Boikot Produk Israel Salah Sasaran, Suplier Lokal Merana

Achmad Fauzi

Selasa, 25 Juni 2024 | 07:11 WIB
Boikot Produk Israel Salah Sasaran, Suplier Lokal Merana
Pengunjuk rasa memegang poster ajakan boikot produk Amerika Serikat dan Israel saat Aksi Bela Palestina di Kantor Kedutaan Besar Mesir, Jakarta, Minggu (19/5/2024).[Antara]

Suara.com - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengatakan boikot terhadap produk yang berafiliasi dengan Israel ini berimbas pada bisnis restoran lokal. Bahkan, boikot ini dianggap menggangung rantai pasok dari para suplier.

Wakil Ketua PHRI Bidang Restoran Emil Arifin merasa prihatin akan gerakan boikot yang semakin meluas. Dia melihat boikot ini merupakan salah alamat.

"Jadi, disebutkan kalau ada produk Israel yang dijual, padahal di sini nggak ada produk Israel yang didagangkan di restoran. Produknya, produk Indonesia semua. Pekerjanya Indonesia semua," ujarnya saat dihubungi yang dikutip, Selasa (25/6/2024).

Menurut Emil, selama dua tahun belakangan, industri restoran telah menghadapi tantangan yang berat akibat pandemi. Namun saat memasuk masa pemulihan, tapi dihadang dengan ancaman boikot ini.
baru mulai mengarah pada fase recovery.

"Kan udah Covid-19, ya. Tahun-tahun itu benar-benar tidak ada penjualan. Penjualannya sangat-sangat menurun di semua restoran. Nah, 2023 itu masa recovery baru mulai, sudah ditambah lagi oleh boikot. November itu mulai terasa dan terus masuk ke 2024, ekonomi kita tidak membaik dan tidak baik-baik saja," tegas dia.

Dalam hal ini, Emil ingin pemerintah bisa mengklarifikasi daftar tiap perusahaan maupun produk-produk yang terafiliasi dengan Israel. Hal ini bertujuan mencegah terjadinya kegaduhan dalam masyarakat.

Selain itu, PHRI meminta pemerintah harus segera melakukan dialog sosial dengan masyarakat untuk mendiskusikan terkait produk-produk terafiliasi Israel ini.

Ini penting agar masyarakat bisa paham bahwa perusahaan-perusahaan multinasional di Indonesia itu memang melakukan bisnisnya secara profesional.

Emil menegaskan, restoran di Indonesia tidak ada yang terlibat dengan Israel dan para pekerjanya banyak yang beragama Islam dan sudah berusaha membantu Palestina.

baca juga

"Tapi mereka tetap dicap negatif dan diboikot, padahal mereka, pekerja-pekerja yang membantu industri bertahan selama Covid-19. Jadi pekerja itu berjuang untuk supaya survive, tapi malah terus diboikot," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah PHK Tokopedia, Pengusaha Pribumi Khawatir UMKM Lokal Kalah Saing dengan Produk Impor

Setelah PHK Tokopedia, Pengusaha Pribumi Khawatir UMKM Lokal Kalah Saing dengan Produk Impor

Bisnis | Kamis, 20 Juni 2024 | 09:50 WIB

Serobot Permukiman hingga Jual Miras, Aksi Warga Protes Izin Restoran Mewah di Melawai Jaksel: Mereka Bertele-tele!

Serobot Permukiman hingga Jual Miras, Aksi Warga Protes Izin Restoran Mewah di Melawai Jaksel: Mereka Bertele-tele!

News | Jum'at, 14 Juni 2024 | 12:44 WIB

Para Pengusaha Dukung Pembangunan Ekonomi Hijau dan Biru di Papua

Para Pengusaha Dukung Pembangunan Ekonomi Hijau dan Biru di Papua

Bisnis | Kamis, 06 Juni 2024 | 16:40 WIB

Terkini

Lipstik Inez Viral Lagi, Ini 6 Varian yang Cocok Buat Skintone Orang Indonesia

Lipstik Inez Viral Lagi, Ini 6 Varian yang Cocok Buat Skintone Orang Indonesia

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 17:10 WIB

Hujan Mulai Turun, 1.789 Warga Ngawi Masih Krisis Air Bersih

Hujan Mulai Turun, 1.789 Warga Ngawi Masih Krisis Air Bersih

Jatim | Rabu, 04 November 2026 | 17:10 WIB

Solusi Macet Ciomas! Jalan Laladon Bakal Dilebarkan 3 Meter

Solusi Macet Ciomas! Jalan Laladon Bakal Dilebarkan 3 Meter

Bogor | Rabu, 04 November 2026 | 17:07 WIB

Media Vietnam Singgung Prestasi Calvin Verdonk di Liga Champions

Media Vietnam Singgung Prestasi Calvin Verdonk di Liga Champions

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 17:05 WIB

5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review

5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 17:01 WIB

Dua Jasad Korban Mutilasi Madiun Teridentifikasi, Keluarga Terbang ke Bogor Antar Pemakaman

Dua Jasad Korban Mutilasi Madiun Teridentifikasi, Keluarga Terbang ke Bogor Antar Pemakaman

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 17:00 WIB

Review Serial Prefiero la Muerte: Suguhkan Kisah Cinta Unik Berbalut Horor

Review Serial Prefiero la Muerte: Suguhkan Kisah Cinta Unik Berbalut Horor

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 17:00 WIB

Asian Games 2026 Ungkap Potensi Atlet Indonesia, Sistem Pembinaan Jadi Pekerjaan Rumah

Asian Games 2026 Ungkap Potensi Atlet Indonesia, Sistem Pembinaan Jadi Pekerjaan Rumah

Jawa Tengah | Rabu, 04 November 2026 | 16:55 WIB

Gerindra Mulai Konsolidasi, Gelar Pertemuan Elite Parpol Sikapi Penyadapan Prabowo

Gerindra Mulai Konsolidasi, Gelar Pertemuan Elite Parpol Sikapi Penyadapan Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:55 WIB

CREA: Kematian akibat Polusi Udara Melonjak 42 Persen, Asap Karhutla Makin Mematikan

CREA: Kematian akibat Polusi Udara Melonjak 42 Persen, Asap Karhutla Makin Mematikan

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:55 WIB

×