Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pencairan BLT Rp600 Ribu Diundur, Gara-gara Beras Mahal?

M Nurhadi

Kamis, 22 Februari 2024 | 13:25 WIB
Pencairan BLT Rp600 Ribu Diundur, Gara-gara Beras Mahal?
Pencairan bantuan langsung tunai daerah (BLTD) tahun 2023 tahap tempat oleh Pemkot Madiun, Jatim untuk wilayah Kecamatan Kartoharjo di Aula Kantor Kelurahan Kartoharjo, Senin (11/12/2023). [ANTARA/HO-Diskominfo Kota Madiun]

Suara.com - Rencana pemerintah untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dengan tujuan mitigasi risiko pangan senilai Rp600 ribu yang sebelumnya dijadwalkan pada Februari resmi ditunda. Alasan BLT ditunda karena harga kebutuhan pokok naik jelang Ramadhan dan Idul Fitri.

"Harga pangan memang relatif naik makanya kita sudah melihat itu, makanya kita siapkan BLT tadi," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dikutip Suara.com pada Kamis (22/2/2024).

Sementara, nantinya BLT akan dicairkan pada bulan Maret 2024, saat memasuki bulan puasa Ramadan 1445 Hijriah.

"BLT nanti akan kita realisasikan untuk Ramadan," ujarnya usai Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2024.

Nantinya, penyaluran BLT akan dilakukan melalui PT Pos Indonesia sebagai mitra. Airlangga menjelaskan bahwa melalui PT Pos akan lebih efisien secara biaya daripada melalui perbankan.

"Pertama lebih murah. Jadi kalau cost lewat PT Pos sebarkan itu ongkosnya Rp30 ribu, kalau melalui perbankan Rp60 ribu," ungkap dia.

Program BLT Mitigasi Risiko Pangan direncanakan untuk periode Januari-Maret 2024 dengan nilai bantuan Rp200 ribu per bulan.

Namun, penyalurannya dijadwalkan secara keseluruhan pada bulan Februari 2024 dengan total Rp600 ribu. Anggaran sebesar Rp11,25 triliun telah dialokasikan melalui pagu anggaran bansos di Kementerian Sosial untuk program ini, yang berbeda dengan BLT dan bansos beras El-Nino yang ditujukan untuk 22 juta KPM.

Keputusan ini menandai upaya pemerintah dalam mengatasi dampak ekonomi dan sosial yang timbul akibat kenaikan harga pangan, khususnya menjelang bulan puasa Ramadan, serta untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bansos Beras Jokowi Sampai Juni 2024, Berlanjutkah Hingga Oktober?

Bansos Beras Jokowi Sampai Juni 2024, Berlanjutkah Hingga Oktober?

Bisnis | Rabu, 21 Februari 2024 | 14:15 WIB

Harga Beras Kian Mencekik, Perut Orang RI Banyak yang Kelaparan

Harga Beras Kian Mencekik, Perut Orang RI Banyak yang Kelaparan

Bisnis | Rabu, 21 Februari 2024 | 10:06 WIB

Fantastis! Harga Beras 10 Kg di Daerah Ini Setara 40 Gram Perak Antam

Fantastis! Harga Beras 10 Kg di Daerah Ini Setara 40 Gram Perak Antam

Bisnis | Selasa, 20 Februari 2024 | 11:36 WIB

Habis Pemilu Beras Premium Mendadak Langka, Benarkah Untuk Bansos? Begini Kata Mendag Zulhas

Habis Pemilu Beras Premium Mendadak Langka, Benarkah Untuk Bansos? Begini Kata Mendag Zulhas

News | Selasa, 20 Februari 2024 | 11:00 WIB

Bagikan Beras di Tangerang Selatan, Presiden Jokowi: Bantuan Pangan Bulog Jadi Solusi Hadapi Kenaikan Harga

Bagikan Beras di Tangerang Selatan, Presiden Jokowi: Bantuan Pangan Bulog Jadi Solusi Hadapi Kenaikan Harga

Bisnis | Senin, 19 Februari 2024 | 19:28 WIB

Harga Beras Mahal, Jokowi: Makanya Ada Bansos!

Harga Beras Mahal, Jokowi: Makanya Ada Bansos!

Bisnis | Senin, 19 Februari 2024 | 15:17 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB