Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.206,349
LQ45 631,211
Srikehati 317,836
JII 386,032
USD/IDR 17.738

Iran-Israel Panas, Pemerintah Harus Jaga Daya Beli Masyarakat Supaya Negara Tak Runtuh

Iwan Supriyatna | Kevino Dwi Velrahga | Suara.com

Kamis, 18 April 2024 | 15:31 WIB
Iran-Israel Panas, Pemerintah Harus Jaga Daya Beli Masyarakat Supaya Negara Tak Runtuh
Ilustrasi serangan rudal dan drone Iran ke Israel. [Akun X @Oyamo00]

Suara.com - Serangan balasan Iran terhadap Israel pada Sabtu (13/4) membuat dunia terkejut sekaligus menyebabkan risiko konflik di Timur Tengah meningkat. Peristiwa ini turut memberi dampak pada perekonomian nasional, sehingga harus diantisipasi dengan kebijakan yang tepat.

Ekonom dan Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Didik J. Rachbini memperingatkan, baik kepada pemerintah sekarang maupun pemerintahan baru, bahwa situasi ketidakpastian global akan membuat kebijakan ekonomi yang dicanangkan porak-poranda dan dapat menambah beban baru bagi masyarakat.

“Lupakan itu pertumbuhan ekonomi 7%, sekarang fokus selamatkan rakyat daya belinya, itu paling penting. Sebab, kalau inflasi meninggi tidak karuan bisa jatuh pemerintah,” ujar Didik ditulis Kamis (18/4/2024).

Didik berkata, ada tiga kebijakan yang harus difokuskan untuk melindungi masyarakat golongan bawah dan rentan. Pertama adalah menjaga daya beli masyarakat agar tidak turun.

“Ini merupakan duet antara Bank Indonesia (BI) dengan pemerintah. Itu harus dimonitor harga-harga di daerah dari hari ke hari, dari jam ke jam. Itu tugas pemerintah dalam sektor riil. Lalu di sektor moneter menjadi tugas BI,” terangnya.

Menurutnya, kolaborasi BI dengan pemerintah sudah cukup baik sejak zaman Soeharto dalam mengendalikan inflasi dan terutama ketika dunia sedang dalam fase krisis karena ada konflik.

Kebijakan kedua ialah mengelola APBN dengan tepat. Kebijakan ini bisa langsung dipakai karena berada dalam kontrol pemerintah. APBN perlu dijaga agar dipakai untuk hal-hal produktif, sehingga mampu membantu masyarakat bawah dan rentan

“Proyek besar dikendalikan dan enggak boleh jor-joran karena populisme sehingga membuat APBN jebol,” ucapnya.

Kebijakan ketiga yang perlu difokuskan ialah mempertahankan produktivitas dunia usaha dalam negeri, terutama usaha kecil-menengah. Perlu jadi diingat bahwa sektor dalam negeri memiliki bagian terbesar yakni 75 persen.

“Ketika eksternal terguncang, menjaga ekonomi dan usaha dalam negeri terutama menengah kecil menjadi sangat penting. Kalau itu bagus, kita bisa aman. Ekonomi bertumbuh 4-5 persen sudah bagus,” tuturnya.

Sebagai penutup, Didik juga menghimbau untuk kebijakan perdagangan luar negeri dapat diarahkan ke kawasan yang sedikit terpengaruh perang.

“Ketika perang, jalur Eropa dan Timur Tengah pasti terganggu. Namun, mitra dagang di kutub ekonomi lain akan hidup terus, seperti mitra Jepang, Cina, ASEAN, India, dan lainnya,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Google Pecat Karyawan karena Blak-blakan Anti Israel

Google Pecat Karyawan karena Blak-blakan Anti Israel

Tekno | Kamis, 18 April 2024 | 14:59 WIB

PBNU Soal Perang Israel Vs Iran: Kalau Tidak Dihentikan, yang Lain Pasti Ikut-ikutan

PBNU Soal Perang Israel Vs Iran: Kalau Tidak Dihentikan, yang Lain Pasti Ikut-ikutan

News | Kamis, 18 April 2024 | 14:20 WIB

Pemegang Emas Kipas-kipas Cuan, Harganya Makin Berkilau

Pemegang Emas Kipas-kipas Cuan, Harganya Makin Berkilau

Bisnis | Kamis, 18 April 2024 | 11:27 WIB

Terkini

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB

ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit

ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:04 WIB

ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana

ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:57 WIB

Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana

Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:51 WIB

Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini

Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:31 WIB

Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker

Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:22 WIB

Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja

Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:01 WIB

Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja

Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:52 WIB

Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:48 WIB

Purbaya Mendadak Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Batal Berlaku Juni 2026

Purbaya Mendadak Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Batal Berlaku Juni 2026

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:27 WIB