- KB Bank mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar Rp43,19 triliun atau naik 2,61 persen pada kuartal I tahun 2026.
- Pendapatan bunga bersih perusahaan melonjak signifikan sebesar 97,28 persen menjadi Rp363 miliar melalui optimalisasi aset dan liabilitas.
- Perusahaan berhasil meraih laba operasional sebelum biaya pencadangan positif sebesar Rp9 miliar untuk pertama kalinya sejak tahun 2020.
Suara.com - PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) menunjukkan taringnya dengan mencatatkan perbaikan fundamental yang signifikan pada kinerja keuangan kuartal I 2026.
Pertumbuhan positif ini didorong oleh ekspansi penyaluran kredit, penguatan struktur pendanaan, serta peningkatan margin bunga bersih yang memperkokoh posisi bank di pasar finansial.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, realisasi penyaluran kredit KB Bank mencapai Rp43,19 triliun atau tumbuh sebesar 2,61 persen secara year-on-year (YoY).
Keberhasilan ini juga dibarengi dengan lonjakan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) sebesar 97,28 persen menjadi Rp363 miliar, yang menunjukkan efektivitas strategi bisnis perusahaan dalam mengoptimalkan aset.
Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menyatakan bahwa hasil positif pada triwulan pertama tahun ini menunjukkan perusahaan berada di jalur yang tepat.
“Kinerja triwulan I-2026 menunjukkan KB Bank terus berada di jalur yang tepat, dengan perbaikan yang tercermin dari pertumbuhan kredit, penguatan dana murah, peningkatan margin bunga bersih, dan PPOP yang kembali positif,” ujar Kunardy dalam keterangan resminya, Senin (4/5/2026).
Peningkatan kinerja ini juga tercermin dari Net Interest Margin (NIM) yang melesat ke angka 2,09 persen, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar 1,09 persen.
![Presiden Direktur KB Bank (BBKP), Kunardy Darma Lie mengatakan pihaknya butuh suntikan modal dari induk usaha di Korea Selatan agar bisa melesat menjadi pemain utama di industri perbankan Indonesia. [Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/23/13145-presiden-direktur-kb-bank-bbkp-kunardy-darma-lie.jpg)
Pencapaian ini menjadi bukti nyata pengelolaan aset dan liabilitas yang semakin optimal serta efisiensi biaya dana yang terus membaik di internal perseroan.
Momentum bersejarah juga tercipta pada periode ini. Untuk pertama kalinya sejak bergabung dengan KB Financial Group (KBFG) pada tahun 2020, KB Bank berhasil membukukan laba operasional sebelum biaya pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) positif sebesar Rp9 miliar.
Angka ini menandai tonggak penting dalam perjalanan transformasi menuju profitabilitas yang berkelanjutan.
Meski demikian, Kunardy menegaskan bahwa pihak manajemen tetap waspada dan fokus pada peningkatan kualitas kredit serta penguatan permodalan.
"Fokus kami ke depan adalah menjaga momentum ini melalui pertumbuhan berkualitas, pengelolaan risiko yang disiplin, serta penguatan sinergi dengan KB Financial Group," tambahnya.
Dari sisi pendanaan, total Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp41,52 triliun.
KB Bank sukses memperkuat komposisi pendanaan yang lebih efisien melalui pertumbuhan dana murah atau current account savings account (CASA) sebesar 5,74 persen secara tahunan menjadi Rp13,09 triliun.
Melalui sinergi kuat bersama KB Financial Group, strategi KB Bank ke depan akan tetap fokus pada penguatan kualitas aset dan mitigasi risiko yang ketat.