AdaKami dan Universitas Esa Unggul Bersinergi Lahirkan Generasi Bijak Finansial

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Jum'at, 12 Juli 2024 | 05:10 WIB
AdaKami dan Universitas Esa Unggul Bersinergi Lahirkan Generasi Bijak Finansial
AdaKami Berkomitmen Edukasi Mahasiswa Menjadi Bijak Finansial. (Dok: AdaKami)

Suara.com - Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran finansial di kalangan mahasiswa, PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) dengan bangga mempersembahkan program "Generasi Bijak Finansial Bersama AdaKami", bekerja sama dengan Universitas Esa Unggul. Program ini bertujuan memberikan edukasi dan pemahaman mendalam tentang pengelolaan keuangan yang sehat dan bertanggung jawab, terutama bagi mahasiswa.

Brand Manager PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) Jonathan Kriss menyebutkan program “Generasi Bijak Finansial Bersama AdaKami” merupakan bagian dari edukasi rutin berkesinambungan yang diadakan sebagai wujud komitmen dan kontribusi Perusahaan dalam meningkatkan literasi keuangan digital, kesadaran akan pengelolaan keuangan yang sehat serta bertanggug jawab, dan hal relevan lainnya bagi masyarakat, khususnya di kalangan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.

“Salah satu tujuan utama kami adalah memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang bagaimana membuat anggaran, mengelola pengeluaran, dan memanfaatkan fasilitas keuangan yang ada dengan sehat dan bertanggung jawab. Dengan demikian, mereka dapat mengelola keuangan dengan lebih bijak dan menghindari jebakan gaya hidup konsumtif yang berpotensi merugikan,” kata Jonathan, Rabu, (10/7/2024).

Pada kesempatan yang sama, Certified Financial Planner, Rista Zwestika, yang turut menjadi narasumber dalam acara ini, memaparkan ada empat langkah utama yang bisa dilakukan oleh para mahasiswa dalam membuat perencanaan keuangan yang sehat dan bertanggung jawab. Pertama, mengecek cashflow untuk memahami arus keluar-masuk uang; kedua, mengecek aset bersih untuk mengetahui kondisi keuangan secara keseluruhan; ketiga, meningkatkan value diri untuk menambah pendapatan dan aset; dan keempat, membuat tujuan keuangan yang jelas serta strategi investasi yang tepat.

“Dengan mengikuti langkah-langkah ini, mahasiswa dapat mulai membangun pondasi keuangan yang kuat dan mengambil keputusan finansial yang lebih bijak. Penting bagi generasi muda untuk memahami bahwa perencanaan keuangan yang baik adalah kunci untuk mencapai stabilitas dan kesuksesan finansial di masa depan,” katanya.

Anjuran Rista agar mahasiswa bisa membuat perencanaan keuangan yang sehat dan bertanggung jawab bukan tanpa sebab. Pasalnya, Generasi milenial dan Gen Z saat ini menghadapi berbagai kondisi dan tantangan finansial.

Hal ini turut dibuktikan oleh survei dari LPEM FEB UI tahun 2020 yang mengungkapkan sebanyak 64,3% mahasiswa masih memiliki tingkat literasi keuangan yang rendah. Di samping itu, Katadata Insight Center 2023 menyebutkan bahwa 54% mahasiswa tidak memiliki anggaran keuangan dan Riset Mandiri Institute 2021 juga menyebutkan bahwa 60,7% mahasiswa mengalami kesulitan keuangan.

“Kondisi ini menandakan bahwa banyak mahasiswa tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam mengelola keuangan pribadi mereka. Akibatnya, mereka sering kali menghadapi kesulitan dalam mengatur pengeluaran di masa kini dan mempersiapkan kebutuhan keuangan di masa mendatang,” tambahnya.

Gaya hidup konsumtif juga menjadi tantangan yang signifikan di kalangan mahasiswa. Survei yang sama dari Katadata Insight Center tahun 2023 juga menunjukkan bahwa 63% mahasiswa menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak penting. Data ini diperkuat oleh Riset KPEM FEB UI 2023 yang juga mengungkapkan bahwa 38,6% mahasiswa terjebak dalam gaya hidup "instant gratification". Kebiasaan ini menunjukkan bahwa banyak mahasiswa lebih memilih untuk memenuhi keinginan jangka pendek tanpa mempertimbangkan konsekuensi finansial jangka panjang.

