Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Perbandingan Biaya Kuliah di Universitas Negeri dengan Kampus Muhammadiyah

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 22 Mei 2024 | 18:59 WIB
Perbandingan Biaya Kuliah di Universitas Negeri dengan Kampus Muhammadiyah
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Dok UMY)

Suara.com - Perguruan tinggi swasta kini makin menjadi alternatif bersamaan dengan melonjaknya uang kuliah tunggal (UKT) di kampus – kampus negeri yang seharusnya merakyat.

Salah satu yang menjadi jujugan adalah perguruan tinggi milik organisasi Muhammadiyah yang tersebar di sejumlah kota. Biaya kampus Muhammadiyah disebut lebih terjangkau dibandingkan dengan UKT kampus – kampus negeri di kota yang sama. 

Berikut adalah perbandingan rincian biaya UKT kampus negeri dan kampus Muhammadiyah di kota – kota yang sama. 

1. UNS dan UMS

Universitas Sebelas Maret (UNS) yang selama ini dikenal sebagai kampus murah ternyata ikut menaikkan UKT hingga tujuh kali lipat. UKT Golongan I memang berada pada angka Rp475.000. Namun, mayoritas mahasiswa dikenakan UKT mulai Golongan III dengan besaran Rp2,9 juta – Rp6 juta sampai Golongan IX dengan besaran Rp7 juta – Rp30 juta. 

Biaya ini belum termasuk Iuran Pengembangan Institusi (IPI) yang besarannya mulai Rp10 – Rp250 juta khusus untuk Fakultas Kedokteran. Jumlah ini tentu saja hampir menyamai biaya kampus – kampus elite. 

Sementara itu Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kampus tetangga UNS mematok dana pengembangan yang jauh lebih murah karena rerata ada pada kisaran Rp12 juta. Jurusan yang mematok biaya pengembangan institusi murah adalah Pendidikan Geografi Rp9,7 juta dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Rp9,2 juta. Jurusan yang berkaitan dengan agama bahkan hanya mematok sumbangan Rp5 jutaan. Biaya paling mahal ada di Fakultas Farmasi Rp35 jutaan, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi yang mencapai ratusan juta rupiah. 

UMS tidak mematok biaya UKT namun diganti dengan biaya SKS. Untuk Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi, biaya per sks adalah Rp1 jutaan. Sementara untuk jurusan – jurusan lain, biaya per-sks-nya adalah Rp250.000-an. 

2. UGM dan UMY

UGM, kampus top di Yogyakarta yang sebelumnya dikenal dengan biaya merakyat ini ternyata juga mematok biaya cukup tinggi untuk mahasiswa baru 2024 nanti, kecuali untuk golongan terbawah yakni UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen yang berarti mahasiswa tidak perlu membayar sepeser pun. 

Sementara itu, UGM membagi UKT ke dalam lima golongan berdasarkan subsidi. Selain subsidi 100 persen, subsidi UKT yang dikenakan adalah 75 persen, 50 persen, 25 persen, dan non-subsidi. Besaran UKT yang sudah dipotong subsidi ini pun bervariasi tergantung jurusan yang diambil. 

Mengutip website resmi UGM, UKT bersubsidi 75 persen ada pada rentang Rp2.200.000 - Rp6.175.000. UKT bersubsidi 50 persen berada pada kisaran Rp4.150.000 - Rp12.350.000. UKT bersubsidi 25 persen nilainya sekitar Rp6.225.000 - Rp18.525.000. Terakhir, UKT non-subsidi ada pada rentang Rp8.300.000 - Rp24.700.000. 

Bagi calon mahasiswa yang diterima melalui jalur UM-CBT UGM pada tahun akademik 2023/2024 dan ditetapkan UKT Pendidikan Unggul (memiliki kemampuan ekonomi baik) dikenakan Sumbangan Solidaritas Pendidikan Unggul (SSPU) di UGM sebesar Rp30.0000.000 (tiga puluh juta Rupiah) untuk bidang Ilmu Sains, Teknologi, dan Kesehatan dan sebesar Rp20.000.000 (dua puluh juta Rupiah) untuk bidang Ilmu Sosial dan Humaniora.

Di lain pihak, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) merilis pembagian uang kuliah yang proporsional yang merupakan gabungan dari biaya SKS, pengembangan, praktikum, dan lainnya. Total biaya itu kemudian dibagi ke dalam delapan semester yang nilainya semakin turun bersamaan dengan bertambahnya semester. 

Sebagai contoh mahasiswa Kedokteran harus membayar Rp107 juta di semester pertama, namun hanya dikenakan biaya Rp24 juta di semester ketujuh. Mahasiswa Komunikasi membayar Rp7 jutaan di semester pertama dan hanya membayar Rp3,4 juta di semester kedelapan. 

3. UI dan UMJ

Masuk dalam jajaran kampus top di Indonesia, UI juga mematok biaya yang cukup tinggi untuk jenjang sarjana dan vokasi. UKT golongan I memang berada di angka Rp500.000 per semester dan UKT golongan II adalah Rp1 juta. Namun, gap cukup jauh terjadi antara golongan II dan III. Mahasiswa yang harus membayar UKT golongan III harus menyiapkan uang Rp7,5 juta – Rp12 juta, kemudian golongan IV Rp8,6 – Rp17,5 juta, dan terakhir golongan V Rp13 – Rp20 juta. 

