Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kepemilikan Saham Bertambah, Pemerintah Bakal Setir Bisnis Tambang Vale?

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 26 Februari 2024 | 16:48 WIB
Kepemilikan Saham Bertambah, Pemerintah Bakal Setir Bisnis Tambang Vale?
Menteri BUMN Erick Thohir/Achmad Fauzi

Suara.com - Pemerintah lewat Holding BUMN Tambang MIND ID menambah porsi saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Hal ini setelah, Vale melepas sebagian atau divestasi saham miliknya ke MIND ID, lewat pendatanganan pengambilan saham pada hari ini.

Setidaknya terdapat 14 persen saham yang akan divestasikan Vale ke MIND ID. Dengan begitu, porsi saham pemerintah yang diwaliki MIND ID bertambah menjadi 34 persen.

Namun, belum diketahui apakah pemerintah menjadi saham pengendali atau tidak. Tergantung dari porsi siapa kepemilikan saham lain yang berkurang.

Kekinian, terdapat dua pihak yang memiliki porsi saham yang besar, yaitu Vale Canada Limited (VCL) dengan porsi 43,79 persen saham dan Sumitomo Metal Mining Co. Ltd (SMM) yang memiliki 15,03 persen saham.

Belum diketahui, porsi saham yang berkurang dalam divestasi saham Vale ini.

Kendati demikian, pemerintah telah memiliki target bisnis kepada Vale untuk ke depannya. Menteri BUMN Erick Thohir, setelah divestasi Vale akan diperkuat komitmennya dalam hal hilirisasi tambang.

Baca Juga
Bagaikan Richie Rich, Ameena Halilintar Balita 2 Tahun Miliki Aset Kendaraan Hampir Rp 1 Miliar

"Yang penting kan kalau kita sudah kepemilikannya secure, dia punya blueprint hilirisasi ke depan dipercepat, itu saja. Kalau kita lebih kontrol bagaimana performance perusahaan dan komitmen saja dulu. Karena hilirisasi kan perlu dipercepat," ujar Erick saat ditemui di Kawasan Jakarta Pusat, Senin (26/2/2024).

Namun, Erick Thohir tidak menutup diri untuk para investor dalam proses hilirisasi ini. Justru, dirinya akan menggandeng investor lain untuk mengejar bisnis hilirisasi ini.

"Dan jangan kita image-nya tidak friendly dengan teman-teman kita di Barat. Seakan-akan hanya south perdagangannya, enggak lah. Kan kita memang proses daripada hilirisasi sumber daya alam ini kan kita memang buka untuk semua negara invest, tidak melihat dari mana. Tapi yang penting ada komitmen hilirisasi sampai hilir di sini, dan juga pembukaan lapangan pekerjaan," sambung dia.

Menurut Ketua Umum PSSI ini, proses hilirisasi di Vale sangat lambat. Karena sudah berjalan setengah abad, tapi sampai saat ini belum berjalan

"Memang lambat, kan sudah 50 tahun. Kan tinggal baca datanya saja," ucap dia.

Selain itu, Erick Thohir juga mengejar kerja sama dengan pihak lain. Misalnya, kerja sama dengan Volkswagen hingga LG untuk industri kendaraan listrik.

"Kita kejar deadline partnership mereka dong, kan mereka ada Volkswagen, ada Ford, itu kapan. Seperti kita berpartner dengan CATL kan kemarin sudah, tapi dengan LG belum, kan lagi kita kejar. Kita percepatannya dulu. Dan kita senang, kalau mereka ada Ford, ada Volkswagen, I think it’s good untuk keseimbangan. Kan kita memang open market, dan kita negara yang non-aliansi kan. Kita kan yang penting friendly to investment," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tensi Kabinet Disebut Sempat Memanas, Erick Thohir Ungkap Kondisi Sebenarnya

Tensi Kabinet Disebut Sempat Memanas, Erick Thohir Ungkap Kondisi Sebenarnya

Bisnis | Senin, 26 Februari 2024 | 15:16 WIB

Erick Thohir Punya 9 Proyek Strategis yang Belum Kelar, Bisa Rampung Sebelum Ganti Pemerintahan?

Erick Thohir Punya 9 Proyek Strategis yang Belum Kelar, Bisa Rampung Sebelum Ganti Pemerintahan?

Bisnis | Jum'at, 23 Februari 2024 | 16:14 WIB

Usai Pemilu, Luhut Gelar Karpet Merah Buat China Bangun Pabrik Sendok dan Garpu di RI

Usai Pemilu, Luhut Gelar Karpet Merah Buat China Bangun Pabrik Sendok dan Garpu di RI

Bisnis | Kamis, 22 Februari 2024 | 15:42 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB