Family Office Ide Luhut Bisa Jadi Surga Pencucian Uang dan Pengemplang Pajak

Iwan Supriyatna, Kevino Dwi Velrahga

Senin, 08 Juli 2024 | 14:25 WIB
Family Office Ide Luhut Bisa Jadi Surga Pencucian Uang dan Pengemplang Pajak
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dalam Rapat Kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama para Menko di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/6/2024). (bidik layar video)

Suara.com - Pembentukan family office oleh pemerintah Jokowi dianggap ekonom memiliki potensi besar menjadi sarang pencucian uang. Ide ini awal muncul dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan karena melihat banyak negara maju sudah menjalankan program ini.

Ekonom dan pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri mengungkapkan kekhawatiran bahwa program ini bisa jadi tempat pencucian uang seperti yang terjadi di Singapura.

"Di Singapura yang hukumnya bagus saja sekarang menahan diri menciptakan (family office) karena mereka tidak mau lagi diperlakukan atau di-image-kan sebagai negara tempat pencuci uang," ujar Faisal dikutip Senin (8/7/2024).

Untuk diketahui, salah satu negara yang memiliki family office ialah Singapura. Di sana, ada 6 family office tersangkut kasus pencucian uang senilai US$3 miliar atau setara Rp36,23 triliun.

Pemerintah Singapura kemudian menangkap dan memproses hukum 10 orang asing yang terlibat dalam kasus pencucian uang terbesar di negara tersebut.

Faisal menilai praktik pencucian uang yang kerap terjadi di family office bisa saja berasal dari kejahatan judi online atau narkoba. Para pelaku biasanya mencatut nama orang lain lalu menaruh dananya ke suatu negara.

Maka dari itu, Faisal pun mempertanyakan kesanggupan pemerintah, apakah benar-benar sudah siap membentuk family office dengan segala konsekuensinya.

"Jangan-jangan ada judi online, narkoba, pelaku-pelakunya di luar pakai nama orang bikin family office. Bisa saja seperti itu. Pertanyaannya siap tidak?".

Senada dengan Faisal, Ekonom dari Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet juga berpendapat kalau dengan adanya family office, Indonesia juga berisiko jadi tempat pengemplang pajak berkumpul.

baca juga

Ini karena para pencari suaka pajak berusaha menghindari pajak di negara asalnya dengan menaruh uangnya di negara-negara yang memiliki program pembebasan pajak atau pajak rendah.

"Pembebasan ataupun pemberian skema pajak tertentu diberikan pada konsep family office. Skema ini digunakan pemilik modal untuk merancang skema tertentu, ini yang perlu diantisipasi negara berkembang," terang Yusuf.

Menurutnya, negara berkembang seperti Indonesia membutuhkan penerimaan pajak yang bersumber dari berbagai sektor usaha. Sehingga, program-program yang memberi insentif pajak seperti family office, harus memperhatikan faktor kompensasi yang didapat di masa depan serta berdasarkan asas keadilan.

Maka dari itu, Yusuf meminta pemerintah jangan hanya menawarkan adanya pajak rendah agar investor mau masuk, tapi juga memperhatikan aspek pajak yang berkeadilan dalam mendesain skema family office di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luhut Klaim Family Office Diminati WNA, Indonesia Bisa Jadi "Surga" Pencucian Uang?

Luhut Klaim Family Office Diminati WNA, Indonesia Bisa Jadi "Surga" Pencucian Uang?

Bisnis | Jum'at, 05 Juli 2024 | 18:29 WIB

Luhut Sebut 'Family Office' Bakal Bebas Pajak, Faisal Basri Curiga Jadi Tempat Cuci Uang Orang Kaya RI

Luhut Sebut 'Family Office' Bakal Bebas Pajak, Faisal Basri Curiga Jadi Tempat Cuci Uang Orang Kaya RI

Bisnis | Jum'at, 05 Juli 2024 | 15:16 WIB

Seberapa Penting Family Office Usulan Luhut? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Seberapa Penting Family Office Usulan Luhut? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Bisnis | Rabu, 03 Juli 2024 | 07:00 WIB

Terkini

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:00 WIB

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:58 WIB

Siswa Pekanbaru Mulai Belajar di Sekolah, Wali Kota: Jika Sesak Napas Jangan Dipaksakan

Siswa Pekanbaru Mulai Belajar di Sekolah, Wali Kota: Jika Sesak Napas Jangan Dipaksakan

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Akhirnya Perkasa Pagi Ini ke Level Rp17.852

Rupiah Akhirnya Perkasa Pagi Ini ke Level Rp17.852

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:53 WIB

Profil dan Pekerjaan Dennis Talakua, Resmi Lamar Marion Jola setelah 5 Tahun Pacaran

Profil dan Pekerjaan Dennis Talakua, Resmi Lamar Marion Jola setelah 5 Tahun Pacaran

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 09:47 WIB

Razia Gabungan di Lapas Cikarang: 15 Senjata Tajam Hingga Baut Disita dari Sel

Razia Gabungan di Lapas Cikarang: 15 Senjata Tajam Hingga Baut Disita dari Sel

Bekaci | Rabu, 23 September 2026 | 09:46 WIB

Lion Parcel Ekspansi ke Malaysia, Bidik Peluang Bisnis Logistik Lintas Negara

Lion Parcel Ekspansi ke Malaysia, Bidik Peluang Bisnis Logistik Lintas Negara

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:44 WIB

Disambut Histeris Keluarga, Momen Korban KM Virgo Transport 8 Pulang Rumah di Cianjur

Disambut Histeris Keluarga, Momen Korban KM Virgo Transport 8 Pulang Rumah di Cianjur

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 09:43 WIB

Banyak Prajurit Tangani Bencana, Upacara Puncak HUT TNI Batal Digelar di Monas

Banyak Prajurit Tangani Bencana, Upacara Puncak HUT TNI Batal Digelar di Monas

News | Rabu, 23 September 2026 | 09:41 WIB

Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi

Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi

Kaltim | Rabu, 23 September 2026 | 09:37 WIB

×