas pangan di dalam negeri tidak terlepas dari upaya penguatan yang terus didorong Kementerian BUMN dan NFA.

“Penguatan peran BUMN di sektor pangan diawali oleh langkah strategis yang dilakukan Kementerian BUMN melalui pembentukan Holding BUMN Pangan pada tahun 2022. Dalam prosesnya Holding BUMN Pangan berperan sebagai agent of development untuk mewujudkan tiga obyektif, yaitu mendukung ketahanan pangan; inklusifitas petani, peternak, nelayan, dan UMKM; serta menjadi perusahaan berkelas dunia,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, semakin kuatnya peran BUMN Pangan dalam ekosistem pangan nasional tidak bisa dilepaskan dari transformasi yang terus digenjot Kementerian BUMN dalam 4 tahun terakhir.

“Kementerian BUMN dalam 4 tahun terakhir telah memperkuat DNA korporasi berkelas dunia melalui sejumlah inisiatif strategis. Kinerja Holding BUMN Pangan yang semakin baik dari sisi pertumbuhan penjualan, EBITDA, dan aset tidak terlepas dari hal tersebut,” paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akmal Malik Sebut PPU Miliki Potensi Jadi Lumbung Pangan Kaltim

Akmal Malik Sebut PPU Miliki Potensi Jadi Lumbung Pangan Kaltim

Kaltim | Senin, 23 Oktober 2023 | 15:30 WIB

Alih Fungsi Lahan Sebabkan Krisis Pangan

Alih Fungsi Lahan Sebabkan Krisis Pangan

DPR | Rabu, 18 Oktober 2023 | 11:17 WIB

Ketua DPR Dorong Pemerintah Siapkan Solusi Jangka Panjang Atasi Krisis Pangan

Ketua DPR Dorong Pemerintah Siapkan Solusi Jangka Panjang Atasi Krisis Pangan

DPR | Rabu, 18 Oktober 2023 | 11:13 WIB

Terkini

96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi

96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:53 WIB

Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli

Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:35 WIB

Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!

Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:33 WIB

Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi

Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:02 WIB

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:19 WIB

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:47 WIB

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:18 WIB

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:31 WIB

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:01 WIB

×