“Ini menunjukkan betapa pentingnya edukasi literasi keuangan seperti program ‘Generasi Bijak Finansial Bersama AdaKami’ bagi para generasi muda kita saat ini,” pungkas Rista.

Nilai Tambah
Selain diskusi mengenai pengelolaa keuangan yang sehat, Kegiatan Generasi Bijak Finansial Bersama AdaKami juga mengangkat hal relevan lain yang diharapkan bisa memberi wawasan dan nilai tambah bagi para pesertanya.

Kali ini, Generasi Bijak Finansial Bersama AdaKami membahas pengembangan strategi komunikasi yang relevan dan berdampak positif baik bagi perusahaan atau organisasi dan individu yang bisa diterapkan oleh mahasiswa, baik saat ini maupun ketika mereka melangkah ke dunia kerja kelak.

Menurut Jonathan, di era digital di mana semua orang bisa menjadi rujukan dan penyebar informasi, penting sekali untuk bersikap bijak dan bertanggung jawab dalam mengumpulkan dan menyebarkan informasi.

“Praktik penyebaran informasi yang tidak bertanggug jawab berpotensi menyebabkan terjadinya misinformasi dan disinformasi yang bisa merugikan atau menguntungkan pihak yang tidak seharusnya. Bahkan, pada tataran yang lebih luas, hal ini berpotensi menimbulkan kericuhan dan perpecahan,” ujarnya.

Jonathan berharap, Perusahaan bisa terus berkolaborasi dengan lembaga-lembaga pendidikan tinggi di Indonesia untuk mengadakan kegiatan serupa. Dalam setiap sesi, AdaKami akan menghadirkan ahli keuangan maupun praktisi lainnya untuk memberikan pengetahuan serta tips praktis mengenai pengelolaan keuangan pribadi dan hal relevan lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PSI Ingin Usung Deddy Corbuzier di Pilgub Jakarta, Pendidikan Jauh Lebih Moncer dari Kaesang

PSI Ingin Usung Deddy Corbuzier di Pilgub Jakarta, Pendidikan Jauh Lebih Moncer dari Kaesang

Lifestyle | Kamis, 11 Juli 2024 | 18:40 WIB

Pantas Bisa Kerja di Perusahaan Besar Kanada, Pendidikan Tengku Firmansyah Ternyata Gak Kaleng-Kaleng

Pantas Bisa Kerja di Perusahaan Besar Kanada, Pendidikan Tengku Firmansyah Ternyata Gak Kaleng-Kaleng

Lifestyle | Kamis, 11 Juli 2024 | 17:28 WIB

Merantau ke Korea Sejak Usia 15 Tahun, Xaviera Tak Ingin Susahkan Orang Tua

Merantau ke Korea Sejak Usia 15 Tahun, Xaviera Tak Ingin Susahkan Orang Tua

Your Say | Kamis, 11 Juli 2024 | 12:53 WIB

Pendidikan Geni Faruk Bikin Sungkem, Atta Halilintar Kebanting Jauh

Pendidikan Geni Faruk Bikin Sungkem, Atta Halilintar Kebanting Jauh

Lifestyle | Kamis, 11 Juli 2024 | 12:47 WIB

Inspiratif! Ini Alasan Xaviera Putri Peserta CoC Giat Cari Beasiswa Sejak SMP

Inspiratif! Ini Alasan Xaviera Putri Peserta CoC Giat Cari Beasiswa Sejak SMP

Your Say | Kamis, 11 Juli 2024 | 11:09 WIB

Prestasi Memukau Diwarnai Keraguan, Gadis Jenius Matematika Asal Pedesaan Dituduh Menyontek

Prestasi Memukau Diwarnai Keraguan, Gadis Jenius Matematika Asal Pedesaan Dituduh Menyontek

News | Rabu, 10 Juli 2024 | 20:08 WIB

Terkini

Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi

Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:45 WIB

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:39 WIB

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:32 WIB

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:21 WIB

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:05 WIB

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 21:33 WIB

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:38 WIB

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:32 WIB

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:19 WIB