Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Boy Thohir Ingin Pemenang Pilpres Seperti Jokowi, Rangkul Pihak yang Kalah

Achmad Fauzi

Rabu, 14 Februari 2024 | 15:50 WIB
Boy Thohir Ingin Pemenang Pilpres Seperti Jokowi, Rangkul Pihak yang Kalah
Pengusaha Nasional Garibaldi Thohir atau Boy Thohir/Achmad Fauzi

Suara.com - Pengusaha Nasional Garibaldi Thohir atau Boy Thohir mengharapkan siapapun pihak yang memenangkan pemilihan presiden (Pilpres) tidak boleh jumawa. Selain itu, lanjut dia, bagi yang kalah jangan emosi dan harus mengakui kekalahannya.

"Saya selalu percaya Indonesia kan pemimpinnya semua bijak. Jadi siapapun yang menang, yang terpilih, pertama yang menang tidak boleh sombong, yang kalah juga harus mengakui, fair," ujarnya saat ditemui di TPS 18 Gudang Peluru, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2024).

Bos Adaro Energy ini juga meminta kepada pemimpin yang terpilih agar seperti Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memenangkan Pilpres pada 2019 lalu. Boy Thohir memandang saat itu Jokowi justru merangkul lawan-lawannya dalam Pilpres dan memasukkannya dalam Kabinet Indonesia Maju.

Baca Juga
Seperti Erick Thohir, Pengusaha Boy Thohir Acungkan Dua Jari Setelah Nyoblos

"Dan harapannya siapapun yang menang kayak model Pak Jokowi lagi lah, merangkul yang kalah ataupun yang belum saatnya. Kita bangun sama-sama. Negara ini terlalu besar kalau kita sendiri-sendiri," ucap dia.

Boy Thohir juga meminta para pengusaha juga harus kompak dengan bersama-sama pemerintah menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Sebab, dia menilai ini adalah momentum yang tepat untuk bergerak menyalip negara-negara lain.

"Pengusaha juga harus bersama-sama dengan pemerintah untuk Indonesia yang lebih maju. Sayang momentumnya, benar-benar kalau menurut saya momentumnya 2,3,4,5 tahun ke depan ini. Kalau kita miss, sayang sekali. Sedangkan negara-negara lain pasti akan terus berbenah diri, berlomba-lomba untuk berkompetisi secara internasional," kata dia.'

Sebelumnya, Boy Thohir berharap pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) bisa berlangsung lebih cepat. Hal ini ini penting agar para pengusahan yang lain tidak menunggu atau wait and see untuk melakukan investasi yang berimbas pada perekonomian dalam negeri.

"Kayaknya begitu (wait and see). Kita lihat mungkin satu putaran atau dua putaran. Tapi kalau menurut saya so far so good," imbuh dia.

Bos Adaro Energy itu juga melihat pilpres ini berlangsung sangat baik dengan tidak adanya gesekan. Menurut Boy Thohir, kondisi ini bisa memberikan persepsi yang baik bagi pengusaha dalam maupun luar negeri.

"Kalau saya lihat kan seperti yang teman-teman lihat semua berjalan sangat baik, bagus. Dan dalam kondisi yang damai, saya banyak ketemu teman-teman lama di sini," jelas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Erick Thohir Sesalkan Adanya Black Campaign dari Pihak Asing

Erick Thohir Sesalkan Adanya Black Campaign dari Pihak Asing

Bisnis | Rabu, 14 Februari 2024 | 15:13 WIB

Tanggapi Film Dokumenter Dirty Vote, Erick Thohir: Itu Bagian Demokrasi, Asal Jangan Black Campaign

Tanggapi Film Dokumenter Dirty Vote, Erick Thohir: Itu Bagian Demokrasi, Asal Jangan Black Campaign

Bisnis | Rabu, 14 Februari 2024 | 14:32 WIB

Seperti Erick Thohir, Pengusaha Boy Thohir Acungkan Dua Jari Setelah Nyoblos

Seperti Erick Thohir, Pengusaha Boy Thohir Acungkan Dua Jari Setelah Nyoblos

Bisnis | Rabu, 14 Februari 2024 | 13:20 WIB

Terkini

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:48 WIB

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:34 WIB

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:17 WIB

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:05 WIB

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:59 WIB

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:54 WIB

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:50 WIB

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:40 WIB

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:39 WIB