Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

PLN Indonesia Power Kejar Target Bauran EBT dan Tingkatkan Cofiring Sebagai Salah Satu Green Booster

Iwan Supriyatna

Sabtu, 10 Februari 2024 | 11:30 WIB
PLN Indonesia Power Kejar Target Bauran EBT dan Tingkatkan Cofiring Sebagai Salah Satu Green Booster
PT PLN Indonesia Power (PLN IP) PLTU Adipala telah menerapkan pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar pengganti batu bara (Cofiring), dengan memanfaatkan berbagai limbah dari kayu hingga uang kertas.

Suara.com - PT PLN Indonesia Power (PLN IP) PLTU Adipala telah menerapkan pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar pengganti batu bara (Cofiring), dengan memanfaatkan berbagai limbah dari kayu hingga uang kertas.

PLTU Adipala pun mendapat perhatian dari Komisi VII DPR RI dan Kementerian ESDM setelah beberapa waktu lalu mendapatkan Piagam Penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas penggunaan limbah racik uang kertas (LRUK) terbanyak yaitu sebanyak 100 Ton yang dijadikan untuk cofiring atau subtitusi energi primer Pembangkit Listrik Tenaga Uap.

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto yang hadir bersama 2 Anggota Komisi VII lainnya Abdul Kadir Karding dan Rofik Hananto mengatakan, PLTU Adipala kini terus berinovasi untuk menjadi PLTU yang lebih hijau dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan Biomassa sebagai bahan bakarnya, sehingga emisi yang dihasilkan dapat terus ditekan di tengah kebutuhan energi khususnya listrik yang terus meningkat.

"Kita dorong terus dan kita upayakan PLTU Adipala ini dapat mencapai 100 persen firing biomass seperti 4 PLTU lainnya yang telah mencapai 100 persen," kata Sugeng.

Sugeng pun memandang PLN Indonesia Power sangat serius dalam menekan emisi pada PLTU Adipala, meskipun telah menggunakan teknologi super critical yang diyakini efisien dalam proses produksi listriknya namun PLN IP terus mencari terobosan yang salah satunya dengan menerapkan cofiring biomass di PLTU Adipala.

"Sekarang saya lihat upaya-upayanya sudah sungguh luar biasa diantaranya apa, di sini sudah super critical. Namun tidak hanya itu, cofiring biomass juga diterapkan," tuturnya.

Sugeng melanjutkan, abu sisa pembakaran batu bara atau Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dari PLTU Adipala pun telah dimanfaatkan sebagai produk campuran bahan baku untuk keperluan pembangunan infrastruktur.

"PLTU Adipala telah memulai itu dengan baik jadi telah memanfaatkan limbah juga yakni berupa apa FABA yang dari sisa sisa pembakaran batu bara telah dimanfaatkan menjadi produk-produk batu bata untuk berbagai keperluan infrasktruktur. Bagus sekali dan juga dalam rangka memenuhi kebutuhan kebutuhan ESG yaitu Environment, Social and Governance yang saya lihat PLTU Adipala ini menjalankan dengan baik," paparnya.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Wanhar mengungkapkan dalam menerapkan cofiring PLTU Adipala telah melakukan inovasi dengan memanfaatkan berbagai sumber biomassa, mulai dari kayu hasil sebuk gergaji hingga limbah racik uang kertas (LURK), hal ini sejalan dengan program Pemerintah dalam menurunkan emisi.

"PLTU Adipala dalam kondisi yang sangat baik, satu hal yang memang saya apresiasi adalah program dimana program Pemerintah ini sudah dilaksanakan oleh PLN IP dengan baik termasuk PLTU adipala. Dimana saat ini PLTU Adipala sudah melakukan program cofiring, dengan menggunakan limbah limbah, baik dari gergajian kayu maupun limbah uang kertas, ini menarik," jelasnya.

Menurut Wanhar, pemanfaatan LRUK merupakan terobosan terbaru dan pasokannya terjamin, sebab berdasarkan data Bank Indonesia, dalam satu tahun ada 6 ribu ton LURK.

"Cofiring dengan limbah uang kertas ini pertama kali saya denger, ini juga menarik sebagaimana yang kita ketahui uang akan selalu ada, ya walaupun sudah ada emoney. Kalau dari penjelasan BI ini cukup sustain, karena ada sekitar 6 ribu ton pertahun, mudah-mudahan akan menjadi alternatif biomass yang akan memenuhi co-firing di PLTU Adipala," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan PLN Indonesia Power terus kejar target bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen di tahun 2025, salah satunya melalui program cofiring, termasuk di PLTU Adipala. Program ini dijadikan sebagai salah satu green booster dalam program percepatan peningkatan energi terbarukan dengan minimum investasi dikarenakan menggunakan fasilitas yang sudah ada.

“PLN Indonesia Power terus lakukan manuver untuk mencapai target bauran EBT di tahun 2025. Selain terus menggali potensi EBT di Indonesia, kami juga jalankan program cofiring yang dijadikan sebagai salah satu green booster dalam program percepatan peningkatan energi terbarukan. Tak hanya itu, kami juga terus mencoba beberapa alternatif bahan baku cofiring, salah satunya dengan LRUK dan berhasil” Ujar Edwin.

Saat ini PLTU Adipala terus menaikan target tonase dan kWh green untuk cofiring hingga 5 persen. Maka dari itu diperlukan tambahan material bahan bakar dari berbagai jenis biomassa, salah satunya adalah pemanfaatan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) yang bekerjasama dengan Bank Indonesia Purwokerto di tahun 2023.

Berdasarkan data Bank Indonesia Tahun 2021, rata-rata LRUK yang dihasilkan adalah hampir 6 ribu Ton per Tahun. Nilai kalor LRUK cukup tinggi yaitu 3.901 kCal/kg (ar), jika dibandingkan dengan biomassa sawdust yaitu sekitar 2.500 kCal/kg (ar) sehingga dalam 1 tahun dapat dihasilkan energi sebesar 21.679.027,3 MCal atau 25.201,9 MWh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PLN Indonesia Power Sinkronisasi Pasokan Listrik dari BMPP Nusantara 1 ke Sistem Ambon

PLN Indonesia Power Sinkronisasi Pasokan Listrik dari BMPP Nusantara 1 ke Sistem Ambon

Bisnis | Jum'at, 02 Februari 2024 | 18:26 WIB

PLN Indonesia Power Sukses Operasikan 4 PLTU 100% Biomass Firing

PLN Indonesia Power Sukses Operasikan 4 PLTU 100% Biomass Firing

Bisnis | Rabu, 31 Januari 2024 | 08:35 WIB

PLN Manfaatkan Co-Firing Tekan Emisi Karbon di PLTU

PLN Manfaatkan Co-Firing Tekan Emisi Karbon di PLTU

Bisnis | Kamis, 25 Januari 2024 | 08:14 WIB

Terkini

Perkuat GCG and Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG and Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:23 WIB