Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kuartal III 2023, INET Kantongi Pendapatan Rp19,77 Miliar

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 22 Desember 2023 | 17:48 WIB
Kuartal III 2023, INET Kantongi Pendapatan Rp19,77 Miliar
Ilustrasi. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET), emiten infrastruktur telekomunikasi, membukukan kenaikan pendapatan secara year-on-year (YoY) pada kuartal III/2023 sebesar 37,08% menjadi Rp19,77 miliar.

Suara.com - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET), emiten infrastruktur telekomunikasi, membukukan kenaikan pendapatan secara year-on-year (YoY) pada kuartal III/2023 sebesar 37,08% menjadi Rp19,77 miliar.

Emiten yang resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 14 Juli 2023 tersebut, menggelar paparan publik atau public expose untuk tahun buku 2023 secara daring pada Jumat (22/12/2023).

Dalam paparan publik tersebut, Direktur Utama INET Muhammad Arif, yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) memaparkan profil dan juga layanan Perseroan.

Sedangkan pada kesempatan yang sama, Direktur INET Bayu Satrio menjelaskan tentang kinerja keuangan perusahaan.

Mengacu pada laporan keuangan yang telah diaudit per 31 Desember 2022, membukukan kenaikan pendapatan sebesar 37,08% menjadi Rp19,77 miliar pada kuartal III/2023, dari periode yang sama tahun 2022 senilai Rp14,42 miliar.

Dari sisi pencapaian laba perusahaan, ada kenaikan sebesar 40,44% menjadi Rp1,53 miliar pada kuartal III/2023, dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,09 miliar.

Sementara itu, total aset perseroan hingga kuartal III/2023 mencapai Rp223,74 miliar naik dari 31 Desember 2022 sebesar 72,983 miliar. Di mana pada tahun ini, jumlah aset lancar sebesar Rp 66,48 miliar dan total aset tidak lancar sebesar Rp157,25 miliar.

Pada kuartal III/2023, liabilitas perseroan naik menjadi Rp8,49 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 7,78 miliar. Dengan rincian liabilitas jangka pendek pada tahun ini sebesar Rp8,25 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp239,49 juta.

Adapun, total ekuitas perusahaan naik menjadi Rp215,24 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp65,2 miliar.

baca juga

Direktur INET Erick Bermand Siregar juga menjelaskan terdapat empat strategi yang dilakukan INET pada 2023. Pertama, perseroan akan terus melakukan peningkatan Kompetensi Karyawan. Kedua kebijakan pricing dan juga memberikan diskon yang menarik kepada pelanggan yang menggunakan jasa Perseroan pada jumlah tertentu.

Ketiga, perseroan akan terus memperkuat positioning sebagai penyedia jasa infrastruktur yang memberikan layanan terbaik bagi para pelanggan. Dan yang terakhir, Perseroan akan terus menambah PoP (Point of Presence) untuk semakin meningkatkan jangkauan kepada pelanggan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dear Investor! Asing Sebut Pasar Saham RI Bakal Terguncang Pada Pemilu 2024

Dear Investor! Asing Sebut Pasar Saham RI Bakal Terguncang Pada Pemilu 2024

Bisnis | Jum'at, 22 Desember 2023 | 15:52 WIB

Saham Astra (ASII) Longsor Usai Skandal Uji Tabrak Daihatsu-Toyota Ketahuan Bodong

Saham Astra (ASII) Longsor Usai Skandal Uji Tabrak Daihatsu-Toyota Ketahuan Bodong

Bisnis | Kamis, 21 Desember 2023 | 11:47 WIB

Bank Digital Neo Commerce Tatap Optimis Kinerja Keuangan di Tahun Politik

Bank Digital Neo Commerce Tatap Optimis Kinerja Keuangan di Tahun Politik

Bisnis | Selasa, 19 Desember 2023 | 15:45 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB