Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

IMF Sebut AI Meresehkan Ketersedian Lapangan Kerja Global

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 15 Januari 2024 | 09:24 WIB
IMF Sebut AI Meresehkan Ketersedian Lapangan Kerja Global
Ilustrasi. Kecerdasan Buatan (AI) akan mempengaruhi hampir 40 persen pekerjaan global, dimana negara-negara maju menghadapi efek yang lebih besar dibandingkan negara-negara berkembang

Suara.com - Kecerdasan Buatan (AI) akan mempengaruhi hampir 40 persen pekerjaan global, dimana negara-negara maju menghadapi efek yang lebih besar dibandingkan negara-negara berkembang dan negara-negara berpenghasilan rendah, menurut analisis Dana Moneter Internasional (IMF).

"Dalam sebagian besar skenario, AI kemungkinan akan memperburuk kesenjangan secara keseluruhan, sebuah tren yang meresahkan yang harus diatasi secara proaktif oleh para pembuat kebijakan untuk mencegah teknologi tersebut semakin memicu ketegangan sosial," kata Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dikutip dari Bloomberg Senin (15/1/2024).

Dampak ketimpangan pendapatan yang ditimbulkan oleh AI akan sangat bergantung pada seberapa besar teknologi tersebut dapat melengkapi masyarakat yang berpenghasilan tinggi. Lebih banyak produktivitas dari pekerja dan perusahaan berpenghasilan tinggi akan meningkatkan pengembalian modal, sehingga memperlebar kesenjangan kekayaan, kata Georgieva. Negara-negara harus menyediakan .jaring pengaman sosial yang komprehensif. dan program pelatihan ulang bagi pekerja yang rentan, katanya.

Meskipun ada potensi AI untuk sepenuhnya menggantikan beberapa pekerjaan, skenario yang paling mungkin adalah AI akan melengkapi pekerjaan manusia, menurut analisis tersebut. Sekitar 60 persen pekerjaan di negara-negara maju mungkin terkena dampaknya, lebih banyak dibandingkan negara-negara berkembang dan berpendapatan rendah.

Pendapat Georgieva tentang kecerdasan buatan bertepatan dengan pertemuan para pemimpin bisnis dan politik global di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, di mana AI menjadi topik diskusi.

Perusahaan telah mengeluarkan banyak uang untuk teknologi yang sedang berkembang ini, yang terkadang memicu kekhawatiran di kalangan karyawan tentang masa depan peran mereka. Salah satu contohnya adalah Buzzfeed, yang mengumumkan rencana untuk menggunakan AI untuk membantu pembuatan konten dan menutup departemen berita, serta memecat lebih dari 100 staf.

Uni Eropa mencapai kesepakatan tentatif pada bulan Desember mengenai undang-undang yang menetapkan perlindungan terhadap AI, sementara Amerika Serikat masih mempertimbangkan sikap peraturan federalnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Karyawan Pengembang AI Apple Terancam Dipecat

Ratusan Karyawan Pengembang AI Apple Terancam Dipecat

Tekno | Minggu, 14 Januari 2024 | 19:59 WIB

Prabowo Subianto Sindir IMF Tidak Berpihak Pada Indonesia, Hanya Mau Untung

Prabowo Subianto Sindir IMF Tidak Berpihak Pada Indonesia, Hanya Mau Untung

Bisnis | Jum'at, 12 Januari 2024 | 14:59 WIB

Duolingo PHK Karyawan Kontrak, Diganti Teknologi AI

Duolingo PHK Karyawan Kontrak, Diganti Teknologi AI

Tekno | Jum'at, 12 Januari 2024 | 11:45 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×