Bagaimana Mangrove Membantu Nelayan Kuri Caddi Bertahan di Tengah Cuaca Ekstrem?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 27 Juli 2026 | 13:05 WIB
Bagaimana Mangrove Membantu Nelayan Kuri Caddi Bertahan di Tengah Cuaca Ekstrem?
Tanaman mangrove di pesisir Dusun Kure Caddi, Desa Nisombalia, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. (Dok. ANTARA/Nur Suhra Wardyah (B)
baca 10 detik
  • Abdul Latif dan nelayan Maros menggunakan hutan mangrove sebagai tempat berlindung perahu saat musim angin barat.
  • Rehabilitasi mangrove seluas 12 hektare berhasil meredam ombak, menahan abrasi, dan meningkatkan usia pakai perahu nelayan.
  • Kawasan mangrove menyediakan sumber pendapatan alternatif bagi warga melalui pencarian kepiting bakau dan produksi teh herbal.

Suara.com - Subuh baru saja menyingsing ketika Abdul Latif bergegas keluar rumah. Angin barat yang bertiup kencang membuat atap-atap rumah di Dusun Kuri Caddi, Desa Nisombalia, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, bergemuruh.

Di tangannya, sebuah senter menerangi jalan menuju bibir pantai. Yang ia cari bukan ikan atau rajungan, melainkan memastikan perahunya masih berdiri tegak.

Bagi nelayan pesisir seperti Latif, musim angin barat selalu membawa kecemasan. Hembusan angin yang kuat kerap membuat perahu saling berbenturan, rusak, bahkan tenggelam. Dulu, setiap kali cuaca memburuk, para nelayan hanya bisa berharap perahu yang menjadi sumber penghidupan mereka mampu bertahan.

Namun pagi itu, seperti beberapa tahun terakhir, Latif tidak lagi mengandalkan keberuntungan. Ia mengarahkan perahunya masuk ke alur sungai yang dikelilingi hutan mangrove.

Di sanalah, pepohonan bakau menjadi benteng alami yang melindungi perahu-perahu nelayan dari terpaan angin dan ombak.

"Kalau musim barat, kita lari ke sana (hutan mangrove) untuk berlindung. Semua perahu, sekitar 100 unit, dibawa masuk ke sana," kata Latif, Ketua Kelompok Nelayan Kure Bete-betea seperti dikutip dari ANTARA. 

Kisah Latif merupakan satu dari banyak cerita tentang bagaimana pemulihan ekosistem mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat yang hidup di garis depan perubahan iklim. Di Kuri Caddi, mangrove bukan hanya menjaga alam, tetapi juga menjaga kehidupan.

Benteng Alami Menghadapi Perubahan Iklim

Tanaman mangrove di pesisir Dusun Kure Caddi, Desa Nisombalia, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. (Dok. ANTARA/Nur Suhra Wardyah (B)
Tanaman mangrove di pesisir Dusun Kure Caddi, Desa Nisombalia, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. (Dok. ANTARA/Nur Suhra Wardyah (B)

Belasan tahun lalu, mangrove belum menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kuri Caddi. Saat musim penghujan tiba, angin barat menjadi ancaman tahunan yang tidak dapat dihindari. Perahu-perahu nelayan yang terus dihantam ombak dan angin biasanya hanya mampu bertahan sekitar empat tahun sebelum harus diperbaiki atau bahkan diganti.

baca juga

Situasi berubah setelah kawasan mangrove direhabilitasi. Kini sekitar 20 jenis mangrove tumbuh di kawasan seluas sekitar 12 hektare. Akar-akar bakau yang rapat mampu meredam ombak, menahan abrasi, sekaligus menciptakan jalur air yang aman sebagai tempat bersandar perahu. Akibatnya, usia pakai perahu meningkat hingga sekitar 10 tahun dan biaya perawatan nelayan pun ikut menurun.

Manfaat tersebut juga dirasakan oleh ekosistem. Kawasan mangrove menjadi habitat alami bagi kepiting bakau, udang, ikan, kerang, hingga berbagai jenis burung yang sempat menghilang. Pemulihan vegetasi ternyata juga memulihkan rantai kehidupan di kawasan pesisir.

Menurut Blue Forest, organisasi yang mendampingi rehabilitasi mangrove di kawasan ini sejak 2013, keberhasilan tersebut tidak hanya berasal dari penanaman pohon. Restorasi dilakukan melalui pendekatan Ecological Mangrove Restoration (EMR), diawali dengan riset kondisi kawasan sebelum mengembalikan fungsi ekologis bekas tambak yang telah terbengkalai. Pendekatan ini dikutip dari wawancara Antara bersama masyarakat dan pendamping program di Kuri Caddi.

Ketika Mangrove Menjadi Sumber Penghasilan Baru

Warga Dusun Kure Caddi bernama Irma memperlihatkan kepiting dari hasil tangkapan sang suami di Desa Nisombalia, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. ANTARA/Nur Suhra Wardyah (B)
Warga Dusun Kure Caddi bernama Irma memperlihatkan kepiting dari hasil tangkapan sang suami di Desa Nisombalia, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. ANTARA/Nur Suhra Wardyah (B)

Perubahan tidak berhenti pada perlindungan pesisir. Saat angin barat membuat nelayan tidak bisa melaut selama berhari-hari, kawasan mangrove justru menyediakan sumber penghidupan alternatif. Kepiting bakau dan tiram menjadi hasil alam yang dapat dipanen tanpa harus pergi ke laut lepas.

Latif mengatakan, banyak nelayan memanfaatkan musim tersebut untuk mencari kepiting bakau. Bahkan, sebagian warga memilih beralih menjadi pencari kepiting bakau karena lokasinya lebih dekat, risikonya lebih kecil, dan tetap mampu menopang kebutuhan keluarga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Mangrove Sedunia, BNI Perkuat Aksi Hijau di Pesisir

Hari Mangrove Sedunia, BNI Perkuat Aksi Hijau di Pesisir

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 06:57 WIB

Ratusan Hektare Mangrove di Riau Habis Dibabat, Kapolda Turun Tangan

Ratusan Hektare Mangrove di Riau Habis Dibabat, Kapolda Turun Tangan

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:57 WIB

Pantesan Nelayan RI Nggak Makmur, Ikannya Banyak Dicuri

Pantesan Nelayan RI Nggak Makmur, Ikannya Banyak Dicuri

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:58 WIB

Terkini

Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu

Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu

Jogja | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Anime Disney Twisted-Wonderland Umumkan Jadwal Tayang Episode of Savanaclaw

Anime Disney Twisted-Wonderland Umumkan Jadwal Tayang Episode of Savanaclaw

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:30 WIB

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:28 WIB

Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak

Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak

Surakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Layanan Premium Makin Diperluas, Jangkau TV Micro RGB evo hingga WashTower

Layanan Premium Makin Diperluas, Jangkau TV Micro RGB evo hingga WashTower

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Bahasa Indonesia Kalah Populer di Negeri Sendiri, Mengapa?

Bahasa Indonesia Kalah Populer di Negeri Sendiri, Mengapa?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Menperin Usul Insentif Mobil Hybrid di Tengah Rendahnya Rasio Kepemilikan Mobil

Menperin Usul Insentif Mobil Hybrid di Tengah Rendahnya Rasio Kepemilikan Mobil

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Kemarau Panjang di Kandangwesi, Bagaimana Masyarakat Adat Pulihkan Hutan Demi Jaga Sumber Air?

Kemarau Panjang di Kandangwesi, Bagaimana Masyarakat Adat Pulihkan Hutan Demi Jaga Sumber Air?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:18 WIB

Downgrade Lifestyle! 3 Subtitusi Fortuner, Pajero Sport, dan Innova: 7 Seater Irit, Kolong Tinggi

Downgrade Lifestyle! 3 Subtitusi Fortuner, Pajero Sport, dan Innova: 7 Seater Irit, Kolong Tinggi

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Kalau Terdaftar Judol, Apa yang Harus Dilakukan?

Kalau Terdaftar Judol, Apa yang Harus Dilakukan?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:15 WIB

×