Dari Kegiatan Ngokang, Nelayan Desa Tanjung Palas Dumai Budidaya Perikanan SIMORIKA

RR Ukirsari Manggalani

Sabtu, 15 Juni 2024 | 13:25 WIB
Dari Kegiatan Ngokang, Nelayan Desa Tanjung Palas Dumai Budidaya Perikanan SIMORIKA
Kolam ikan lele Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Palas Jaya, Dumai, Riau dalam program Dumai Minapolitan binaan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) [ANTARA/HO-KPI].

Suara.com - Nelayan Desa Tanjung Palas Kecamatan Dumai Timur Kota Dumai, Riau, beralih profesi menjadi pembudidaya perikanan berkelanjutan. PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) merancang Program Dumai Minapolitan membantu langkah ini, lewat program yang diperuntukkan bagi warga nelayan kehilangan pekerjaan akibat pelarangan kegiatan "ngokang".

Ngokang sendiri adalah aktivitas warga nelayan yang menggunakan perahu kecil untuk menjajakan dagangannya ke kapal-kapal besar. Kegiatan ini dinilai berbahaya dan mengganggu alur pelayaran di Selat Malaka.

Dikutip kantor berita Antara dari rilis resmi, Edward Manaor Siahaan, Manajer CSR & SMEPP Management PT KPI menyatakan bahwa tekanan untuk segera beralih mata pencaharian para nelayan ngokang itu menguat saat pandemi COVID-19. Aktivitas perekonomian yang lumpuh akibat pembatasan sosial berdampak langsung pada usaha ngokang.

Para nelayan ini sempat nekat melakukan budidaya ikan lele tanpa modal dan pengetahuan. Namun hasilnya kurang memuaskan dan sebagian besar ikan mati. Kemudian mereka membentuk Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Palas Jaya dengan anggota 16 orang dan mengajukan bantuan ke PT Kilang Pertamina Internasional Unit II Dumai agar usahanya semakin maju.

“Banyak nelayan yang sudah lansia sementara 47 persen pelaku ngokang lulusan SD. Keterbatasan SDM dan pilihan pekerjaan terpaksa ngokang, dengan risiko pekerjaan tinggi, kohesivitas sosial rendah. Maka digagas program Dumai Minapolitan untuk membantu mereka beralih profesi dengan penyediaan sentra perikanan melalui inovasi,” jelas Edward Manaor Siahaan.

Pokdakan Palas Jaya menggunakan dana bantuan Pertamina itu untuk membangun 12 kolam berukuran 2 m x 2,5 m dengan memanfaatkan lahan kosong. Bantuan juga dibelikan bibit lele dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Dumai sebanyak 12 ribu ekor, sumur bor sebagai sumber air bersih, instalasi listrik, pompa untuk sirkulasi kolam, dan lain-lain.

Pengembangan program dilakukan pada 2021 dengan penambahan 12 kolam baru sehingga Pokdakan Palas Jaya memiliki 24 kolam. Kemudian p 2022, KPI Unit Dumai mengucurkan bantuan lebih besar. Dalam tahun implementasi program ini, sudah ada 50 kolam pengembangan kawasan budidaya perikanan.

Penguatan kapasitas kelompok terus dilakukan pada 2023. Peruntukan kolam lele diatur agar hasilnya maksimal. Sebagian besar untuk pembesaran ikan lele dan 12 kolam dijadikan sebagai lokasi pembibitan.

KPI Unit Dumai juga melatih mitra binaannya untuk mengolah limbah yang mereka hasilkan. Limbah diolah kembali menjadi pakan konsentrat yang bisa diputar kembali untuk budi daya perikanan, serta pupuk organik yang dapat menyuburkan tanaman.

baca juga

Untuk mencegah kegagalan panen, KPI Unit Dumai pada akhir 2023 memperkenalkan Smart and Precision Aquaculture pada Pokdakan Palas Jaya melalui Sistem Monitoring Kualitas Air (SIMORIKA) berbasis panel surya.

“Dengan adanya sistem ini, pembudidaya dapat mengurangi kegagalan panen karena penurunan kualitas air dapat dideteksi lebih dini serta dimitigasi. Selain itu bisa mengurangi pencemaran air yang berdampak buruk bagi lingkungan akibat ikan yang mati,” jelas Agustiawan, Area Manager Communication, Relations, & CSR PT KPI Unit Dumai.

