Iran-Israel Panas, Pemerintah Harus Jaga Daya Beli Masyarakat Supaya Negara Tak Runtuh

Iwan Supriyatna, Kevino Dwi Velrahga

Kamis, 18 April 2024 | 15:31 WIB
Iran-Israel Panas, Pemerintah Harus Jaga Daya Beli Masyarakat Supaya Negara Tak Runtuh
Ilustrasi serangan rudal dan drone Iran ke Israel. [Akun X @Oyamo00]

Suara.com - Serangan balasan Iran terhadap Israel pada Sabtu (13/4) membuat dunia terkejut sekaligus menyebabkan risiko konflik di Timur Tengah meningkat. Peristiwa ini turut memberi dampak pada perekonomian nasional, sehingga harus diantisipasi dengan kebijakan yang tepat.

Ekonom dan Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Didik J. Rachbini memperingatkan, baik kepada pemerintah sekarang maupun pemerintahan baru, bahwa situasi ketidakpastian global akan membuat kebijakan ekonomi yang dicanangkan porak-poranda dan dapat menambah beban baru bagi masyarakat.

“Lupakan itu pertumbuhan ekonomi 7%, sekarang fokus selamatkan rakyat daya belinya, itu paling penting. Sebab, kalau inflasi meninggi tidak karuan bisa jatuh pemerintah,” ujar Didik ditulis Kamis (18/4/2024).

Didik berkata, ada tiga kebijakan yang harus difokuskan untuk melindungi masyarakat golongan bawah dan rentan. Pertama adalah menjaga daya beli masyarakat agar tidak turun.

“Ini merupakan duet antara Bank Indonesia (BI) dengan pemerintah. Itu harus dimonitor harga-harga di daerah dari hari ke hari, dari jam ke jam. Itu tugas pemerintah dalam sektor riil. Lalu di sektor moneter menjadi tugas BI,” terangnya.

Menurutnya, kolaborasi BI dengan pemerintah sudah cukup baik sejak zaman Soeharto dalam mengendalikan inflasi dan terutama ketika dunia sedang dalam fase krisis karena ada konflik.

Kebijakan kedua ialah mengelola APBN dengan tepat. Kebijakan ini bisa langsung dipakai karena berada dalam kontrol pemerintah. APBN perlu dijaga agar dipakai untuk hal-hal produktif, sehingga mampu membantu masyarakat bawah dan rentan

“Proyek besar dikendalikan dan enggak boleh jor-joran karena populisme sehingga membuat APBN jebol,” ucapnya.

Kebijakan ketiga yang perlu difokuskan ialah mempertahankan produktivitas dunia usaha dalam negeri, terutama usaha kecil-menengah. Perlu jadi diingat bahwa sektor dalam negeri memiliki bagian terbesar yakni 75 persen.

baca juga

“Ketika eksternal terguncang, menjaga ekonomi dan usaha dalam negeri terutama menengah kecil menjadi sangat penting. Kalau itu bagus, kita bisa aman. Ekonomi bertumbuh 4-5 persen sudah bagus,” tuturnya.

Sebagai penutup, Didik juga menghimbau untuk kebijakan perdagangan luar negeri dapat diarahkan ke kawasan yang sedikit terpengaruh perang.

“Ketika perang, jalur Eropa dan Timur Tengah pasti terganggu. Namun, mitra dagang di kutub ekonomi lain akan hidup terus, seperti mitra Jepang, Cina, ASEAN, India, dan lainnya,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Google Pecat Karyawan karena Blak-blakan Anti Israel

Google Pecat Karyawan karena Blak-blakan Anti Israel

Tekno | Kamis, 18 April 2024 | 14:59 WIB

PBNU Soal Perang Israel Vs Iran: Kalau Tidak Dihentikan, yang Lain Pasti Ikut-ikutan

PBNU Soal Perang Israel Vs Iran: Kalau Tidak Dihentikan, yang Lain Pasti Ikut-ikutan

News | Kamis, 18 April 2024 | 14:20 WIB

Pemegang Emas Kipas-kipas Cuan, Harganya Makin Berkilau

Pemegang Emas Kipas-kipas Cuan, Harganya Makin Berkilau

Bisnis | Kamis, 18 April 2024 | 11:27 WIB

Terkini

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:47 WIB

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Koleksi Mobil Ariyo Windutomo, Plt KSP Usai Listyo Sigit Dipecat

Koleksi Mobil Ariyo Windutomo, Plt KSP Usai Listyo Sigit Dipecat

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 18:39 WIB

Kisah Koperasi Rimba Lestari: Terangi Dusun dengan Mikrohidro, Hidupi Warga Lewat Kopi

Kisah Koperasi Rimba Lestari: Terangi Dusun dengan Mikrohidro, Hidupi Warga Lewat Kopi

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:37 WIB

Shampoo Bayam Mustika Ratu Apakah Non SLS? Cek Kandungan dan Manfaatnya

Shampoo Bayam Mustika Ratu Apakah Non SLS? Cek Kandungan dan Manfaatnya

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 18:37 WIB

KPK Tak Berhenti, Jaringan Bisnis Djarum Bakal Diusut Termasuk BCA?

KPK Tak Berhenti, Jaringan Bisnis Djarum Bakal Diusut Termasuk BCA?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 18:35 WIB

Review Novel Resign, Ketika Angkat Kaki dari Kantor Jadi Bahan Taruhan

Review Novel Resign, Ketika Angkat Kaki dari Kantor Jadi Bahan Taruhan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:30 WIB

Makin Panas Pemakzulan Gibran, Pendukung Bilang Gusti Allah Mboten Sare Netizen Balas Menohok

Makin Panas Pemakzulan Gibran, Pendukung Bilang Gusti Allah Mboten Sare Netizen Balas Menohok

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:29 WIB

Obat Diabetes Golongan SGLT2 Inhibitor Bisa Turunkan Berat Badan, Begini Cara Kerjanya

Obat Diabetes Golongan SGLT2 Inhibitor Bisa Turunkan Berat Badan, Begini Cara Kerjanya

Health | Rabu, 04 November 2026 | 18:26 WIB

×