Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Pemerintah Ingin Dana CSR Perusahaan Jangan Untuk Pemberdayaan Saja, Tapi Ciptakan Ekonomi Hijau

Achmad Fauzi

Rabu, 08 Mei 2024 | 18:25 WIB
Pemerintah Ingin Dana CSR Perusahaan Jangan Untuk Pemberdayaan Saja, Tapi Ciptakan Ekonomi Hijau
Ilustrasi ekonomi hijau (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah meminta dana CSR perusahaan jangan asal-asalan digelontorkan hanya untuk pemberdayaan suatu wilayah saja. Akan tetapi, juga bisa digunakan untuk menciptakan ekonomi hijau.

Hal ini dilakukan agar bisa mewujudkan Indonesia emas yang ditargetkan bisa tercapai pada tahun 2045.

Kepala Pusat Kebijakan Strategis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Muhammad Ahdiyar Syahrony mengatakan, memang untuk menuju Indonesia Emas, perlu adanya inovasi di bidang Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mewujudkan Ekonomi Hijau.

"Salah satunya transformasi ekonomi menuju ekonomi hijau, sehingga dapat berdampak langsung pada keberlanjutan pembangunan di Indonesia, dalam mengejar Indonesia Emas 2045," ujarnya, yang dikutip, Rabu (8/5/2024).

Sementara, Direktur Pendanaan Bilateral Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Rd Siliwanti mengatakan, dana CSR harus dioptimalisasi untuk kepentingan pembangunan nasional.

"Dalam Strategi Pendanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025 - 2045 ada pembiayaan inovatif, salah satunya dana CSR perusahaan yang perlu kita optimalisasi sebagai peran pembangunan nasional," jelas dia.

Adapun The Iconomics menggelar Ajang penghargaan Indonesia 50 Best CSR Summit 2024, bertemakan CSR Activity Awareness and CSR Image. Acara tersebut bertujuan untuk mendukung berbagai inovasi dan terobosan, yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan pada kegiatan CSR.

Indikator penilaian yang diberikan kepada penerima awards meliputi jumlah kumulatif kegiatan perusahaan dalam melakukan kegiatan CSR, termasuk aspek lingkungan, sosial, ekonomi, kesehatan, iklim dan pendidikan. Tahap penilaian selanjutnya adalah kualitas implementasi yang dilihat dari standard implementation, sustainability implementation, innovative implementation dan impact.

Di ajang tersebut, PT Kideco Jaya Agung (Kideco) anak perusahaan energi terintegrasi PT Indika Energy Tbk, meraih Indonesia Best CSR in Mining Sector.

baca juga

Chief Operation Officer Kideco, Edra Emilza menyebut, perseron akan berkomitmen membuat program-program CSR yang berkelanjutan.

"Penghargaan ini akan menjadi penyemangat Kideco dalam membuat program-program CSR yang berkelanjutan, serta dapat menginspirasi perusahaan lainnya dalam pembuatan program CSR yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berikut Ini Langkah Strategis BPJS Kesehatan Menuju Indonesia Maju 2045

Berikut Ini Langkah Strategis BPJS Kesehatan Menuju Indonesia Maju 2045

Bisnis | Rabu, 28 Februari 2024 | 17:01 WIB

Komitmen Terapkan Manajemen Risiko, Brantas Abipraya Kantongi Enterprise Risk Management Award

Komitmen Terapkan Manajemen Risiko, Brantas Abipraya Kantongi Enterprise Risk Management Award

Bisnis | Rabu, 24 Januari 2024 | 13:38 WIB

Dorong Ekonomi Hijau yang Inklusif, Core Indonesia Hadirkan Youth Economic Night

Dorong Ekonomi Hijau yang Inklusif, Core Indonesia Hadirkan Youth Economic Night

Bisnis | Minggu, 10 Desember 2023 | 07:56 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB