Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Komitmen WIKA Realty Dorong Ekonomi Keberlanjutan, Perkuat Kelompok Tani Lokal

Iwan Supriyatna

Jum'at, 02 Agustus 2024 | 07:38 WIB
Komitmen WIKA Realty Dorong Ekonomi Keberlanjutan, Perkuat Kelompok Tani Lokal
Hotel Khas Semarang salah satu hotel di bawah naungan PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty), telah menjalin kerja sama dengan dua kelompok tani di Jawa Tengah, yakni Poktan Budi Rahayu dan KUB Lentera.

Suara.com - Hotel Khas Semarang salah satu hotel di bawah naungan PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty), telah menjalin kerja sama dengan dua kelompok tani di Jawa Tengah, yakni Poktan Budi Rahayu dan KUB Lentera.

Kerja sama ini difasilitasi oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah dan bertujuan untuk mendukung petani lokal serta meningkatkan ketahanan pangan di daerah.

Sejak tahun 2023, Hotel Khas Semarang menggunakan hasil bumi dari petani setempat, yakni KUB Lentera untuk memenuhi kebutuhan sayur mayur dan Poktan Budi Rahayu yang telah menyuplai sebanyak lebih dari 290 kg kopi dan gula aren.

Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan motivasi petani dalam menghasilkan produk pertanian, tetapi juga untuk memberikan kepercayaan diri kepada mereka untuk memasuki pasar industri.

Melalui kerja sama ini, Hotel Khas Semarang berkomitmen untuk menyerap komoditas kopi dan gula aren yang dihasilkan oleh petani lokal. Ini menjadi bentuk dukungan Hotel Khas Semarang dalam mempromosikan kearifan lokal serta produk-produk unggulan dari Jawa Tengah, sekaligus melahirkan peluang baru kerjasama yang berkelanjutan di masa mendatang untuk komoditas lainnya.

“Kerja sama ini mencerminkan bahwa kehadiran Hotel Khas Semarang berfungsi sebagai multiplier effect di tengah masyarakat, memberikan peluang kepada para petani, dan mendukung Program Peningkatan Ketahanan Pangan. Kami percaya bahwa dukungan terhadap petani lokal sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Saskia Ayu Megananda selaku Corporate Secretary WIKA Realty ditulis Jumat (2/8/2024).

Dengan demikian, inisiatif yang dilakukan oleh WIKA Realty melalui Hotel Khas Semarang ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDG nomor 2, yakni zero hunger yang berfokus meningkatkan ketahanan pangan dan mendukung pertanian yang berkelanjutan, serta SDG nomor delapan, yakni decent work and economic growth yang bertujuan mempromosikan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan serta menciptakan kesempatan kerja yang layak.

Inisiatif ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi komunitas dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibilang Jadi Biang Kerok WIKA Rugi, Erick Thohir Ungkap Kontribusi Kereta Cepat ke Ekonomi Jabar

Dibilang Jadi Biang Kerok WIKA Rugi, Erick Thohir Ungkap Kontribusi Kereta Cepat ke Ekonomi Jabar

Bisnis | Minggu, 21 Juli 2024 | 13:57 WIB

Siapa yang Tanggung Jawab? Kementerian BUMN dan KCIC Saling Bantah Soal Kerugian WIKA di Proyek Kereta Cepat

Siapa yang Tanggung Jawab? Kementerian BUMN dan KCIC Saling Bantah Soal Kerugian WIKA di Proyek Kereta Cepat

Bisnis | Rabu, 17 Juli 2024 | 08:47 WIB

Incar Millenial Executive, Wika Realty Rilis Apartemen Tamansari Bintaro Mansion Mulai Rp 300 Jutaan

Incar Millenial Executive, Wika Realty Rilis Apartemen Tamansari Bintaro Mansion Mulai Rp 300 Jutaan

Bisnis | Jum'at, 17 Mei 2024 | 20:53 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB