Nikel, Kendaraan Listrik dan Isu Kerusakan Lingkungan dalam Debat Cawapres

M Nurhadi Suara.Com
Senin, 22 Januari 2024 | 16:02 WIB
Nikel, Kendaraan Listrik dan Isu Kerusakan Lingkungan dalam Debat Cawapres
Presiden RI Joko Widodo saat meninjau stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dengan tipe ultra fast charging, pertama di Indonesia. Sabtu, (26/3/2022). Perhatikan pula Genesis G80 electrified yang diisi ulang baterainya (ANTARA/HO)

Suara.com - Debat calon wakil presiden (cawapres) Minggu (21/1/2024) antara lain membahas sumber daya alam, energi, dan lingkungan. Salah satu topik yang dibahas adalah penggunaan energi terbarukan.

Isu ini juga erat hubungannya dengan penggunakan nikel sebegai bahan baku utama baterai yang akan digunakan dalam kendaraan listrik. Isu bebas nikel dan mencari alternatif energi terbarukan tampaknya juga masih jauh panggang dari api. 

Kendati demikian optimisme justru ditunjukkan oleh cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka. Dia mengatakan campuran biodisel B35 dan B40 berkontribusi pada penurunan impor minyak dan energi yang lebih ramah lingkungan untuk bahan bakar. Kendati demikian Gibran tak menyebutkan angka statistik terkait skala penggunaan bahan bakar tersebut. 

Sementara itu, pertambangan nikel untuk bahan baku utama baterai mobil listrik telah menimbulkan efek negatif bagi lingkungan.

Di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pusat penambangan nikel terbesar di Indonesia banjir mengakibatkan warga desa kehilangan lahan pertanian serta sejumlah infrastruktur yang rusak. 

Baterai nikel juga ditantang oleh cuaca di negara penggunanya. Baru – baru ini, suhu beku di seluruh Amerika Serikat bagian tengah telah mengurangi jangkauan kendaraan listrik dan membuat pengemudi harus menunggu lama di stasiun pengisian daya.

Melansir The Guardian, selama hampir seminggu, suhu dingin dari Chicago ke Texas utara telah menyulitkan pemilik kendaraan listrik. Mereka harus mengurangi jarak mengemudi selain juga harus menunggu berjam – jam di stasiun pengisian daya. 

Kendaraan listrik memang akan kehilangan sebagian jangkauan perjalanan mereka dalam cuaca dingin, terutama pada suhu di bawah nol seperti yang melanda Amerika Serikat pekan ini. Studi menemukan bahwa penurunan jangkauan bisa mencapai 36 persen. Pengisian daya juga berjalan lebih lambat.  

Penjelasannya, di dalam baterai mobil listrik ion lithium mengalir melalui elektrolit cair untuk menghasilkan listrik. Namun, sistem ini bergerak lebih lambat melalui elektrolit ketika menjadi dingin dan tidak melepaskan banyak energi. Hal ini juga memotong jangkauan dan dapat menguras baterai lebih cepat.

Baca Juga: Soal 'Ulah' Gibran di Debat Cawapres, Ganjar Minta Orang Lain Menilai: Saya Ada Konfliknya

Baterai tidak dapat menerima banyak listrik dari steker pengisian daya karena elektron bergerak dengan lebih lambat. Hal ini membuat pengisian daya juga berjalan lebih lambat.

"Hampir semua hal yang merupakan zat kimia melambat ketika mencapai suhu rendah. Hal ini terjadi secara alamiah." kata Neil Dasgupta, profesor teknik ilmu mesin dan material di University of Michigan. 

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI