Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Investor Senang Negara Pegang Kendali Vale, Harga Sahamnya Langsung Melesat

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 27 Februari 2024 | 16:40 WIB
Investor Senang Negara Pegang Kendali Vale, Harga Sahamnya Langsung Melesat
Ilustrasi bursa efek (Unsplash)

Suara.com - Pergerakan harga saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) langusung melesat pada perdagangan hari ini (27/2). Kenaikan harga saham ini, setelah Vale melakukan divestasi saham, di mana pemerintah lewat MIND ID menjadi pemegang saham pengendali.

Berdasarkan data RTI, harga saham INCO ditutup naik 3,92 persen atau 150 poin menjadi Rp 3,980 per lembar saham. Pada hari ini, sebanyak 27,76 juta lembar saham diperdagangkan dengan nilia mencapai Rp 108,9 miliar.

Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta Utama mengakui, divestasi memang menjadi pendorong kenaikan harga saham INCO. Menurut dia, para investor mendapatkan kepastian terkait bisnis-bisnis INCO ke depan.

"Sebenarnya kepastian yang lebih dulu ya. Harga saham INCO ini kan mengalami downtrend, karena kan proses negosiasi mengenai divestasi ini berlangsung alot, tapi kedua pihak mempercepat negosiasi itu," ujar Nafan seperti dihubungi Suara.com, Selasa (27/2/2024).

Baca Juga
Sri Mulyani Kongko Bareng Luhut di Kantornya, Tanda Sinyal Masuk Kabinet Prabowo-Gibran?

Nafan melanjutkan, kepastian bisnis hilirisasi oleh INCO juga memberi harapan investor akan prospek kinerja di masa depan.

"Agar memberi kepastian pada investor, ini kan juga merupakan bagian kepentingan kita bersama komitmen menjalankan program hilirisasi sebagai cara meningkatkan nilai tambah sumber daya alam kita," ucap dia.

Sebelumnya, INCO resmi melakukan aksi korporasi divestasi saham. Dalam hal ini, MIND ID mengakuisisi saham sebesar 14 persen dari kepemilikan saham INCO yang dipegang Canada Limited (VCL), Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (SMM)

Pengakuisisi saham itu, lewat penandatanganan transaksi yang dilakukan oleh Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso, Deshnee Naidoo dari VCL, Yusuke Niwa dari SMM, Febriany Eddy dari PT VI di Jakarta pada Senin, 26 Februari 2024.

Adapun, harga dalam divestasi saham milik Vale yang disepakati sebesar Rp 3.059 per lembar saham.

Setelah Divestasi, kepemilikan porsi MIND ID di Vale menjadi bertambah. Awalnya, MIND ID hanya memiliki porsi saham sekitar 20 persen, dengan divestasi ini maka bertambah menjadi 34 persen dan menjadikan sebagai pemegang saham pengendali.

Adapun, komposisi pemegang saham Vale setelah kesepakatan adalah MIND ID sebesar 34,00 persen, VCL sebesar 33,88 persen, SMM sebesar 11,48 persen dan Publik sebesar 20,63 persen.

"MIND ID akan bersama-sama dengan VCL mengendalikan PT Vale Indonesia karena ini sifatnya kontrol bersama atau joint control over corporation," ujar Menteri BUMN Erick Thohir seperti yang dikutip, Selasa (27/2/2024).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham Vale Dikuasai Negara, Program Hilirisasi Gibran Bisa jalan?

Saham Vale Dikuasai Negara, Program Hilirisasi Gibran Bisa jalan?

Bisnis | Selasa, 27 Februari 2024 | 10:39 WIB

Begini Komposisi Kepemilikan Saham Vale Setelah Divestasi, MIND ID Jadi Pengendali

Begini Komposisi Kepemilikan Saham Vale Setelah Divestasi, MIND ID Jadi Pengendali

Bisnis | Selasa, 27 Februari 2024 | 10:04 WIB

Kepemilikan Saham Bertambah, Pemerintah Bakal Setir Bisnis Tambang Vale?

Kepemilikan Saham Bertambah, Pemerintah Bakal Setir Bisnis Tambang Vale?

Bisnis | Senin, 26 Februari 2024 | 16:48 WIB

Terkini

BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak

BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:08 WIB

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:46 WIB

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:31 WIB

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:19 WIB

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:00 WIB

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:54 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:35 WIB

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom

Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:18 WIB