Berkat Komitmen dan Dukungan BRI, UMKM Indonesia Makin Perkasa

Fabiola Febrinastri

Rabu, 29 November 2023 | 09:45 WIB
Berkat Komitmen dan Dukungan BRI, UMKM Indonesia Makin Perkasa
Ilustrasi UMKM. (Dok: BRI)

Suara.com - Sebuah kabar baik tentang perekonomian Indonesia baru saja diluncurkan oleh BRI Research Institute. Menurut lembaga ini, pada kuartal II 2023, indeks bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berada di level 109,6.

Dengan level ini berarti, ekspansi bisnis UMKM meningkat 4,5 poin dibandingkan kuartal sebelumnya. Kabar baik lainnya, memasuki kuartal III tahun ini, pelaku UMKM diproyeksikan makin optimistis melakukan ekspansi usahanya.

Menurut Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, terdapat 3 fase perjalanan bisnis mikro BRI dalam 5 tahun terakhir, yaitu sebelum pandemi Covid-19, pada saat pandemi, dan masa dimana pemerintah menyatakan keluar dari pandemi.

"Berdasarkan kajian data internal BRI, pertumbuhan nasabah peminjam segmen mikro terus mengalami kenaikan hingga mencapai 35%, dari angka akhir tahun 2022 dibandingkan dengan akhir tahun 2019," ujarnya beberapa waktu lalu.

Adapun rata-rata besaran kredit setelah pandemi mengalami kenaikan Rp37,7 juta, jika dibandingkan fase-fase sebelumnya yang hanya Rp34 juta. Selain itu, dari sisi pertumbuhan, masa setelah pandemi mencapai angka yang sama dengan masa sebelum pandemi, yakni 13,3%.

Prediksi BRI tentang pertumbuhan perekonomian Indonesia, yang dibarengi dengan semakin perkasanya UMKM, pernah dilontarkan juga di awal tahun ini.

Pada kuartal I-2023, BRI mencatat penyaluran kredit segmen UMKM mencapai Rp989,6 triliun. Nilai tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang sebesar Rp903,3 triliun.

Total kredit BRI hingga kuartal I-2023 telah mencapai Rp1.180,1 triliun, naik dari total portofolio kredit BRI di waktu yang sama tahun lalu, yang mencapai Rp1.075,9 triliun.

Adapun pertumbuhan kredit BRI tersebut didukung oleh segmen mikro, dengan pertumbuhan mencapai 11,18% yoy. Pertumbuhan di segmen UMKM diikuti dengan pertumbuhan laba secara konsolidasian (BRI Group) sebesar 27,37% year on year (yoy) menjadi Rp15,56 triliun, yang mana pertumbuhan ini telah meningkatkan aset BRI Group hingga 10,46% yoy, menjadi Rp1.822,97 triliun.

baca juga

Bantuan BRI Naikkan Produktivitas Kampung Gerabah

Optimisme pada semakin perkasanya UMKM menunjang perekonomian negara, membuat BRI semakin berkomitmen untuk memberi dukungan pada sektor ini.

Salah satu bukti nyata bentuk dukungan BRI adalah  upaya untuk mengembangkan produksi masyarakat Kampung Gerabah, yang berada di Desa Precet Plumpungrejo, Blitar, Jawa Timur. Sudah sejak lama, masyarakat desa ini memanfaatkan tanah liat sebagai bahan baku utama pembuatan kerajinan tangan.

Ketua Klaster Kampung Gerabah, Muhtaromin mengatakan, masyarakat di desanya sudah membuat gerabah tanah liat, seperti wajan, kuali hingga cobek, sejak nenek moyang mereka. Berbekal pengalaman berpuluh-puluh tahun, Muhtaromin mengatakan, masyarakat Kampung Gerabah sangat hati-hati dan tidak menggunakan bahan-bahan yang sembarangan.

“Kami milih-milih dulu tanah liatnya. Jenis tanah liat yang bisa dipakai itu adalah tanah lapisan kedua, kalau tanah lapisan atas itu dibuat bata merah," katanya.

Lapisan tanah yang kedua tersebut, yang merupakan bahan untuk membuat gerabah, kemudian akan dicampur dengan pasir.

"Pasirnya harus spesial, pasir lebo namanya. Pasir yang sudah bercampur dengan dengan debu dari sungai belakang sini, kemudian dicampur dengan air dan digiling. Dengan adonan itulah, keramik kemudian dibuat,” jelas Muhtaromin.

Sayangnya, walaupun potensi bisnis di Kampung Gerabah sangat besar, para pengrajin justru kesulitan dalam mengakses modal untuk mengembangkan usaha mereka.

Untunglah, BRI melalui Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) memberikan dukungan kepada para pengrajin yang tergabung dalam Klaster Gerabah ini. Salah satu anggota Klaster Kampung Gerabah, Abidin mengaku diajak Muhtaromin untuk bergabung.

“Setelah saya ikut Klaster Gerabah, dampaknya banyak. Penjualan makin luas dan omset pemesanan juga makin bertambah. Dengan BRI KUR, saya sekarang punya tempat lebih lebar untuk produksi lagi,” ujar laki-laki yang mengaku, tempat usaha sebelumnya sangat kecil.

Tak cuma pemberian modal, bentuk dukungan BRI bagi para pengrajin adalah pemberian edukasi pembayaran lewat QRIS. Dengan QRIS, maka para pengrajin bisa menjual produk mereka dengan lebih aman, nyaman, dan praktis.

Sepakat dengan upaya yang dilakukan BRI tersebut, beberapa waktu lalu,  pengamat ekonomi, yang merupakan Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah mengatakan, pemberdayaan UMKM merupakan salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, hal ini penting agar tujuan pendirian BUMN, sebagaimana diatur dalam UU No.19/2003 tentang BUMN, yaitu berkontribusi dalam mendorong ekonomi nasional dan memberikan tambahan pendapatan negara, dapat tercapai.

Menurutnya, BUMN di Indonesia memiliki peran yang unik dan berbeda dari negara-negara lain. Mereka bukan hanya sebagai agen pembangunan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi Indonesia. BUMN, termasuk BRI, berperan dalam menciptakan lapangan kerja, membina, dan mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah.

"Semua pihak harus bersinergi agar ekonomi tumbuh. Hal ini harus didukung dengan kebijakan di sektor riil yang bersifat sinergis," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Bisnis Agregasi, Model Usaha yang Diyakini Mampu Pesatkan Pertumbuhan Sektor Kriya

Mengenal Bisnis Agregasi, Model Usaha yang Diyakini Mampu Pesatkan Pertumbuhan Sektor Kriya

Bisnis | Selasa, 28 November 2023 | 16:55 WIB

Dengan Pembekalan dan Permodalan, Perekonomian Anggota ADK Dusun Tohpati Kini Makin Meningkat

Dengan Pembekalan dan Permodalan, Perekonomian Anggota ADK Dusun Tohpati Kini Makin Meningkat

Bisnis | Selasa, 28 November 2023 | 09:25 WIB

Bertumbuh Bersama, Cerita Fitur dan Inovasi Shopee Menemani Perjalanan ZM Zaskia Mecca & Sepasang Collection

Bertumbuh Bersama, Cerita Fitur dan Inovasi Shopee Menemani Perjalanan ZM Zaskia Mecca & Sepasang Collection

News | Senin, 27 November 2023 | 14:24 WIB

Beri Pelatihan UMKM, SDG Sulsel Ajarkan Warga Tentang Cara Memulai Usaha

Beri Pelatihan UMKM, SDG Sulsel Ajarkan Warga Tentang Cara Memulai Usaha

Bisnis | Senin, 27 November 2023 | 06:07 WIB

Viral Ekspor UMKM Terkendala Hingga Diminta Bayar Rp188 Juta, Ini Respon Bea Cukai

Viral Ekspor UMKM Terkendala Hingga Diminta Bayar Rp188 Juta, Ini Respon Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 26 November 2023 | 17:47 WIB

Mudahkan Transaksi di 200 Negara, BRI Kolaborasi dengan Visa Indonesia Luncurkan Debit Virtual

Mudahkan Transaksi di 200 Negara, BRI Kolaborasi dengan Visa Indonesia Luncurkan Debit Virtual

Bisnis | Sabtu, 25 November 2023 | 22:06 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×