Di Tengah Tumpukkan Utang Rp82 Triliun, Para Bos Waskita Karya Justru Nikmati Kenaikan Gaji Ratusan Juta

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 31 Juli 2024 | 13:04 WIB
Di Tengah Tumpukkan Utang Rp82 Triliun, Para Bos Waskita Karya Justru Nikmati Kenaikan Gaji Ratusan Juta
Dalam laporan keuangan konsolidasian interim hingga semester I 2024 yang dilihat Suara.com pada Rabu (31/7/2024) bahwa total jumlah remunerasi yang diterima para komisaris dan direksi mengalami kenaikan dibandingkan akhir 2023 lalu.

Suara.com - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tengah menjadi sorotan publik soal kinerja keuangan mereka yang saat ini mengkhawatirkan. Menariknya BUMN Karya ini justru memutuskan untuk menaikkan remunerasi kepada para komisaris dan direksinya.

Keputusan ini terkesan kontradiktif dengan kondisi keuangan perusahaan yang saat ini sedang berdarah-darah karena beban utang sebesar Rp82 triliun.

Dalam laporan keuangan konsolidasian interim hingga semester I 2024 yang dilihat Suara.com pada Rabu (31/7/2024) bahwa total jumlah remunerasi yang diterima para komisaris dan direksi mengalami kenaikan dibandingkan akhir 2023 lalu.

Dalam dokumen laporan keuangan setebal 217 halaman itu, remunerasi ini diatur pada pos Pengurus dan Struktur Organisasi Perusahaan halaman 11.

Waskita Karya sendiri memiliki 5 jabatan dewan komisaris dan 6 dewan direksi. Pada akhir 2023 total remunerasi yang diberikan kepada 5 komisarisnya sebesar Rp5.665.205.764 atau dibulatkan Rp5.7 miliar, sementara pada Juni 2024 ini total remunerasi mengalami kenaikan menjadi Rp6.332.682.432 atau dibulatkan Rp6.4 miliar.

Itu berarti total remunerasi yang diberikan Waskita Karya selama 1 tahun mencapai Rp12,1 miliar. Jika dengan asumsi setiap orang mendapatkan jumlah yang sama, maka remunerasi yang diterima masing-masing dewan komisaris sebesar Rp2,4 miliar setiap tahun dan setiap bulan mencapai Rp201 juta.

Sementara untuk jajaran direksinya yang berjumlah 6 orang itu, Waskita Karya memberikan total remunerasi pada akhir 2023 sebesar Rp10.740.443.080 atau dibulatkan Rp10.8 miliar. Sedangkan untuk periode Juni 2024 total remunerasi yang diberikan mengalami kenaikan menjadi Rp11.024.197.542 atau dibulatkan Rp11 miliar.

Sehingga total remunerasi yang diberikan Waskita Karya selama 1 tahun untuk jajaran direksinya sebesar Rp21.8 miliar. Jika dengan asumsi setiap orang mendapatkan jumlah yang sama, maka remunerasi yang diterima masing-masing dewan direksi sebesar Rp3,6 miliar setiap tahun dan setiap bulan mencapai Rp302 juta.

Diketahui besaran remunerasi komisaris utama adalah 45 persen dari direktur utama. Sementara remunerasi anggota dewan komisaris sebesar 90 persen dari komisaris utama, wakil direktur utama sebesar 90 persen dari direktur utama, dan anggota direksi lainnya sebesar 85 persen dari direktur utama.

baca juga

Jadi wajar, sekelas direksi perusahaan memperoleh tingkat uang dan kompensasi atau remunerasi yang lebih tinggi dari dewan komisaris, karena secara lapangan mereka ikut berperan dalam pengambilan keputusan perusahaan.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira tak heran atas kenaikan remunerasi ini, dia bilang jabatan komisaris dan direksi perusahaan plat merah di Indonesia bersifat politis.

"Karena keputusannya lebih ke politis dari pada berdasar kinerja, ya cukup sulit mengatur kelayakan remunerasi direksi komisaris BUMN Karya," kata Bhima saat dihubung Suara.com.

Jadi, kata dia wajar jika suatu perusahaan seperti BUMN yang kinerja keuangan tidak baik-baik saja tapi jajaran komisaris dan direksi masih menikmati gaji yang tinggi.

"Yah ini kemudian dinormalisasi menjadi kewajaran padahal jelas tidak wajar," pungkasnya.

Sementarat itu Per akhir 30 Juni 2024, susunan pengurus Dewan Komisaris dan Direksi Waskita Karya sebagai berikut:

Komisaris

Komisaris Utama/Komisaris Independen: Heru Winarko
Komisaris: Dedi Syarif Usman - Komisaris: T. Iskandar
Komisaris Independen: Muhamad Salim
Komisaris Independen: Addin Jauharudin
Komisaris Independen: Muradi Direksi

Direksi

Direktur Utama: Muhammad Hanugroho
Direktur Keuangan: Wiwi Suprihatno
Direktur Risk Management, Legal, dan QSHE: Anton Rijanto
Direktur Business Strategic, Portfolio, dan Human Capital: Rudi Purnomo
Direktur Operasi I: Ari Asmoko
Direktur Operasi II: Dhetik Ariyanto

Disisi lain Waskita Karya harus menanggung utang yang menumpuk, tercatat utang WSKT mencapai Rp82,107 triliun. Terdiri dari utang jangka pendek Rp18,7 triliun per Juni 2024. Angka ini susut 17,9 persen ketimbang akhir 2023 yang mencapai Rp22,838 triliun.

