Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

Harga Pertamax Naik! Pengamat Sarankan Pertamina Bertindak Efek Kurs Rupiah dan ICP

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 29 Juli 2024 | 10:40 WIB
Harga Pertamax Naik! Pengamat Sarankan Pertamina Bertindak Efek Kurs Rupiah dan ICP
Ilustrasi pertamax series.

Suara.com - Peneliti senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, menyatakan bahwa sudah waktunya bagi Pertamina untuk menaikkan harga BBM nonsubsidi, seperti seri Pertamax.

Menurutnya, Pertamina telah lama menahan harga Pertamax series, meskipun harga minyak dunia naik akibat konflik di Timur Tengah, sementara SPBU swasta sudah beberapa kali menaikkan harga BBM mereka.

Melalui sambungan telepon di Jakarta pada hari Minggu, Tauhid juga menyebut bahwa situasi saat ini masih sulit, termasuk nilai tukar yang berada di sekitar Rp16.000 per dolar AS. "Kurs telah bergerak sekitar 5 persen, jadi Pertamina sudah sewajarnya menaikkan harga BBM non subsidi. Yang penting, kenaikan tersebut tidak memberatkan masyarakat," ujarnya.

Tauhid menjelaskan bahwa faktor terbesar dalam penentuan harga BBM adalah harga ICP karena merupakan bahan baku utama. Jadi, jika harga ICP lebih tinggi dibandingkan nilai tukar, maka harga ICP yang lebih dominan menentukan harga BBM tersebut.

"Jika keduanya naik (nilai tukar dan ICP), maka penyesuaian harga BBM harus segera dilakukan," tambahnya, dikutip dari Antara.

Sebelumnya, Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto menyatakan bahwa harga BBM nonsubsidi, seperti Pertamax dan sejenisnya, memang mengikuti pergerakan harga di pasar, sehingga perusahaan bisa menyesuaikan harga dengan lebih fleksibel.

Ilustrasi petugas tengah mengisi BBM ke kendaaraan. [Dok Pertamina]
Ilustrasi petugas tengah mengisi BBM ke kendaaraan. [Dok Pertamina]

Diketahui, harga Pertamax dan sejenisnya tidak berubah sejak Februari 2024 meskipun harga minyak dunia telah naik. Saat ini, harga jual Pertamax series jauh di bawah harga BBM di SPBU swasta seperti Shell, Vivo, dan BP.

Pada Juli 2024, Pertamina menjual Pertamax (RON 92) seharga Rp12.950 per liter. Sementara itu, Shell Super dijual Rp13.810 per liter, Revvo 92 (produk Vivo) Rp13.600 per liter, dan BP 92 seharga Rp13.450 per liter.

Untuk RON 95, Pertamina menjual Pertamax Green seharga Rp13.900 per liter, lebih rendah dibandingkan Shell V Power dan BP Ultimate yang masing-masing dijual Rp14.700 per liter, serta Revvo 95 dari Vivo yang dijual Rp14.500 per liter.

Sementara itu, Pertamax Turbo (RON 98) dijual Rp14.400 per liter, lebih murah dibandingkan produk Shell V Power Nitro yang dijual Rp14.930 per liter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isi Pertalite di SPBU Ditolak? Begini Tips Ampuh Biar Tetap Bisa Beli BBM Bersubsidi

Isi Pertalite di SPBU Ditolak? Begini Tips Ampuh Biar Tetap Bisa Beli BBM Bersubsidi

Otomotif | Minggu, 28 Juli 2024 | 17:05 WIB

Luhut: Tak Ada BBM Baru, Tapi Kualitas Lebih Bagus

Luhut: Tak Ada BBM Baru, Tapi Kualitas Lebih Bagus

Bisnis | Sabtu, 27 Juli 2024 | 18:01 WIB

Indef Sebut PLN Hadapi Tantangan Tarif Listrik di Tengah Kinerja Moncer

Indef Sebut PLN Hadapi Tantangan Tarif Listrik di Tengah Kinerja Moncer

Bisnis | Jum'at, 26 Juli 2024 | 17:08 WIB

Terkini

Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar

Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:53 WIB

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:46 WIB

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:41 WIB

Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang

Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:31 WIB

UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI

UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:27 WIB

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:21 WIB

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:12 WIB

Agar Subsidi Tepat Sasaran, QR Code BBM Kini Diawasi Lebih Ketat

Agar Subsidi Tepat Sasaran, QR Code BBM Kini Diawasi Lebih Ketat

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:07 WIB

Akses Sanitasi Masih Minim, Industri Arsitektur Mulai Cari Solusi

Akses Sanitasi Masih Minim, Industri Arsitektur Mulai Cari Solusi

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:03 WIB

Pemerintah Bentuk Satgas Baru untuk Pertumbuhan Ekonomi, Ini Tugasnya

Pemerintah Bentuk Satgas Baru untuk Pertumbuhan Ekonomi, Ini Tugasnya

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:02 WIB