Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.986,497
LQ45 594,918
Srikehati 295,219
JII 350,443
USD/IDR 17.983

Ancaman Nuklir Semenanjung Korea dan Peran Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Dunia

M Nurhadi

Sabtu, 14 September 2024 | 09:30 WIB
Ancaman Nuklir Semenanjung Korea dan Peran Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Dunia
Gambar yang diambil pada tanggal 30 Mei 2024 dan dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara melalui KNS pada tanggal 31 Mei 2024 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyaksikan uji coba salvo artileri roket super besar 600mm, di lokasi yang belum dikonfirmasi di Korea Utara. [KCNA VIA KNS/AFP]

Suara.com - Ketegangan di Semenanjung Korea jadi salah satu perhatian utama keamanan global selama beberapa dekade terakhir. Konflik antara Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) tidak hanya menciptakan ketidakstabilan regional tetapi juga ancaman yang lebih luas bagi perdamaian dunia.

Perang nuklir yang pecah akibat ketegangan kedua negara dapat memicu konsekuensi bencana, yang menuntut perhatian serius dari komunitas internasional, termasuk Indonesia.

Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI), tidak bisa menutup mata terhadap potensi dampak perang nuklir terhadap 812 ribu warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Semenanjung Korea dan sekitarnya.

Jumlah itu berasal dari WNI yang saat ini berada di Korea Selatan, Jepang, China, Taiwan dan Korea Utara berdasarkan data dari Kemlu RI pada 2022-2023.

Perang Semenanjung Korea merujuk dari berbagai literasi bermula pada sejak Perang Korea (1950-1953) yang berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai, yang berarti kedua negara masih secara teknis berada dalam keadaan perang.

Gambar yang diambil pada tanggal 30 Mei 2024 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara melalui KNS pada tanggal 31 Mei 2024 menunjukkan uji coba salvo artileri roket super besar 600mm, di lokasi yang belum dikonfirmasi di Korea Utara. [KCNA VIA KNS/AFP]
Gambar yang diambil pada tanggal 30 Mei 2024 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara melalui KNS pada tanggal 31 Mei 2024 menunjukkan uji coba salvo artileri roket super besar 600mm, di lokasi yang belum dikonfirmasi di Korea Utara. [KCNA VIA KNS/AFP]

Korut, di bawah kepemimpinan dinasti Kim, konsisten dalam program pengembangan senjata nuklir yang masuk strategi pertahanan mereka. Menurut laporan dari Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS), Korut telah mengembangkan persenjataan nuklir dan peluru kendali balistik yang mampu mencapai sasaran di luar Semenanjung Korea, termasuk Jepang dan Amerika Serikat.

Laporan dari Arms Control Association menyebut, Korea Utara saat ini diperkirakan memiliki 50 hulu ledak nuklir, data ini didapatkan per Januari 2024. Selain itu, negara yang dekat dengan Cina itu memiliki cadangan bahan fisi untuk sekitar 70-90 senjata nuklir.

Saat ini, Korut diperkirakan memiliki 60-80 kilogram plutonium dan 280-1.500 kilogram uranium yang diperkaya tinggi.

Pengamat pertahanan dan geopolitik Bruce W. Bennett bahkan dalam laporannya menyebutkan bahwa Korut sudah mengembangkan teknologi rudal jarak menengah yang dilengkapi dengan "hulu ledak luncur hipersonik". Rudal ini diperkirakan dapat terbang sangat cepat, manuver lebih rendah, dan akurasi tinggi untuk melawan sistem pertahanan militer Korsel.

baca juga

Ancaman ini tidak hanya terbatas pada kemampuan militer semata, tetapi juga menimbulkan risiko eskalasi yang lebih luas. Sementara, menurut Bruce Klingner, seorang pengamat dan peneliti di The Heritage Foundation, jika Korut meluncurkan serangan nuklir, reaksi dari Korsel dan sekutunya, terutama Amerika Serikat, bisa memicu perang skala penuh yang tidak hanya melibatkan kekuatan militer tetapi juga menimbulkan dampak global yang mengerikan.

Gambar yang diambil pada tanggal 30 Mei 2024 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara melalui KNS pada tanggal 31 Mei 2024 menunjukkan uji coba salvo artileri roket super besar 600mm, di lokasi yang belum dikonfirmasi di Korea Utara. [KCNA VIA KNS/AFP]
Gambar yang diambil pada tanggal 30 Mei 2024 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara melalui KNS pada tanggal 31 Mei 2024 menunjukkan uji coba salvo artileri roket super besar 600mm, di lokasi yang belum dikonfirmasi di Korea Utara. [KCNA VIA KNS/AFP]

Potensi konflik nuklir di Semenanjung Korea adalah ancaman signifikan bagi perdamaian dunia. Dalam sejarahnya, penggunaan senjata nuklir hanya terjadi dua kali, yakni di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945.

Sejak saat itu, komunitas internasional berupaya keras untuk mencegah penggunaan senjata nuklir. Sejarawan Margaret MacMillan menyoroti bahwa konflik nuklir tidak hanya akan menyebabkan korban jiwa yang masif, tetapi juga menimbulkan efek lingkungan berkepanjangan, menghancurkan ekosistem, dan merusak struktur sosial.

Keterlibatan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Cina, dan Rusia dalam konflik ini juga berpotensi memperumit situasi dan meningkatkan risiko eskalasi lebih lanjut. Persaingan geopolitik antara negara-negara besar ini, jika tidak dikelola dengan baik, bisa mengarah pada perang dunia ketiga yang bersifat nuklir. Karena itu, ancaman nuklir di Semenanjung Korea tidak bisa dianggap remeh.

Kebijakan luar negeri Indonesia perlu mempertimbangkan dinamika geopolitik ini dan mengambil sikap yang seimbang antara kepentingan nasional dan komitmen internasional terhadap perdamaian.

Sebagai catatan, ketiganya adalah negara-negara yang memiliki senjata nuklir, selain Prancis, Inggris Raya, Pakistan, India dan Israel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang antar Kartel Narkoba di Meksiko: 12 Tewas, Perayaan Nasional Dibatalkan hingga Sekolah Ditutup

Perang antar Kartel Narkoba di Meksiko: 12 Tewas, Perayaan Nasional Dibatalkan hingga Sekolah Ditutup

News | Sabtu, 14 September 2024 | 04:00 WIB

Rusia Usir 6 Diplomat Inggris, Tuduh jadi Mata-mata hingga Lakukan Sabotase

Rusia Usir 6 Diplomat Inggris, Tuduh jadi Mata-mata hingga Lakukan Sabotase

News | Jum'at, 13 September 2024 | 19:32 WIB

Pertempuran Sengit di Timur Ukraina, Rusia Intensifkan Serangan di Kurakhove dan Pokrovsk

Pertempuran Sengit di Timur Ukraina, Rusia Intensifkan Serangan di Kurakhove dan Pokrovsk

News | Jum'at, 13 September 2024 | 19:23 WIB

Kabar Baik! Lee Yeon Hee Melahirkan Anak Pertama dengan Selamat

Kabar Baik! Lee Yeon Hee Melahirkan Anak Pertama dengan Selamat

Entertainment | Sabtu, 14 September 2024 | 07:00 WIB

Jepang Langsung Kerahkan Jet Tempur setelah Pesawat Rusia Melintasi Kepulauan

Jepang Langsung Kerahkan Jet Tempur setelah Pesawat Rusia Melintasi Kepulauan

News | Jum'at, 13 September 2024 | 12:08 WIB

Peringatan Keras untuk AS, Tiongkok Ancam Tumpas Setiap Serangan Asing di Laut Cina Selatan

Peringatan Keras untuk AS, Tiongkok Ancam Tumpas Setiap Serangan Asing di Laut Cina Selatan

News | Jum'at, 13 September 2024 | 04:05 WIB

Terkini

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:24 WIB

Kementerian Ekonomi Kreatif Susun Rindekraf Perkuat Talenta dan Daya Saing

Kementerian Ekonomi Kreatif Susun Rindekraf Perkuat Talenta dan Daya Saing

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:24 WIB

BTN dan BPS Berkolaborasi Hadirkan Solusi Berbasis Data Guna Perluas Akses Kepemilikan Rumah

BTN dan BPS Berkolaborasi Hadirkan Solusi Berbasis Data Guna Perluas Akses Kepemilikan Rumah

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:53 WIB

Transaksi Olein Tembus Rp7,3 Triliun dan Timah Rp2,6 Triliun di Tengah Gejolak Global

Transaksi Olein Tembus Rp7,3 Triliun dan Timah Rp2,6 Triliun di Tengah Gejolak Global

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:50 WIB

Setelah Purbaya, Said Iqbal Mau Geruduk Kantor BPJS Ketenagakerjaan

Setelah Purbaya, Said Iqbal Mau Geruduk Kantor BPJS Ketenagakerjaan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:48 WIB

Rupiah Kembali Rp18.000, Mata Uang RI Melemah Akibat Kasta IHSG Turun?

Rupiah Kembali Rp18.000, Mata Uang RI Melemah Akibat Kasta IHSG Turun?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:46 WIB

Demo 1.500 Buruh di Kemenkeu Batal Digelar usai Said Iqbal Lobi Purbaya

Demo 1.500 Buruh di Kemenkeu Batal Digelar usai Said Iqbal Lobi Purbaya

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:25 WIB

Fondasi SDM Masa Depan, Kualitas Pendidikan Anak Sejak Dini Jadi Sorotan

Fondasi SDM Masa Depan, Kualitas Pendidikan Anak Sejak Dini Jadi Sorotan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 16:30 WIB

Ikut Kunker ke New York, Anak Menteri PU Bernama Aurellia Ternyata Bekerja di Vale Indonesia

Ikut Kunker ke New York, Anak Menteri PU Bernama Aurellia Ternyata Bekerja di Vale Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 16:00 WIB

Explainer: Menteri PU 'Dinas Bareng Keluarga' ke Amerika Bertepatan Final Piala Dunia

Explainer: Menteri PU 'Dinas Bareng Keluarga' ke Amerika Bertepatan Final Piala Dunia

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:55 WIB

×