Di samping itu, sesuai dengan data sosio-ekonomi yang disampaikan oleh mahasiswa baru pada saat proses pra-registrasi, UI akan menetapkan Kelompok Iuran Pengembangan Institusi (IPI) yang dikenakan kepada masing-masing mahasiswa. IPI Kelompok 1 berlaku bagi mahasiswa yang dikenai UKT Kelompok 1, dan IPI Kelompok 2 berlaku bagi mahasiswa yang dikenai UKT Kelompok 2. Sedangkan IPI Kelompok 3 dan IPI Kelompok 4 berlaku bagi mahasiswa yang dikenai UKT Kelompok 3, UKT Kelompok 4, dan UKT Kelompok 5.

UKT golongan I dan II tidak perlu membayar IPI. Sementara rata – rata IPI Kelompok 3 adalah Rp30 juta dan IPI Kelompok 4 Rp40 juta. Khusus jurusan Kedokteran besaran IPI mencapai Rp122 juta dan Rp161 juta. 

Bertetangga dengan UI, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mematok biaya yang jauh lebih terjangkau. Sama seperti di UMY, UMJ juga membagi seluruh biaya kuliah ke dalam delapan semester. Mahasiswa akan dikenakan biaya yang lebih murah ketika semesternya naik. 

Sebagai contoh, di Prodi Kedokteran yang terkenal mahal, mahasiswa akna membayar Rp112 juta di semester pertama, namun hanya Rp31 juta di semester ketujuh. Di jurusan PGSD, semester pertama dikenai biaya Rp12 jutaan, kemudian di semester kedelapan Rp7,9 juta. Sementara itu Jurusan Kesehatan Masyarakat mahasiswa harus membayar Rp16 juta di semester pertama dan hanya Rp6,5 juta di semester kedelapan. 

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Marselino Ferdinan Full Senyum: Dikerubungi Gadis, Foto Bareng Mobil Mewah Harga Setara UKT 27 Semester Kedokteran UI

Marselino Ferdinan Full Senyum: Dikerubungi Gadis, Foto Bareng Mobil Mewah Harga Setara UKT 27 Semester Kedokteran UI

Otomotif | Rabu, 22 Mei 2024 | 18:50 WIB

Mardani Minta Pemerintah Turunkan UKT: Jumlah Orang Cerdas Jangan Dibatasi

Mardani Minta Pemerintah Turunkan UKT: Jumlah Orang Cerdas Jangan Dibatasi

News | Rabu, 22 Mei 2024 | 16:37 WIB

Lulusan Kampus Luar Negeri, Nadiem Makarim Disebut Menteri Pendidikan Nggak Napak Tanah

Lulusan Kampus Luar Negeri, Nadiem Makarim Disebut Menteri Pendidikan Nggak Napak Tanah

Lifestyle | Rabu, 22 Mei 2024 | 16:19 WIB

Isi Garasi 'Ngenes' Nadiem Makarim: Mendikbud Punya Harta Rp4,8 T, Disorot Gegara Kenaikan UKT

Isi Garasi 'Ngenes' Nadiem Makarim: Mendikbud Punya Harta Rp4,8 T, Disorot Gegara Kenaikan UKT

Lifestyle | Rabu, 22 Mei 2024 | 15:33 WIB

Deretan Kebijakan Kontroversial Nadiem Makarim, Kini Dikritik Perkara Kenaikan UKT

Deretan Kebijakan Kontroversial Nadiem Makarim, Kini Dikritik Perkara Kenaikan UKT

Lifestyle | Rabu, 22 Mei 2024 | 15:28 WIB

Sejak Lahir Punya Privilege, Latar Belakang Keluarga Nadiem Makarim Disorot Imbas Kenaikan UKT

Sejak Lahir Punya Privilege, Latar Belakang Keluarga Nadiem Makarim Disorot Imbas Kenaikan UKT

Lifestyle | Rabu, 22 Mei 2024 | 15:13 WIB

Terkini

Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!

Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 21:41 WIB

Prabowo Targetkan 71 Kota Sulap Sampah Jadi Listrik di 2029

Prabowo Targetkan 71 Kota Sulap Sampah Jadi Listrik di 2029

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 20:10 WIB

Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL

Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 19:56 WIB

Emiten LPKR Bukukan Laba Bersih Rp 107 Miliar di Kuartal I-2026

Emiten LPKR Bukukan Laba Bersih Rp 107 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 19:49 WIB

Pemerintah Mulai Ubah Sampah di Jakarta Jadi Listrik

Pemerintah Mulai Ubah Sampah di Jakarta Jadi Listrik

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 19:43 WIB

Akui Kecolongan, Purbaya Copot 2 Pejabat Kemenkeu Buntut Kasus Restitusi Pajak

Akui Kecolongan, Purbaya Copot 2 Pejabat Kemenkeu Buntut Kasus Restitusi Pajak

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 18:36 WIB

Alasan Target Harga BBRI Tembus Rp4.000, Ini Analisa Lengkapnya

Alasan Target Harga BBRI Tembus Rp4.000, Ini Analisa Lengkapnya

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 17:57 WIB

Pengelola Kopdes Merah Putih Bakal Digembleng Latihan Komcad

Pengelola Kopdes Merah Putih Bakal Digembleng Latihan Komcad

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 17:52 WIB

Laba BBRI Melesat, Analis Beri Target Harga Segini

Laba BBRI Melesat, Analis Beri Target Harga Segini

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 17:46 WIB

Emiten MPMX Raup Laba Bersih Rp 173 Miliar di Kuartal I-2026

Emiten MPMX Raup Laba Bersih Rp 173 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 17:30 WIB