Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Dulu Menghina, Kini CEO Tesla Elon Musk Angkat Topi ke Mobil Listrik Buatan China

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 04 Januari 2024 | 10:42 WIB
Dulu Menghina, Kini CEO Tesla Elon Musk Angkat Topi ke Mobil Listrik Buatan China
CEO Tesla, Elon Musk kini secara terang-terangan mengakui mobil listrik buatan China.

Suara.com - CEO Tesla, Elon Musk kini secara terang-terangan mengakui mobil listrik buatan China, padahal dulu sekitar tahun 2011 Elon Musk sempat mengejek Build Your Dream (BYD) produsen mobil listrik asal negeri tirai bambu yang dikatakan dirinya tak akan mampu bersaing melawan Tesla.

Tapi faktanya kini penjualan mobil BYD melampaui Tesla secara global dan langsung mematahkan mulut besar Elon Musk.

Elon Musk pun kini angkat topi atas capaian BYD tersebut.

"Itu terjadi bertahun-tahun yang lalu. Mobil mereka (BYD) sangat kompetitif akhir-akhir ini," tulis Elon Musk diakun X.

Jauh sebelumnya pada tahun 2011, Elon Musk sempat mengejek BYD sebagai kompetitor yang belum fokus menjual mobil listrik di China. Kala itu, menurut Musk, BYD tak punya teknologi untuk bisa bersaing di global segmen mobil listrik.

Komentar itu disampaikan Musk saat diwawancarai salah satu stasiun TV swasta, Bloomberg. Ia mulanya dimintai komentar soal persaingan Tesla dengan BYD.

Musk sempat tertawa merespons pertanyaan itu, sembari bertanya kembali "pernahkah Anda melihat mobil BYD?"

"Menurut saya, mereka (BYD) tidak memiliki produk yang bagus. Mengapa begitu? Menurut saya, produknya tidak terlalu menarik. Teknologinya tidak terlalu bagus," kata Musk.

Dia menjelaskan BYD sebagai perusahaan otomotif memiliki segudang masalah di negara asalnya, China.

"Jadi saya pikir fokus mereka adalah memang seharusnya fokus untuk memastikan mereka tidak mati di China," tuturnya.

12 tahun kemudian ejekan Musk disampaikan ke publik, kini BYD justru berbalik dan berhasil mendistribusikan sebanyak 3.024.417 unit kendaraan selama 2023, menyalip distribusi Tesla.

BYD berhasil mendistribusikan sebanyak 1,6 juta mobil listrik (battery electric vehicle/BEV) dan 1,4 juta jenis plug-in hybrid (PHEV). BYD merupakan perusahaan teknologi yang setop produksi mobil konvensional mulai 2022.

Sementara Tesla, bermodal mobil listrik (BEV) dengan total produksi pada 2023 sebesar 1,8 juta unit, atau turun dari target 2 juta unit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Twitter Makin Anjlok Usai Dibeli Elon Musk

Twitter Makin Anjlok Usai Dibeli Elon Musk

Tekno | Rabu, 03 Januari 2024 | 20:12 WIB

BYD Kembali Kalahkan Tesla sebagai Produsen Mobil Listrik Terbesar Dunia

BYD Kembali Kalahkan Tesla sebagai Produsen Mobil Listrik Terbesar Dunia

Otomotif | Selasa, 02 Januari 2024 | 17:07 WIB

Sempat Ditertawakan Elon Musk, BYD Ungguli Penjualan Tesla?

Sempat Ditertawakan Elon Musk, BYD Ungguli Penjualan Tesla?

Otomotif | Senin, 01 Januari 2024 | 20:01 WIB

Terkini

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 18:19 WIB

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 17:08 WIB

Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya

Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 15:12 WIB

Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak

Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 10:09 WIB

Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global

Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:39 WIB

Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel

Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:24 WIB

Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi

Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:11 WIB

Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah

Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 06:17 WIB

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 21:57 WIB

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 19:58 WIB