Dihantam Tarif AS, ESDM Justru Percepat Ambisi Energi Surya 100 GW

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 24 April 2026 | 18:40 WIB
Dihantam Tarif AS, ESDM Justru Percepat Ambisi Energi Surya 100 GW
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengalihkan ekspor panel surya ke pengembangan PLTS 100 GW [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
baca 10 detik
  • Kementerian ESDM merespons kebijakan tarif tinggi Amerika Serikat terhadap panel surya Indonesia dengan mengalihkan produksi untuk kebutuhan domestik.
  • Pemerintah menargetkan percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 100 GW, diawali dengan proyek tahap pertama sebesar 17 GW.
  • Departemen Perdagangan AS memberlakukan bea masuk imbalan hingga 143,3 persen atas produk panel surya asal Indonesia guna menangkal subsidi pemerintah.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merespon kebijakan Amerika Serikat (AS) yang menetapkan tarif tinggi bagi panel surya asal Indonesia. 

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, memastikan produksi panel surya dalam negeri tersebut akan dialokasikan untuk mendukung program pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GW.

Ia melanjutkan, saat ini Kementerian ESDM tengah menghitung total volume ekspor ke AS serta besaran angka yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan domestik secara optimal.

"Kita juga melihat itu volume yang diekspor ke Amerika itu berapa? Dan yang dikenakan tarif  itu kira-kira berapa banyak volumenya?  Kemudian yang seperti arahan dari Presiden itu bagaimana kita juga mempercepat untuk PLTS 100 GW,  untuk kebutuhan dalam negeri. Jadi ini akan berimbang," ujar Yuliot saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (24/4/2026). 

Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lahan bekas tambang (Tom Fisk/Pexels)
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) (Tom Fisk/Pexels)

Sebagai tahap awal, program tersebut akan dimulai dengan pembangunan PLTS berkapasitas 17 GW. Saat ini, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) tengah mematangkan rencana pembangunannya.

"Prioritas itu kan 17 GW terlebih dulu. Jadi untuk 17 GW ya kemudian secara bertahap akan dipenuhi sampai dengan 100 GW," katanya.

Berdasarkan laporan Reuters pada akhir Februari lalu, Departemen Perdagangan Amerika Serikat secara resmi memberlakukan bea masuk imbalan atas produk sel dan panel surya asal Indonesia, India, serta Laos. 

Kebijakan ini diambil guna menangkal subsidi pemerintah yang dianggap mengganggu stabilitas harga pasar di AS. Langkah proteksionisme ini menyasar nilai impor sebesar 4,5 miliar dolar AS.

Khusus bagi Indonesia, tarif subsidi dipatok sebesar 104,38 persen, sementara perusahaan tertentu seperti PT Blue Sky Solar menghadapi tarif hingga 143,3 persen.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Tangguhkan Ekspor Minyak Mentah, Fokus Kebutuhan Dalam Negeri

Pemerintah Tangguhkan Ekspor Minyak Mentah, Fokus Kebutuhan Dalam Negeri

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 16:04 WIB

Indonesia Impor Minyak Rusia Hingga 150 Juta Barel, Belum Cukup Sampai Akhir Tahun

Indonesia Impor Minyak Rusia Hingga 150 Juta Barel, Belum Cukup Sampai Akhir Tahun

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 15:21 WIB

Ditanya soal Jakarta Mati Listrik Massal, Wamen ESDM Yuliot Tanjung: Saya Juga Kena Dampak!

Ditanya soal Jakarta Mati Listrik Massal, Wamen ESDM Yuliot Tanjung: Saya Juga Kena Dampak!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 14:24 WIB

Terkini

Ini Strategi Awal Appi Sebagai Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan

Ini Strategi Awal Appi Sebagai Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:27 WIB

Hari Pertama IBL All Indonesian 2026 Langsung Panas! Dewa United Tekuk Pelita Jaya

Hari Pertama IBL All Indonesian 2026 Langsung Panas! Dewa United Tekuk Pelita Jaya

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:19 WIB

Dedi Mulyadi Kunci Gerbang SMA-SMK Negeri di Jabar saat KBM, Ini Alasannya

Dedi Mulyadi Kunci Gerbang SMA-SMK Negeri di Jabar saat KBM, Ini Alasannya

Jabar | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Desas-desus Hubungan Terlarang Pejabat di Sulsel Viral, Mengapa Warganet Mudah Percaya Isu Medsos

Desas-desus Hubungan Terlarang Pejabat di Sulsel Viral, Mengapa Warganet Mudah Percaya Isu Medsos

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

×