Menperin Tak Masalah Pabrik Bata Tutup, Anggap Sebagai Transformasi Bisnis

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 07 Mei 2024 | 15:09 WIB
Menperin Tak Masalah Pabrik Bata Tutup, Anggap Sebagai Transformasi Bisnis
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. [Antara]

Suara.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita akhirnya buka suara soal penutupan pabrik milik PT Sepatu Bata Tbk.

Menurut Agus Gumiwang, tak masalah jika memang Bata memutup pabriknya di Purwakarta, Jawa Barat, karena hal itu merupakan proses bisnis.

"Mereka sedang melakukan transformasi bisnis dan menyesuaikan kegiatan bisnisnya agar lebih efisien," ujar Menperin seusai acara Kongres & Seminar Teknik Asosiasi Gas Industri Indonesia (AGII) di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (7/5/2024).

"Kita ketahui bersama mereka telah menjual aset dalam rangka menjadikan perusahaan kembali sehat dan efisien," tambah dia.

Ilustrasi Toko Sepatu Bata/[Dok Bata.com]
Ilustrasi Toko Sepatu Bata/[Dok Bata.com]

Untuk diketahui, Penutupan ini berakibat pada pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi ratusan karyawan yang bekerja di pabrik tersebut.

Alasan utama penutupan pabrik ini adalah karena perseroan mengalami kerugian yang signifikan.

"Perseroan sudah tidak dapat melanjutkan produksi di pabrik Purwakarta, karena permintaan pelanggan terhadap jenis produk yang dibuat di Pabrik Purwakarta terus menurun," kata Sekretaris Perusahaan PT Sepatu Bata Tbk Hatta Tutuko.

Kondisi Keuangan

Memang diakui bahwa laporan keuangan BATA memang tidak baik-baik saja. Dilansir dalam laporan keuangannya, BATA masih merugi dengan nilai rugi bersih per Desember 2023 mencapai Rp 190,2 miliar.

Nilai rugi bersih itu juga naik 79,6% dibandingkan periode yang sama tahun 2022 yang sebesar Rp 105,9 miliar.

Naiknya nilai rugi bersih didorong dari penjualan yang turun mencapai Rp 609,6 miliar selama 2023, dibandingkan tahun 2022 nilai penjualan sebesar Rp 643,3 miliar.

Meski begitu, beban pokok perseroan mengalami penurunan menjadi Rp 380,5 miliar pada 2023, dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp 383,4 miliar.

Namun, total aset perseroan justru alami penurunan yang tercatat sebesar Rp 585,7 miliar per Desember 2023, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 724 miliar.

Sementara, utang juga tercatat alami kenaikan Rp 454,3 miliar pada Desember 2023, Naik jika dibandikan dengan tahun 2022 yang hanya Rp 404,3 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sepatu Bata Tutup Pabrik di Purwakarta, Jokowi Anggap Hal Biasa

Sepatu Bata Tutup Pabrik di Purwakarta, Jokowi Anggap Hal Biasa

Bisnis | Selasa, 07 Mei 2024 | 12:21 WIB

Penutupan Pabrik Bata Bikin Heboh, Sampai Kemenperin Bertindak

Penutupan Pabrik Bata Bikin Heboh, Sampai Kemenperin Bertindak

Bisnis | Selasa, 07 Mei 2024 | 09:29 WIB

Sejarah Berdirinya Sepatu Bata Hingga Akhir Hayatnya

Sejarah Berdirinya Sepatu Bata Hingga Akhir Hayatnya

Bisnis | Senin, 06 Mei 2024 | 14:54 WIB

Terkini

Penghapusan KBMI 1 Masih Bertahap, OJK Pastikam Tidak Ada Unsur Paksa

Penghapusan KBMI 1 Masih Bertahap, OJK Pastikam Tidak Ada Unsur Paksa

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:10 WIB

Wall Street Anjlok, Investor Dihantui Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Iran

Wall Street Anjlok, Investor Dihantui Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Iran

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:04 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Tinggi Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Naik Tinggi Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:52 WIB

Tensi Geopolitik Timteng Panas, Ketahanan Energi RI Dinilai Paling Kuat di ASEAN

Tensi Geopolitik Timteng Panas, Ketahanan Energi RI Dinilai Paling Kuat di ASEAN

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:46 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026: Terminal Pulo Gebang Ramai, Perjalanan Tetap Lancar

Update Arus Balik Lebaran 2026: Terminal Pulo Gebang Ramai, Perjalanan Tetap Lancar

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:43 WIB

Siap-siap! IHSG Bisa Anjlok Setelah Libur Panjang, Simak Rekomendasi Saham

Siap-siap! IHSG Bisa Anjlok Setelah Libur Panjang, Simak Rekomendasi Saham

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:31 WIB

IHSG Rawan Terkoreksi, Cek Saham yang Cuan setelah Liburan Panjang Berakhir

IHSG Rawan Terkoreksi, Cek Saham yang Cuan setelah Liburan Panjang Berakhir

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:23 WIB

DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran

DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:41 WIB

Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta

Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:29 WIB

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:51 WIB