Kabar Terkini Merger Pelita Air dan Citilink, Skema Bentuk Perusahaan Baru?

M Nurhadi Suara.Com
Minggu, 14 April 2024 | 11:42 WIB
Kabar Terkini Merger Pelita Air dan Citilink, Skema Bentuk Perusahaan Baru?
Airbus A320 yang dioperasikan Pelita Air (Antara)

Suara.com - MPT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) mengungkapkan bahwa proses penggabungan antara PT Citilink Indonesia dan Pelita Air akan berlangsung bersamaan dengan upaya integrasi perusahaan sebagai bagian dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, menyatakan bahwa kedua proses penggabungan tersebut masih dalam tahap pembahasan oleh pihak perusahaan, Kementerian BUMN, dan pihak terkait lainnya.

Keputusan mengenai rencana penggabungan antara Citilink dan Pelita Air serta integrasi ke dalam InJourney merupakan keputusan dari Kementerian BUMN sebagai pemegang saham mayoritas perusahaan. Irfan menjelaskan bahwa diskusi terkait hal ini akan diperbaharui setelah masa Lebaran.

Irfan menambahkan bahwa berbagai pihak sedang berusaha untuk menyelesaikan proses penggabungan tersebut sebelum Oktober 2024, atau sebelum periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo berakhir. Hal ini dilakukan agar Garuda dapat mengembangkan bisnisnya secara optimal di masa kepemimpinan selanjutnya.

"(Diharapkan) bisa selesai sebelum Oktober. Supaya ke depannya sudah clear, tidak jadi utang," ujar Irfan.

Sebelumnya, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjoatmodjo, menyatakan bahwa rencana merger antara anak perusahaan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA), yaitu Citilink Indonesia dan Pelita Air, masih dalam tahap pembahasan.

Wamen BUMN yang akrab disapa Tiko ini menjelaskan bahwa skema merger kedua entitas usaha tersebut masih menunggu laporan akhir tahun dari Garuda Indonesia.

Berdasarkan informasi dari Bisnis pada Selasa (7/11/2023), Tiko mengungkapkan bahwa Kementerian BUMN sedang mempertimbangkan dua skenario. Pertama, lisensi penerbangan reguler Pelita Air akan dipindahkan ke Citilink, yang merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia.

Kedua, ketiga maskapai penerbangan milik negara tersebut akan digabungkan ke dalam Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata, yaitu InJourney.

Baca Juga: Pelita Air dan Patra Jasa Ajak Panti Asuhan Safari Ramadan ke Bali

"Semuanya tergantung pada kemampuan Garuda untuk melakukan restrukturisasi, kami akan mengevaluasi hingga akhir tahun apakah Garuda sudah mencapai keadaan yang stabil," kata Tiko.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI