Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.345

Bantuan Pangan yang Dilakukan Bulog Berdampak Positif Bagi Ketahanan Pangan

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Kamis, 20 Juni 2024 | 19:19 WIB
Bantuan Pangan yang Dilakukan Bulog Berdampak Positif Bagi Ketahanan Pangan
Perum Bulog menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat. (Dok: Perum Bulog)

Suara.com - Menurut penerima Hadiah Nobel Ilmu Ekonomi pada tahun 2019 Esther Duflo, Abhijit Banerjee dan Michael Kremer; bahwa membantu penduduk miskin secara langsung dan terarah tidak hanya mengangkat mereka dari jebakan kemiskinan tetapi juga memberikan dorongan bagi ekonomi suatu negara secara keseluruhan. Program-program berskala kecil ataupun terarah seperti akses ke kredit mikro, bantuan pangan ke penduduk berpenghasilan rendah dan dukungan produksi pertanian, memungkinkan individu untuk berinvestasi dalam peluang yang lebih produktif.

Perum BULOG memainkan peran penting dalam distribusi bantuan pangan beras di Indonesia yang disalurkan kepada 22 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada tahun 2024, setelah menyalurkan kepada 21,3 juta penerima bantuan pada tahun 2023. Bantuan pangan beras sebesar 10 Kg per bulan ini, bisa membantu keluarga miskin untuk mencukupi kebutuhan pangan utamanya, sehingga mereka bisa berfokus pada kebutuhan penting lainnya sebagai penunjang hidup.

Direktur Utama Perum BULOG, Bayu Krisnamurthi mengatakan, kelompok masyarakat miskin sebesar 21 juta lebih, sudah tidak perlu sibuk lagi cari beras. Karena sudah disediakan 10 Kg per bulan oleh pemerintah. Walaupun mungkin untuk beberapa keluarga jumlah bantuan beras itu belum mencukupi kebutuhan bulanannya, tapi setidaknya sebagian dari kebutuhan, sudah dipenuhi oleh pemerintah. Jadi mereka bisa lebih tenang. Karena kelompok masyarakat ini yang paling gelisah kalau tidak ada beras.

Pada tahun 2023, Perum BULOG telah menyalurkan kurang lebih 213 ribu ton beras setiap bulannya kepada penerima manfaat. Hal ini tentunya juga memberikan pengaruh kepada stabilitas harga beras. Pakar Pangan Indonesia, Tito Pranolo mengatakan, ada dua manfaat dari distribusi bantuan pangan beras oleh Perum BULOG yang terlihat jelas. Manfaat pertama, stabilisasi harga beras. Tidak terjadi volatilitas tinggi pada harga beras, seiring dengan adanya bantuan pangan.

"Hal ini sesuai dengan hukum supply demand. Kedua, kelompok masyarakat yang paling membutuhkan bisa mendapatkan akses pangan untuk mencukupi kebutuhan hariannya," katanya.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2023 mencapai 9,36% atau mencapai 25,9 juta orang. Menurut teori yang diungkapkan Esther Duflo, bahwa orang miskin memiliki perilaku konsumen yang berbeda, di mana keputusan untuk membeli suatu barang menjadi sangat kompleks, karena keterbasan sumber daya yang ada.

“Sejak bulan Maret tahun ini, saya sudah 4 kali menerima bantuan beras. Hal ini sangat membantu kebutuhan pangan pokok bulanan keluarga saya. Bantuan beras 10 Kg kurang lebih habis dalam waktu 3 minggu. Terima kasih atas bantuan dan perhatiannya kepada kami masyarakat kecil,” ucap Asteria, 73 tahun, salah satu penerima manfaat bantuan beras di daerah Grogol, Jakarta Barat.

Dari manfaat stabilisasi harga hingga membantu keluarga miskin tercukupi kebutuhan berasnya, kontribusi Perum BULOG sangat terasa kehadirannya secara nyata. Peran ini harus terus diperkuat dan didukung terus oleh berbagai pemegang kebijakan, agar manfaatnya bagi perekonomian nasional semakin optimal. Pentingnya kolaborasi antara Perum BULOG, berbagai entitas yang membuat regulasi pangan di pemerintahan dan masyarakat, dapat mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan nasional.

"Banyak sekali manfaat dari bantuan pangan beras yang telah dijalankan oleh pemerintah selama ini, termasuk stabilisasi pangan dan meringankan beban masyarakat miskin. Perum BULOG terus menjadi pilar penting dalam perekonomian Indonesia, sebagai operator pelaksana rantai pasok pangan terpercaya dan berpengalaman yang akan terus berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia dan membantu mewujudkan ketahanan pangan bekerlanjutan,” tutup Bayu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Utusan Presiden Minta Santri Bangun Ketahanan Pangan

Alasan Utusan Presiden Minta Santri Bangun Ketahanan Pangan

News | Jum'at, 14 Juni 2024 | 03:25 WIB

Bulog Siap Tindaklanjuti Arahan Pemerintah terkait Peningkatan Kerjasama  Pangan dengan Kamboja

Bulog Siap Tindaklanjuti Arahan Pemerintah terkait Peningkatan Kerjasama Pangan dengan Kamboja

News | Kamis, 13 Juni 2024 | 10:05 WIB

Disebut Jadi Penentu Ketahanan Pangan Masa Depan, Apa Itu Smart Farming?

Disebut Jadi Penentu Ketahanan Pangan Masa Depan, Apa Itu Smart Farming?

Lifestyle | Selasa, 11 Juni 2024 | 16:06 WIB

3 Dusun di Papua Dapat Penyuluhan Kampung Iklim dari KPI Unit Kasim

3 Dusun di Papua Dapat Penyuluhan Kampung Iklim dari KPI Unit Kasim

Bisnis | Jum'at, 07 Juni 2024 | 14:30 WIB

1,9 Juta Petani dan Penyuluh Ikuti Pelatihan Ketahanan Pangan Kementan

1,9 Juta Petani dan Penyuluh Ikuti Pelatihan Ketahanan Pangan Kementan

Bisnis | Rabu, 05 Juni 2024 | 17:35 WIB

Komitmen Jaga Ketahanan Pangan Nasional, PTPN Raih Penghargaan di BEMA 2024

Komitmen Jaga Ketahanan Pangan Nasional, PTPN Raih Penghargaan di BEMA 2024

Bisnis | Kamis, 16 Mei 2024 | 14:18 WIB

Terkini

Pemerintah Minta Diversifikasi Produk IKM Demi Tumbuhkan Ekspor Kerajinan

Pemerintah Minta Diversifikasi Produk IKM Demi Tumbuhkan Ekspor Kerajinan

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 09:52 WIB

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.337 pada Awal Bulan Mei

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.337 pada Awal Bulan Mei

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 09:38 WIB

IHSG Mulai Menghijau di Senin Pagi Balik ke Level 7.000

IHSG Mulai Menghijau di Senin Pagi Balik ke Level 7.000

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 09:13 WIB

Setelah Libur Panjang, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.765.000/Gram

Setelah Libur Panjang, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.765.000/Gram

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 09:05 WIB

Harga BBM Pertamina Naik Lagi, Pertamax Turbo Hingga Pertamina Dex Melambung

Harga BBM Pertamina Naik Lagi, Pertamax Turbo Hingga Pertamina Dex Melambung

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 08:54 WIB

SIG Tuntaskan Proyek Rp 1,4 Triliun di Tuban

SIG Tuntaskan Proyek Rp 1,4 Triliun di Tuban

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 08:43 WIB

Pemerintah Kasih Kode Harga BBM RON 92 Bisa Naik, Apa Dampaknya?

Pemerintah Kasih Kode Harga BBM RON 92 Bisa Naik, Apa Dampaknya?

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 08:16 WIB

KB Bank Kantongi Laba Operasional Positif Rp9 Miliar pada Kuartal I-2026

KB Bank Kantongi Laba Operasional Positif Rp9 Miliar pada Kuartal I-2026

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 08:05 WIB

IHSG Berpotensi Technical Rebound di Tengah Rekor Tertinggi Wall Street

IHSG Berpotensi Technical Rebound di Tengah Rekor Tertinggi Wall Street

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 08:02 WIB

Emas Stabil Hari Ini, Saatnya Investasi atau Menunggu? Cek Harga Terbarunya

Emas Stabil Hari Ini, Saatnya Investasi atau Menunggu? Cek Harga Terbarunya

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 07:55 WIB