Program SIMORIKA ini sejalan dengan implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) dan SDGs pada program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan PT KPI. Selain beradaptasi menghadapi era revolusi industri 4.0, adanya fenomena perubahan iklim menjadikan Pertamina harus terus berinovasi dalam menjalankan program TJSL.

“Melalui SIMORIKA ini, Pertamina berupaya untuk meningkatkan pengetahuan kelompok binaan dalam menerapkan teknik budidaya modern yang ramah lingkungan. Serta menurunkan tingkat kegagalan panen akibat perubahan iklim,” tandas Agustiawan.

Dengan penambahan kolam, kemampuan memijahkan ikan, memproduksi pakan, membuat makanan olahan, penanganan limbah, dan penerapan teknologi pintar maka program Dumai Minapolitan pada 2024 sudah memasuki tahapan pemantapan program.

“Saat ini, 50 orang nelayan ngokang sudah alih profesi. Di kelompok ada pengembangan sentra benih ikan, dan replikasi budidaya ikan di tempat lain. Selain itu, dari sisi inovasi program ini memiliki paten spiral alat sortir lele,” ungkap Agustiawan.

Ramli, salah satu anggota Pokdakan Palas Jaya, menegaskan kelompok sudah siap apabila dalam waktu dekat akan memasuki exit program dan Pertamina tidak memberikan bantuan langsung.

“Namun, kami berharap terus dibimbing agar usaha ini berlanjut. Yang paling utama adalah kami dapat beraktivitas mencari nafkah lebih aman, minim risiko jika dibandingkan melaut dari sore hingga malam di Selat Malaka,” kata Ramli menyampaikan harapannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir Rob Ganggu Aktivitas Nelayan Kerang Hijau di Muara Angke, Proses Pengolahan Molor

Banjir Rob Ganggu Aktivitas Nelayan Kerang Hijau di Muara Angke, Proses Pengolahan Molor

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Buntut Nelayan Tewas Janggal di Sel Tahanan, 4 Anggota Polsek Kajang Diperiksa dan Dipatsus

Buntut Nelayan Tewas Janggal di Sel Tahanan, 4 Anggota Polsek Kajang Diperiksa dan Dipatsus

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Dugaan Penganiayaan Nelayan hingga Tewas di Polsek Kajang, 4 Polisi Diadukan ke Mabes

Dugaan Penganiayaan Nelayan hingga Tewas di Polsek Kajang, 4 Polisi Diadukan ke Mabes

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:19 WIB

Nelayan Teluk Kelabat Gugat Izin Tambang Timah, Tuntut Pemulihan Laut

Nelayan Teluk Kelabat Gugat Izin Tambang Timah, Tuntut Pemulihan Laut

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 17:36 WIB

Bajo Sangkuang, Kampung Nelayan yang Mengapung di Perairan Halmahera Selatan

Bajo Sangkuang, Kampung Nelayan yang Mengapung di Perairan Halmahera Selatan

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Air Makin Keruh, Ledakan Alga Ganggu Ekosistem Danau Mawang

Air Makin Keruh, Ledakan Alga Ganggu Ekosistem Danau Mawang

Foto | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:01 WIB

Nelayan Rugi Bandar dari Ekspor Ilegal Benih Lobster ke Vietnam

Nelayan Rugi Bandar dari Ekspor Ilegal Benih Lobster ke Vietnam

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:42 WIB

Dari Jualan Pulsa Jadi Juragan Miliaran, Perjalanan Sukses AgenBRILink di Pelosok Riau

Dari Jualan Pulsa Jadi Juragan Miliaran, Perjalanan Sukses AgenBRILink di Pelosok Riau

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Menteri KP Menghadap Prabowo di Hambalang, Laporkan Progres 100 Kampung Nelayan

Menteri KP Menghadap Prabowo di Hambalang, Laporkan Progres 100 Kampung Nelayan

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:33 WIB

Jasad Pria Ditemukan Mengapung di Teluk Popoh, Polisi Telusuri Petunjuk Tas Berisi Identitas

Jasad Pria Ditemukan Mengapung di Teluk Popoh, Polisi Telusuri Petunjuk Tas Berisi Identitas

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:28 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×