Harga Pertamax Naik! Pengamat Sarankan Pertamina Bertindak Efek Kurs Rupiah dan ICP

M Nurhadi

Senin, 29 Juli 2024 | 10:40 WIB
Harga Pertamax Naik! Pengamat Sarankan Pertamina Bertindak Efek Kurs Rupiah dan ICP
Ilustrasi pertamax series.

Suara.com - Peneliti senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, menyatakan bahwa sudah waktunya bagi Pertamina untuk menaikkan harga BBM nonsubsidi, seperti seri Pertamax.

Menurutnya, Pertamina telah lama menahan harga Pertamax series, meskipun harga minyak dunia naik akibat konflik di Timur Tengah, sementara SPBU swasta sudah beberapa kali menaikkan harga BBM mereka.

Melalui sambungan telepon di Jakarta pada hari Minggu, Tauhid juga menyebut bahwa situasi saat ini masih sulit, termasuk nilai tukar yang berada di sekitar Rp16.000 per dolar AS. "Kurs telah bergerak sekitar 5 persen, jadi Pertamina sudah sewajarnya menaikkan harga BBM non subsidi. Yang penting, kenaikan tersebut tidak memberatkan masyarakat," ujarnya.

Tauhid menjelaskan bahwa faktor terbesar dalam penentuan harga BBM adalah harga ICP karena merupakan bahan baku utama. Jadi, jika harga ICP lebih tinggi dibandingkan nilai tukar, maka harga ICP yang lebih dominan menentukan harga BBM tersebut.

"Jika keduanya naik (nilai tukar dan ICP), maka penyesuaian harga BBM harus segera dilakukan," tambahnya, dikutip dari Antara.

Sebelumnya, Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto menyatakan bahwa harga BBM nonsubsidi, seperti Pertamax dan sejenisnya, memang mengikuti pergerakan harga di pasar, sehingga perusahaan bisa menyesuaikan harga dengan lebih fleksibel.

Ilustrasi petugas tengah mengisi BBM ke kendaaraan. [Dok Pertamina]
Ilustrasi petugas tengah mengisi BBM ke kendaaraan. [Dok Pertamina]

Diketahui, harga Pertamax dan sejenisnya tidak berubah sejak Februari 2024 meskipun harga minyak dunia telah naik. Saat ini, harga jual Pertamax series jauh di bawah harga BBM di SPBU swasta seperti Shell, Vivo, dan BP.

Pada Juli 2024, Pertamina menjual Pertamax (RON 92) seharga Rp12.950 per liter. Sementara itu, Shell Super dijual Rp13.810 per liter, Revvo 92 (produk Vivo) Rp13.600 per liter, dan BP 92 seharga Rp13.450 per liter.

Untuk RON 95, Pertamina menjual Pertamax Green seharga Rp13.900 per liter, lebih rendah dibandingkan Shell V Power dan BP Ultimate yang masing-masing dijual Rp14.700 per liter, serta Revvo 95 dari Vivo yang dijual Rp14.500 per liter.

baca juga

Sementara itu, Pertamax Turbo (RON 98) dijual Rp14.400 per liter, lebih murah dibandingkan produk Shell V Power Nitro yang dijual Rp14.930 per liter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isi Pertalite di SPBU Ditolak? Begini Tips Ampuh Biar Tetap Bisa Beli BBM Bersubsidi

Isi Pertalite di SPBU Ditolak? Begini Tips Ampuh Biar Tetap Bisa Beli BBM Bersubsidi

Otomotif | Minggu, 28 Juli 2024 | 17:05 WIB

Luhut: Tak Ada BBM Baru, Tapi Kualitas Lebih Bagus

Luhut: Tak Ada BBM Baru, Tapi Kualitas Lebih Bagus

Bisnis | Sabtu, 27 Juli 2024 | 18:01 WIB

Indef Sebut PLN Hadapi Tantangan Tarif Listrik di Tengah Kinerja Moncer

Indef Sebut PLN Hadapi Tantangan Tarif Listrik di Tengah Kinerja Moncer

Bisnis | Jum'at, 26 Juli 2024 | 17:08 WIB

Terkini

Singapura Siapkan Opsi Nuklir Usai Indonesia Stop Ekspor Gas

Singapura Siapkan Opsi Nuklir Usai Indonesia Stop Ekspor Gas

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Kemenkraf Dorong Komersialisasi Penyiaran Melalui Program Akselerasi Ekonomi Kreatif

Kemenkraf Dorong Komersialisasi Penyiaran Melalui Program Akselerasi Ekonomi Kreatif

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:33 WIB

Pemerintah Tunda Kewajiban Sertifikasi Halal UMKM hingga 2028, Ini Kata Menkop

Pemerintah Tunda Kewajiban Sertifikasi Halal UMKM hingga 2028, Ini Kata Menkop

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Puluhan Jemaat Gereja di Indragiri Hulu Diduga Keracunan Makanan

Puluhan Jemaat Gereja di Indragiri Hulu Diduga Keracunan Makanan

Riau | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Bukan Cuma Merek dan Harga, Ini yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Jam Tangan Pre-Owned

Bukan Cuma Merek dan Harga, Ini yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Jam Tangan Pre-Owned

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Penasaran Kalahkan Persija Jakarta Racikan Shin Tae-yong, Pelatih Persik Rancang Strategi Khusus

Penasaran Kalahkan Persija Jakarta Racikan Shin Tae-yong, Pelatih Persik Rancang Strategi Khusus

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Harga Bitcoin Rawan Anjlok ke US$ 73.000? Ini Analisisnya

Harga Bitcoin Rawan Anjlok ke US$ 73.000? Ini Analisisnya

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Bahasa Daerah Vs Slang Internet: Apakah Identitas Lokal Gen Z Mulai Punah?

Bahasa Daerah Vs Slang Internet: Apakah Identitas Lokal Gen Z Mulai Punah?

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Dirjen Bina Adwil: Dana Otsus Aceh Pasca-2027 Harus Berorientasi Hasil dan Kemandirian Fiskal

Dirjen Bina Adwil: Dana Otsus Aceh Pasca-2027 Harus Berorientasi Hasil dan Kemandirian Fiskal

Jakarta | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:57 WIB

DPRD Sumsel Desak Polisi Tindak 20 Korporasi Karhutla, Sejauh Mana Penyidikannya?

DPRD Sumsel Desak Polisi Tindak 20 Korporasi Karhutla, Sejauh Mana Penyidikannya?

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:50 WIB

×