Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.318,500
LQ45 630,677
Srikehati 317,136
JII 401,976
USD/IDR 17.600

Dulu Menghina, Kini CEO Tesla Elon Musk Angkat Topi ke Mobil Listrik Buatan China

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 04 Januari 2024 | 10:42 WIB
Dulu Menghina, Kini CEO Tesla Elon Musk Angkat Topi ke Mobil Listrik Buatan China
CEO Tesla, Elon Musk kini secara terang-terangan mengakui mobil listrik buatan China.

Suara.com - CEO Tesla, Elon Musk kini secara terang-terangan mengakui mobil listrik buatan China, padahal dulu sekitar tahun 2011 Elon Musk sempat mengejek Build Your Dream (BYD) produsen mobil listrik asal negeri tirai bambu yang dikatakan dirinya tak akan mampu bersaing melawan Tesla.

Tapi faktanya kini penjualan mobil BYD melampaui Tesla secara global dan langsung mematahkan mulut besar Elon Musk.

Elon Musk pun kini angkat topi atas capaian BYD tersebut.

"Itu terjadi bertahun-tahun yang lalu. Mobil mereka (BYD) sangat kompetitif akhir-akhir ini," tulis Elon Musk diakun X.

Jauh sebelumnya pada tahun 2011, Elon Musk sempat mengejek BYD sebagai kompetitor yang belum fokus menjual mobil listrik di China. Kala itu, menurut Musk, BYD tak punya teknologi untuk bisa bersaing di global segmen mobil listrik.

Komentar itu disampaikan Musk saat diwawancarai salah satu stasiun TV swasta, Bloomberg. Ia mulanya dimintai komentar soal persaingan Tesla dengan BYD.

Musk sempat tertawa merespons pertanyaan itu, sembari bertanya kembali "pernahkah Anda melihat mobil BYD?"

"Menurut saya, mereka (BYD) tidak memiliki produk yang bagus. Mengapa begitu? Menurut saya, produknya tidak terlalu menarik. Teknologinya tidak terlalu bagus," kata Musk.

Dia menjelaskan BYD sebagai perusahaan otomotif memiliki segudang masalah di negara asalnya, China.

"Jadi saya pikir fokus mereka adalah memang seharusnya fokus untuk memastikan mereka tidak mati di China," tuturnya.

12 tahun kemudian ejekan Musk disampaikan ke publik, kini BYD justru berbalik dan berhasil mendistribusikan sebanyak 3.024.417 unit kendaraan selama 2023, menyalip distribusi Tesla.

BYD berhasil mendistribusikan sebanyak 1,6 juta mobil listrik (battery electric vehicle/BEV) dan 1,4 juta jenis plug-in hybrid (PHEV). BYD merupakan perusahaan teknologi yang setop produksi mobil konvensional mulai 2022.

Sementara Tesla, bermodal mobil listrik (BEV) dengan total produksi pada 2023 sebesar 1,8 juta unit, atau turun dari target 2 juta unit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Twitter Makin Anjlok Usai Dibeli Elon Musk

Twitter Makin Anjlok Usai Dibeli Elon Musk

Tekno | Rabu, 03 Januari 2024 | 20:12 WIB

BYD Kembali Kalahkan Tesla sebagai Produsen Mobil Listrik Terbesar Dunia

BYD Kembali Kalahkan Tesla sebagai Produsen Mobil Listrik Terbesar Dunia

Otomotif | Selasa, 02 Januari 2024 | 17:07 WIB

Sempat Ditertawakan Elon Musk, BYD Ungguli Penjualan Tesla?

Sempat Ditertawakan Elon Musk, BYD Ungguli Penjualan Tesla?

Otomotif | Senin, 01 Januari 2024 | 20:01 WIB

Terkini

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:18 WIB

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:57 WIB

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:53 WIB

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:48 WIB

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:31 WIB

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:25 WIB

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:23 WIB

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:59 WIB

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:30 WIB