Namun, kewajiban jangka panjang WSKT mengalami kenaikan 3,6 persen ketimbang akhir 2023, menjadi Rp63,3 triliun. Akibatnya, keuangan WSKT mengalami defisit hingga Rp15,8 triliun per Juni 2024.

Sementara dari sisi kinerja keuangan sampai enam bulan pertama tahun ini Waskita Karya mencatat pendapatan usaha perseroan mengalami penurunan 15,19 persen menjadi Rp 4,47 triliun dari Rp 5,27 triliun yang dicatatkan pada semester I 2023.

Seiring dengan turunnya pendapatan usaha, beban pokok pendapatan turun menjadi Rp 3,88 triliun pada semester I 2024 dari Rp 4,81 triliun pada semester I 2023. Sehingga, perseroan membukukan laba kotor Rp 595,5 miliar, naik dari Rp 462,58 miliar yang dibukukan pada semester I 2023.

Pada semester I 2024, perseroan membukukan beban penjualan sebesar Rp 76,72 miliar, beban umum dan administrasi RP 703,52 miliar, beban non contributing plant Rp 63,14 miliar, dan beban pajak final Rp 59,5 miliar. Bersamaan dengan itu, perseroan membukukan pendapatan bunga sebesar Rp 402,47 miliar, keuntungan selisih kurs RP 21,29 miliar, dan beban lain-lain Rp 204,7 miliar.

Pada periode tersebut, perseroan juga membukukan beban keuangan RP 2,3 triliun, bagian rugi bersih entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar Rp 180 miliar.

Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan, perseroan membukukan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,16 triliun. Rugi itu naik dibanding rugi semester I tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 2,07 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Bank Neo Commerce Buka-bukaan Soal Jeroan Keuangan di Semester I 2024

Bos Bank Neo Commerce Buka-bukaan Soal Jeroan Keuangan di Semester I 2024

Bisnis | Rabu, 31 Juli 2024 | 08:48 WIB

Tahun 2025 Gaji Pensiunan PNS Tembus Ratusan Juta? Ini Plus Minus Skema Fully Funded

Tahun 2025 Gaji Pensiunan PNS Tembus Ratusan Juta? Ini Plus Minus Skema Fully Funded

Lifestyle | Selasa, 30 Juli 2024 | 18:24 WIB

Usai Dikuasai MIND ID, Laba Vale Justru Anjlok 82 Persen

Usai Dikuasai MIND ID, Laba Vale Justru Anjlok 82 Persen

Bisnis | Selasa, 30 Juli 2024 | 16:32 WIB

Terkini

Tidur Terganggu Bau Aneh, Warga Kaget Ada King Kobra 3,5 Meter Melingkar di Bawah Kasur

Tidur Terganggu Bau Aneh, Warga Kaget Ada King Kobra 3,5 Meter Melingkar di Bawah Kasur

Bali | Selasa, 29 September 2026 | 07:43 WIB

Bikin Karyawati RS Tersungkur, Sejoli di Tulang Bawang Diringkus Saat Asyik Makan

Bikin Karyawati RS Tersungkur, Sejoli di Tulang Bawang Diringkus Saat Asyik Makan

Lampung | Selasa, 29 September 2026 | 07:43 WIB

Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak

Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak

Malang | Selasa, 29 September 2026 | 07:34 WIB

Rupiah Dekati Rp18.000, BI Pilih Kurangi Intervensi di Pasar Valuta Asing

Rupiah Dekati Rp18.000, BI Pilih Kurangi Intervensi di Pasar Valuta Asing

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 07:31 WIB

5 Pilihan Motor Matic Paling Irit 2026, Ada yang Tembus 60 Km per Liter

5 Pilihan Motor Matic Paling Irit 2026, Ada yang Tembus 60 Km per Liter

Otomotif | Selasa, 29 September 2026 | 07:27 WIB

Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Masuk 6 Terburuk di Dunia

Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Masuk 6 Terburuk di Dunia

News | Selasa, 29 September 2026 | 07:17 WIB

7 Penyebab Parfum Terasa Menyengat Bikin Pusing di Awal Semprotan

7 Penyebab Parfum Terasa Menyengat Bikin Pusing di Awal Semprotan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 07:14 WIB

Terbukti Sekarang di Timnas Indonesia, Ini Kelemahan Taktik John Herdman Saat Melatih Kanada

Terbukti Sekarang di Timnas Indonesia, Ini Kelemahan Taktik John Herdman Saat Melatih Kanada

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 07:00 WIB

Jawa Timur Jadi Raja Tembakau, Produksi Tembus 148,77 Ribu Ton

Jawa Timur Jadi Raja Tembakau, Produksi Tembus 148,77 Ribu Ton

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 07:00 WIB

Reklame Roboh Timpa 3 Bangunan di Bandung, 4 Orang Sempat Terjebak

Reklame Roboh Timpa 3 Bangunan di Bandung, 4 Orang Sempat Terjebak

News | Selasa, 29 September 2026 | 06:51 WIB

×