Rupiah Kebakaran Sentuh Rp 16.000/USD, Apa Biang Keroknya?

Achmad Fauzi

Selasa, 16 April 2024 | 15:06 WIB
Rupiah Kebakaran Sentuh Rp 16.000/USD, Apa Biang Keroknya?
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Nilai tukar rupiah menyentuh rekor baru pada perdagangan Selasa pagi ini, di mana mencapai level Rp 16.000 per dolar AS. Level rupiah ini merupakan yang tertinggi sejak Maret 2020.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI), Edi Susianto menjelaskan, ada dua penyebab anjloknya rupiah terhadap dolar AS ini. Pertama, soal serangan drone Iran terhadap Israel.

"Kedua, rilis data fundamental AS makin menunjukkan bahwa ekonomi AS masih cukup kuat seperti data inflasi dan retail sales yang di atas ekspektasi pasar," ujarnya dalam keterangannya, Selasa (16/4/2024).

Dua biang kerok itu yang membuat sentimen negatif pada mata uang negara berkembang, khususnya Asia anjlok terhadap dolar AS. Edi mencatat, indeks dolar (DXY) pada periode libur Lebaran juga menguat signifikan dari 104 menjadi di atas 106, di pagi ini sudah mencapai angka 106,3.

"Selama libur Lebaran, Pasar NDF IDR di offshore juga sudah tembus di atas Rp 16.000 atau sudah di sekitar Rp 16.100, sehingga rupiah dibuka di sekitar angka tersebut," kata dia.

Bank Indonesia. [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Bank Indonesia. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Untuk meredam gejolak ini, Edi menyebut, BI tak tinggal diam dengan melakukan beberapa kebijakan. Misalnya, menjaga kestabilan rupiah dengan menjaga keseimbangan supply-demand valas di market melalui triple intervention khususnya di spot dan DNDF.

Selain itu, BI berupaya membuat daya tarik aset Rupiah untuk mendorong capital inflow seperti melalui daya tarik SRBI dan hedging cost.

Sebelumnya, Nilai tukar rupiah anjlok terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (16/4) pagi. Penurunan rupiah ini imbas dari konflik Iran dan Israel, serta sentimen penundaan pemotongan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS).

Pada awal perdagangan hari ini, rupiah turun 240 poin atau 1,51 persen menjadi Rp 16.088 per dolar AS dari penutupan perdagangan sebelumnya pada 5 April 2024 sebesar Rp 15.848 per dolar AS.

baca juga

"Sentimen penundaan pemangkasan suku bunga acuan AS dan tensi konflik geopolitik yang meninggi telah mendorong penguatan dolar AS belakangan ini," ujar pengamat pasar uang Ariston Tjendra seperti dikutip dari Antara, Selasa (16/4/2024).

Ariston melanjutkan, rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS di hari kerja pertama pascalibur Lebaran. Indeks dolar AS saat ini sudah bergerak di atas kisaran 106. Selama libur Lebaran di kisaran 105 dan sebelum Lebaran di kisaran 104.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah 'Panas Dingin' ke Rp16.088 Imbas Perang Iran-Israel

Rupiah 'Panas Dingin' ke Rp16.088 Imbas Perang Iran-Israel

Bisnis | Selasa, 16 April 2024 | 10:56 WIB

Rupiah Anjlok Setelah Libur Lebaran Imbas Serangan Iran ke Israel, Tembus Rp 16.000

Rupiah Anjlok Setelah Libur Lebaran Imbas Serangan Iran ke Israel, Tembus Rp 16.000

Bisnis | Selasa, 16 April 2024 | 10:36 WIB

Jelang Libur Panjang, Rupiah Masih Keok Lawan Keperkasaan Dolar AS

Jelang Libur Panjang, Rupiah Masih Keok Lawan Keperkasaan Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 05 April 2024 | 10:35 WIB

Terkini

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

Sumsel | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:05 WIB

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:04 WIB

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 21:02 WIB

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 21:00 WIB

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 20:56 WIB

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:50 WIB

×