Harga Bitcoin Diprediksi Mampu Tembus US$50.000, Faktor Pendukungnya Sudah Muncul

M Nurhadi Suara.Com
Kamis, 04 Januari 2024 | 12:57 WIB
Harga Bitcoin Diprediksi Mampu Tembus US$50.000, Faktor Pendukungnya Sudah Muncul
Ilustrasi [Unsplash/Jonathan Borba]

Suara.com - Bitcoin (BTC) tengah mengalami fase bullish, setidaknya sejak awal pekan ini. Berdasarkan pantauan redaksi Suara.com pada hingga Kamis (4/1/2023) siang nilai Bitcoin berada di angka US$43.131 atau sekitar Rp669 juta setelah sempat mencatatkan level tertingginya sejak April 2022, bertahan di angka US$45.000.

Tren pertumbuhan nilai kripto dengan pasar terbesar itu terus berlanjut, mencatatkan kenaikan lebih dari 20% sepanjang bulan Desember 2023 hingga awal tahun ini. Sentimen positif terkait persetujuan Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin oleh Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) menjadi pendorong utama di balik kenaikan ini.

Dengan tenggat waktu keputusan SEC tinggal tujuh hari lagi, atau pada 10 Januari, keyakinan pasar semakin kuat bahwa persetujuan ETF Bitcoin di pasar saham tradisional Amerika Serikat akan segera terealisasi.

"Pasar terus menguat karena keyakinan penuh bahwa ETF Bitcoin akan segera diizinkan memasuki pasar di AS," kata Darius Tabatabai, salah satu pendiri bursa terdesentralisasi Vertex Protocol.

"Biasanya, kejadian seperti ini bersifat membeli rumor, menjual berita, dan tampaknya hal ini tidak terkecuali," sambung dia.

Meski telah mengalami kenaikan signifikan, Bitcoin belum mencapai rekor tertingginya sepanjang masa, yaitu US$69.000 pada tahun 2021.

Kenaikan harga BTC memicu pergolakan bursa yang berpotensi mendorong harga Bitcoin mencapai US$50.000. Menurut Dave the Wave, harga US$50.000 akan menjadi harga wajar Bitcoin ketika nilainya masih di level US$35.000. Dengan keyakinan yang semakin kuat, Dave the Wave bahkan memproyeksikan bahwa Bitcoin dapat mencapai US$180.000 pada April 2025.

Meskipun harga Bitcoin sempat mencapai US$50.000 pada Desember 2021, namun harga tersebut kemudian mengalami penurunan signifikan akibat keputusan bank sentral AS (The Fed) untuk mengencangkan kebijakan dan menghapus stimulus.

Harga Bitcoin, yang menjadi sangat responsif terhadap kebijakan Fed dan saham-saham teknologi, kemudian mengalami penurunan.

Baca Juga: Melangkah dengan Bijak, Tips Memilih Platform Investasi Kripto yang Tepat

Meskipun harga kripto sempat merosot dari akhir Maret hingga awal Oktober 2023 karena sejumlah kebangkrutan dan skandal industri, namun kondisi pasar saat ini mulai berbalik.

CEO Hashnote, Leo Mizuhara menyebut, harga Bitcoin pada kisaran US$45.000 sebagai indikasi bahwa pasar sedang aktif mengakumulasi. Selain itu, beberapa koin lain, seperti Ether, juga mengalami kenaikan sebesar 4,1%, meskipun Solana mengalami penurunan sebesar 2,23%

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI